Cemari Lingkungan, RSCM Lombok Tengah Digeruduk Warga

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Puluhan warga Lingkungan Wakan Dalam, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah menutup paksa halaman Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) di Jalan Gajah Mada Leneng, Praya Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ) menggunakan Bambu dan Kayu, Sabtu malam ( 6/2/2021 ).
Aksi itu sebagai bentuk kekesalan warga akibat Limbah dari RSCM yang mencemari permukiman warga yang ada di belakang Gedung RSCM Lombok Tengah. ” Tadi sekitar pukul 15.00 Wita, limbah Rumah Sakit meluap dan mengalir ke halaman warga. Limbah mengeluarkan bau menyengat dan sangat menggaggu warga,” ungkap salah seorang warga Lingkungan Wakan Dalam, Kelurahan Leneng, Abdul Hamid.
Hamid menyebutkan, RSCM Lombok Tengah tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan ( Amdal ) maupun Analisis Dampak Lalulintas ( Amdalalin ). ” Rumah Sakit ini ( RSCM ) tidak memiliki Amdal, buktinya tidak ada tempat pengolahan limbah sebelum dibuang ke saluran. Dari awal sejak masih menjadi klinik sampai menjadi Rumah Sakit, tidak pernah ada sosialisasi kewarga terkait Amdal, itu artinya Rumah Sakit ini tidak memiliki Amdal, semestinya kalau tidak punnya Amdal tidak boleh beroperasi,” sebutnya
“Rumah Saki ini juga tidak punnya Amdalalin, kendaraan parkir di sisi kiri kanan jalan di depan Rumah Sakit dan sangat menggaggu warga dan pengendara, bahkan sering menimbulkan kemancatan,” sambung Hamid
Hamid juga menyebutkan, pihak RSCM Lombok Tengah tidak pernah mau mendengarkan keluhan warga sekitar. ” Persoalan limbah ini dari dulu kami sampaikan, tetapi pihak Rumah Sakit tidak pernah mau datang menemui warga. Dan besok ( Minggu, 7/2 ) pihak Rumah Sakit berjanji akan menemui warga di Kantor Lurah Leneng,” ucapnya
Warga meminta kepada pihak yang berwenang untuk mencabut izin operasional dan menutup RSCM Lombok Tengah. ” Tidak layak jadi rumah sakit, tidak punnya Amdal dan Amdalalin, lebih baik ditutup saja,” ujar Hamid
Sementara itu, Humas RSCM Lombok Tengah, H. Muhir membantah tuduhan warga yang menyebut RSCM Lombok Tengah tidak memiliki Amdal maupun Amdalalin. ” Kalau Amdal RS ( Rumah Sakit ) pasti ada termasuk Amdalalin,” bantahnya
Ditanya terkait kapan diterbitkannya dokumen Amdal dan Amdalalin RSCM, H. Muhir menjawab tidak mengetahui secara pasti kapan Dokumen Amdal dan Amdalalin diterbitkan. “Nanti dari bagian teknis RSCM yang lebih tahu, karena saya baru 6 hari di sini ( Bekerja di RSCM ),” ucapnya
“Masalah keluhan warga akan kita tindaklanjuti secepatnya,” ujar H. Muhir.
Setelah diberikan pemahaman oleh personil Polsek Praya, Polres Lombok Tengah yang turun langsung mengamankan aksi warga itu, wargapun membubarkan diri, dengan kesefakatan halaman RSCM tetap ditutup menggunakan Bambu dan Kayu sampai dengan ada penjelasan secara langsung dari Direktur dan pemilik gedung RSCM Lombok Tengah. [ slnews – rul ].

Tinggalkan Balasan