SHOPPING CART

close

Perawat Terbaik RSUD Praya Asal Perumnas Tampar Ampar Meninggal Karena Corona

RSUD Praya Lombok Tengah
Ilustrasi Nakes yang meninggal dunia karena Covid-19

LOMBOK TENGAH | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali berduka, setelah kehilangan dua orang tenaga kesehatan (Nakes) akibat terpapar virus Corona atau Covid-19.
Nakes kedua RSUD Praya yang meninggal dunia karena Covid-19 yakni Rusmiati, S. Kep, Ns, 50 Tahun, warga Perumas Tampar ampar, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.
Almarhumah yang juga menjabat kepala ruangan perawatan RSUD Praya Lombok Tengah meninggal dunia dalam keadaan terkonfirmasi positif Covid-19 dan saat tengah menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB pada Sabtu malam, (21/8/2021).
Meninggalnya Nakes RSUD Praya itu dibenarkan oleh Humas Penanganan Covid-19 RSUD Praya Lombok Tengah, dr. Yudha Permana. ” Atas nama Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Praya dan atas nama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam – dalamnya atas wafatnya Nakes kami yang kedua karena terpapar Covid-19. Di mata kami pribadi, Almarhumah adalah perawat terbaik, dia seorang kepala ruangan dari ruang perawatan di RSUD Praya yang penuh dedikasi dan profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya,” kata dr. Yudha
RSUD Praya merasa sangat kehilangan dan terpukul atas kematian Nakes karena terpapar Covid-19.” Kami menyadari bahwa memang ini adalah resiko terberat yang harus kami tanggung sebagai Nakes di era pandemi Covid-19,” ucap dr. Yudha
Dari awal pandemi sampai dengan saat ini, total ada dua Nakes RSUD Praya yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Dan meninggalnya Nakes tersebut dijadikan pelajaran oleh RSUD Praya untuk meningkatkan pemakaian Alat Perlindungan Diri (APD) khususnya bagi Nakes yang turun langsung menangani Pasien Covid-19. ” Kami memiliki resiko tinggi terpapar Covid-19 yang berujung dengan kematian, karena kami berkecimpung langsung dalam merawat pasien – pasien Covid-19, untuk itu kami harus lebih berhati-hati lagi dalam rangka menghindari risiko paparan salah satunya adalah memperketat pemakaian APD yang baik dan benar, kita tidak boleh lupa, karena itu (APD) adalah perlindungan diri yang terbaik dalam rangka mencegah paparan virus dari pasien pasien atau dari orang-orang yang kami rawat,” ungkap dr. Yudha
Meskipun merasa sangat terpukul dan merasa kehilangan atas kematian Nakes yang kedua, selaku Nakes, dr. Yudha menyampaikan apresiasi atas pperhatian pemerintah kepada para Nakes yang gugur terpapar Covid-19. “Apresiasi kami sampaikan kepada pemerintah yang sudah disiapkan santunan kematian untuk Nakes yang nani diterima ahli waris dengan jumlah yang lumayan cukup besar yakni Rp 300 juta, dan ada insentif Nakes terakhir adalah pemberian vaksin moderna kepada kami, itu adalah bukti penghargaan kepada kami yang berkecimpung langsung dalam perawatan pasien – pasien Covid-19 dari Pemerintah,” tuturnya
dr. Yudha merharap kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19. ” Kepada Satgas Kabupaten, menyampaikan bahwa gugurnya Nakes akan mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan dan yang bisa mencegah itu dan yang dapat mencegah gugurnya Nakes, yakni dengan memperketat Protokol Kesehatan, meningkatkan Trasing, testing harus terus diperkuat,” pintanya
Almarhuma kata dr. Yudha akan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Lombok Timur pada Minggu siang, (22/8/2021). ” Almarhumah akan dimakamkan di Lombok Timur besok bakda solat zuhur,” ujarnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Perawat Terbaik RSUD Praya Asal Perumnas Tampar Ampar Meninggal Karena Corona

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Agustus 2021
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

STATISTIK