SHOPPING CART

close

Kasus IRT dan Balita Dipenjara di Lombok Tengah Sudah Lebih Dari 2 Kali Jalani Mediasi

Kasus Pengerusakan Gudang Tembakau di Lombok Tengah
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.S.I.

SUARALOMBOKNEWS.com – MATARAM | Viralnya kasus pengerusakan pabrik atau gudang tembakau, diduga dilakukan empat ibu rumah tangga ( IRT ) di wilayah hukum Polres Lombok Tengah, yang berujung penahanan bersama dua balita menjadi atensi Polda Nusa Tenggara Barat ( NTB).
Polda NTB tidak ingin kasus tersebut menjadi bola liar, yang menggelinding mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas ).
Melalui siaran pers tertulis, Sabtu malam, ( 20/2/2021 ), Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.S.I menegaskan bahwa pihak Polres Lombok Tengah yang menerima laporan kasus pengerusakan sesuai Pasal 170 KUHP itu, telah melakukan proses hukum sesuai prosedur. “Pihak Polres Lombok Tengah telah melakukan lebih dari dua kali mediasi keduabelah pihak untuk penyelesaiannya, namun tidak ada titik temu dan kesepakatan, kemudian penyidik melanjutkan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ungkapnya
“Selama proses itu (penyidikan dan penyelidikan, red) Polisi tdk melakukan penahanan,” tegas Kombes Pol. Artanto
Sehingga, lanjut Kombes Pol Artanto, pihak Polres Lombok Tengah melanjutkan laporan menjadi berkas perkara. Setelah dinyatakan P21(Lengkap) berkas tersebut diserahkan dan atau dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah. “Jadi, saya tegaskan kembali bahwa tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” ujarnya. [ slnews – rul ]

Tags:

0 thoughts on “Kasus IRT dan Balita Dipenjara di Lombok Tengah Sudah Lebih Dari 2 Kali Jalani Mediasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK