SHOPPING CART

close

Pandemi Covid-19, Polisi di Lombok Tengah Dorong KWT Memasarkan Produk Melalui Teknologi Digital

Lomba Kampung Sehat 2020
Panit Bimas Polsek Kopang, Polres Lombok Tengah, Iptu. Nurhayani didampingi Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kopang saat mengunjungi KWT Rukun di Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, NTB, Kamis (1/10/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Selain melindungi, mengayomi dan melayani  Masyarakat, ditengah Pandemi Covid-19, anggota Kepolisian dari Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memberikan pendampingan dan pelatihan – pelatihan kepada Masyarakat, salah satunya melalui Lomba Kampung Sehat yang digagas oleh Polda NTB.
Melalui Lomba Kampung Sehat, Polisi mendorong Masyarakat yang bergelut dibidang Pertanian, Perkebunan, Kerajinan atau dibidang UMKM untuk memanfaatkan Teknologi Digital untuk memasarkan hasil Produk Usaha yang  dijalankan.”Melalui lomba kampung sehat, kita mendorong para pelaku usaha bisa beradaptasi dengan kondisi yang serba digital dengan memasarkan hasil produk usahanya melalui jaring Internet,” kata Panit Bimas Polsek Kopang, Polres Lombok Tengah, Iptu. Nurhayani usai mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Rukun di Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Kamis (1/10/2020).
Menurut Iptu Nurhayani, UMKM sangat berperan penting menjaga perekonomian masyarakat tetap stabil ditengah Pandemi Covid-19.”Kita harus bangkit, kami yakin, Insya Allah, para pelaku usaha rumahan seperti KWT ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah Pandemi Covid-19,”ucapnya
Sementara itu, Ketua KWT Rukun, Hidayati mengaku, Pelaku usaha yang tergabung dalam KWT tidak bisa memasarankan hasil Produknya secara langsung, seperti jajanan Eping Jagung dan Pisang Sale akibat dari Pandemi Covid-19.
Hidayati juga mengaku, melalui Lomba Kampung Sehat, pelaku usaha yang tergabung dalam KWT bisa memproduksi dan menjual hasil usahanya, meskipun hasilnya tidak sebesar sebelum Pandemi Covid-19.”Dalam sehari, sekali produksi kita bisa menghasilkan 5-6 kg emping jagung dan pisang sale dengan omset Rp. 1,5 juta per hari,”tutunya
KWT Rukun berharap, Pemerintah bisa membatu pelaku usaha kecil dan menengah memasarkan hasil produksinya, sehingga pelaku usaha kecil dan menengah mampu bertahan dan bersaing di pasaran.”Terimakasih Program Kampung Sehat, yang mendorong kami untuk bangkit dan berkembang,”ucapnya. [slNews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Pandemi Covid-19, Polisi di Lombok Tengah Dorong KWT Memasarkan Produk Melalui Teknologi Digital

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK