Selo Group Mengajak Masyarakat Dukung Pendakian Gunung Rinjani

LOMBOK TENGAH | Stronger Together adalah inisiatif terbaru Selo Group untuk mendukung komunitas seraya mensponsori enam pendaki untuk pendakian Gunung Rinjani Selo Group, perusahaan pengembang dan pemenang penghargaan yang terintegrasi penuh, mengumumkan inisiatif penggalangan dana Selo Footprints Fundraiser bertajuk “Stronger Together” yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam mensponsori pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berdonasi untuk amal.
Penggalangan dana ini merupakan bagian dari program Selo Footprints yang dikembangkan oleh Selo Group untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, yang mencerminkan komitmen kuat Selo Group terhadap keberlanjutan.
Melalui siaran pers tertulis SELO GROUP, Rabu, (18/8/2021) CEO Selo Group, Andrew Corkery mengatakan, sebagai perusahaan yang memiliki kecintaan terhadap keberlanjutan, Selo terus berinovasi untuk berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Selo memahami keberlanjutan adalah perjalanan yang dilakukan secara terus-menerus dan berharap Selo Footprints Fundraiser “Stronger Together” akan memotivasi masyarakat untuk terus membantu komunitas lokal dan melestarikan lingkungan.”
Melalui inisiatif ini, Selo Group mengajak masyarakat untuk mendukung pendakian Gunung Rinjani yang akan dilakukan oleh enam pendaki sekaligus menggalang dana untuk membantu organisasi yang bersifat sosial dan komunitas lokal. Pendakian untuk mencapai puncak gunung Rinjani setinggi 3.726 meter dijadwalkan pada tanggal 24 – 26 September 2021,” kata Andrew
Untuk turut serta dalam pendakian, kata Andrew, peserta harus berusia minimal 18 tahun dan dalam kondisi sehat tanpa riwayat komplikasi pernapasan serta telah menerima setidaknya satu kali dosis vaksin COVID-19 yang terdapat dalam daftar vaksin yang diakui WHO. Seluruh pendaki juga akan mendapat hak istimewa untuk memilih organisasi yang terverifikasi untuk menerima donasi dari hasil penggalangan dana Stronger Together.
Total dana yang terkumpul akan didistribusikan ke Selo Footprints dan program-program yang dijalankannya, mitra sosial Selo yang terpercaya dan terverifikasi di Indonesia, termasuk organisasi yang dipilih oleh para pendaki.
Mitra Selo tersebut meliputi Scholars of Sustenance, Du Anyam, Selong Belanak Community Association dan Selo Footprints.
Scholars of Sustenance sebagai organisasi penyelamatan makanan surplus (food rescue), Scholar of Sustenance membantu komunitas yang sedang kesulitan dengan memberikan bantuan rutin terutama dalam bentuk makanan serta membantu mereka dengan penyediaan air bersih, pendidikan dan sarana lain untuk jangka waktu tertentu dengan tujuan mencapai masyarakat yang mandiri dan
stabilitas jangka panjang.
Du-Anyam
Du Anyam bekerja sama dengan perempuan berbakat asal Flores, Nusa Tenggara Timur dengan berfokus pada tiga pilar yaitu Pemberdayaan Perempuan, Promosi Kebudayaan dan Peningkatan Taraf Hidup.
Du Anyam bertujuan untuk mempromosikan budaya kerajinan anyaman yang unik dari perempuan berbakat tersebut untuk dipasarkan ke seluruh Indonesia dan seluruh dunia.
“Dengan menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan, Du Anyam berharap dapat membantu mereka meningkatkan perekonomian keluarga sehingga menghasilkan perubahan positif untuk dapat keluar dari masalah kemiskinan,” ucap Andrew.
Selong Belanak Community Association (SBCA)
Didirikan pada World Clean Up Day 2018, SBCA merupakan organisasi yang didukung oleh anggotanya dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan, pengolahan limbah dan pengembangan masyarakat di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Melalui penyediaan tempat sampah, aksi bersih pantai secara sukarela, pendidikan anak, dan pengembangan desa, SBCA berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih bersih dan lebih sehat. “Namun yang terpenting, SBCA berharap daerah Selong Belanak dapat kembali bebas sampah, sehingga anak-anak generasi selanjutnya dapat menikmati lingkungan yang bersih seperti halnya kakek nenek mereka,” harapnya
Selo Footprints
Selo Footprints diresmikan sebagai organisasi legal di Indonesia dengan nama Yayasan Jejak Selo pada bulan Juli 2021. Berfokus pada keberlanjutan, Inisiatif yang dikelola oleh Selo Footprints meliputi program komunitas, strategi Zero Waste, serta peluncuran platform online e-commerce dan situs donasi yang berfokus untuk membantu keluarga Indonesia memperbaiki dan membangun kembali kehidupan mereka akibat pandemi COVID 19 yang berdampak luas pada industri pariwisata dan perekonomian keluarga di Bali dan sekitarnya,” tutup Andrew. [slnews – rul].

Tinggalkan Balasan