Pasar Rakyat Mandalika Jadi Pasar Hewan, Eks Pasar Seni Kuta Remang – remang

LOMBOK TENGAH | Pasca selesai dibangun beberapa tahun lalu, kondisi Pasar Rakyat Mandalika yang hajatannya untuk penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika yang teletak di Dusun Mong, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat memprihatinkan.
Kondisi kios, toko dan los pasar pada awal selesai dibangun nampak mewah dan megah, namun kini kondisi bangunan dan halaman Pasar Rakyat Mandalika yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu, terlihat kumuh, tidak terurus dan mirip Pasar Hewan. ” Setelah selesai dibangun peruntukan Pasar Rakyat Mandalika ini tidak jelas untuk apa, untuk siapa dan tidak terurus. Dari selesai dibangun sampai sekarang pengelolaan dan pemanfaatannya diserahkan kepada siapa juga tidak jelas. Dulu katanya Pasar Rakyat itu dibangun untuk penunjang KEK The Mandalika, tetapi sekarang kondisinya bukannya dihuni oleh Pedagang, melainkan dihuni oleh hewan peliharaan milik warga, jadi Pasar Rakyat itu seperti Pasar Hewan, didepan dan samping pasar juga kumuh banyak bangunan dari bambu dan kayu, ada juga kandang hewan ternak,” ungkap Tokoh Pemuda Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Alus Darmiah, Minggu, (8/8/2021).
Selain mempertanyakan pengelolaan dan pemanfaatan Pasar Rakyat Mandalika, pria yang juga Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu juga menyoroti persoalan pemanfaatan dan status dari eks Pasar Seni Kuta yang ada di depan Masjid Nurul Bilad KEK The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. ” Peruntukan dan pemanfaatan pasar seni itu juga tidak jelas, akan diapakan. Di sekitar kawasan eks Pasar Seni ada bangunan megah dan mewah, dan didepannya juga ada Masjid Nurul Bilad, tapi kondisi eks pasar seni itu kumuh, banyak eks kios disalahpungsikan, siang hari aktivitas masyarakat disana (eks Pasar Seni) biasa – biasa saja, tetapi kalau di malam hari, jadi remang-remang, ada suara musik, ada lampu kelap – kelip. Dan saat musim hujan, eks Pasar Seni itu berubah jadi bendungan,” ucap Alus
Atas nama Masyarakat dan pemuda desa Kuta, Alus meminta kepada pemerintah Daerah untuk menyelesaikan persoalan pemanfaatan dan pengelolaan Pasar Rakyat Mandalika dan memperjelas status dan pemanfaatan eks Pasar Seni Kuta. ” Akan ada event balap motor Internasional, Super Bike pada bulan November 2021 dan motoGP Tahun 2022, tapi kondisi penunjang dari event – event yang akan dilaksanakan itu memprihatikan dan tidak pernah mendapat perhatian dari Pemda. Untuk itu kami mohon kepada Pemda termasuk Pemprov NTB untuk serius menyelesaikan persoalan di KEK The Mandalika, jangan hannya bisa menyalahkan masyarakat saja, dan jangan sibuk urus Mutasi Pejabat,” sebutnya
Terpisah, kepada suaralomboknews.com, Jumat, (6/8/2021), Sekretaris Desa (Sekdes) Kuta, Mardan, mengaku tidak pernah ada komunikasi dengan Pemda Lombok Tengah maupun Pemprov NTB terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan Pasar Rakyat Mandalika.
Mardan juga tidak mengetahui secara pasti, apakah pembangunan Pasar Rakyat Mandalika itu sudah atau belum sebelesai dikerjakan. ” Tidak pernah ada komunikasi baik itu dengan Pemda maupun Pemprov untuk apa, untuk siapa, dikelola oleh siapa dan dimanfaatkan oleh siapa Pasar Rakyat itu,” ungkapnya
Terkait dengan pemanfaatan maupun peruntukan eks Pasar Seni Kuta, Mardan mengaku Pemerintah Desa (Pemdes) Kuta tidak tahu menahu terkait dengan pemanfaatan maupun peruntukan eks Pasar Seni Kuta, terlebih lagi eks Pasar Seni Kuta itu bukan bagian dari Aset Desa. ” Pemdes tidak tahu mau dijadikan apa eks Pasar Seni itu, karena tidak pernah ada komunikasi dengan Pemda selaku pemilik Aset,” sebutnya
Pemdes Kuta, lanjut Mardan, tidak bisa berbuat banyak terkait dengan aktivitas dan pemanfaatan eks Pasar Seni. “Masalah aktivitas disana (eks pasar seni) dan pemanfaatannya, kami tidak bisa apa – apa, karena itu bukan mewenang Pemdes, bukan Aset Pemdes. Hannya saja kami bersyukur ada tempat tinggal sementara warga sambil berjualan. Tapi yang jadi masalah, kalau musim hujan, eks Pasar Seni itu selalu tergenang banjir. Untuk itu kami berharap kepada Pemda untuk memperjelas pemanfaatan Pasar Rakyat Mandalika dan status eks Pasar Seni Kuta,” harapnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan