Pasien Covid-19 Asal Lombok Tengah Yang Meninggal Dunia Positif Corona

Pasien Covid-19 Asal Lombok Tengah Yang Meninggal Dunia Positif Corona
Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat Update, 3 Juni 2020. Pukul : 17.00 Wita

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan hasil Rapid Test Reaktif, yakni Pasien Nomor 688, an. Ny. K, perempuan, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal Dunia di RSUD Praya, Lombok Tengah dan telah dimakamkan pada Hari Senin, 1 Juni 2020 di Pemakaman Umum Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, terkonfirmasi Positif Virus Corona atau Covid-19.
Selain Pasien Nomor 688 asal Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Melalui Press Release tertulis, Sekda NTB Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus TugasProv. NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, menyampaikan, bahwa pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2020,  terdapat penambahan 4 (empat) kasus kematian baru, yaitu :
1. Pasien nomor 431, an. Tn. YS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
2. Pasien nomor 551, an. Ny. BK, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
3. Pasien nomor 688, an. Ny. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
4. Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.
Kepada suaralomboknews.com, Rabu (03/06/2020), Kepala Desa (Kades) Sengkol, Satria Wijaya Saraf mengatakan, dirinya bersama Tim Medis telah mendatangi rumah duka Pasien Nomor 688 di Dusun Gerupuk, Desa Sengkol.”Saya baru pulang dari rumah duka, untuk memberikan pemahaman kepada keluarga Almarhumah, dan besok Suami dan anak dari Almarhumah bersedia di Rapid Test,” katanya
Rapid Test terhadap Suami dan anak Pasien Nomor 688 lanjut Satria, penting untuk dilakukan, sehingga bisa diketahui dari mana Pasien 688 tertular Virus Corona.”Mudah – mudahan dengan hasil Rapid Test, kita bisa mengetahui dimana Almarhumah tertular Virus Corona, apakah di rumah atau di Rumah Sakit,”ucapnya
Satria mengaku, kurang puas terhadap pelayanan Protokol Kesehatan penanganan Pemakaman Jenazah Covid-19.”Memang pada saat pemakaman saya tidak tahu dan tidak ada disana (Pemakaman), tetapi cerita dari anak Alhamrumah dan teman – teman, setelah Almarhumah dimasukkan kedalam liang lahat, petugas menyuruh keluarga Almarhum untuk menutup (menimbun). Semestinya, semuanya ditangani langsung oleh petugas yang telah dilengkapi dengan Pakaian APD (Alat Perlindungan Diri),”keluhnya.

Melalui Press Relase tertulisnya, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si juga menyampaikan, bahwa pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratroium PCR RS Unram, sebanyak 97 sampel dengan hasil 69 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19.
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
1. Pasien nomor 686, an. Ny. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk wilayah Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.
2. Pasien nomor 687, an. An. SNH, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.
3. Pasien nomor 688, an. Ny. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
4. Pasien nomor 689, an. Tn. I, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 520. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.
5. Pasien nomor 690, an. Tn. U, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
6. Pasien nomor 691, an. Tn. AF, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 580. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
7. Pasien nomor 692, an. Ny. RI, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
8. Pasien nomor 693, an. Tn. LSH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
9. Pasien nomor 694, an. An. HA, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
10. Pasien nomor 695, an. Tn. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
11. Pasien nomor 696, an. An. ANC, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
12. Pasien nomor 697, an. Tn. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
3. Pasien nomor 698, an. Ny. IP, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.

4. Pasien nomor 699, an. Tn. MA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Dames Damai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Selong dengan kondisi baik.
15. Pasien nomor 700, an. Ny. NP, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
16.  Pasien nomor 701, an. An. MFR, laki-laki, usia 1,7 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 440. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
17. Pasien nomor 702, an. Tn. AM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 443. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
18. Pasien nomor 703, an. An. MG, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 443. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
19. Pasien nomor 704, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik.
20. Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
Dalam Press Release tertulis, H. Lalu Gita mengungkapkan, hari ini terdapat penambahan 2 (dua) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :
1. Pasien nomor 157, an. Tn. AM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
2. Pasien nomor 360, an. Tn. AJ, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Selain itu, Hari ini juga terdapat penambahan 4 (empat) kasus kematian baru, yaitu :
1. Pasien nomor 431, an. Tn. YS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
2. Pasien nomor 551, an. Ny. BK, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
3. Pasien nomor 688, an. Ny. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
4. Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.
H. Lalu Gita memaparkan, dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 2 (dua) tambahan sembuh baru, dan 4 (empat) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/6/2020) sebanyak 705 orang, dengan perincian 299 orang sudah sembuh, 18 meninggal dunia,  serta 388 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, kata H. Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.
Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.334 orang dengan perincian 598 orang (45%) PDP masih dalam pengawasan, 736 orang (55%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.883 orang, terdiri dari 427 orang (7%) masih dalam pemantauan dan 5.456 orang (93%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 7.138 orang, terdiri dari 2.125 orang (30%) masih dalam pemantauan dan 5.013 orang (70%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 61.399 orang,
yang masih menjalani karantina sebanyak 2.303 orang (4%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 59.096 orang (96%).
H. Lalu Gita berharap, dengan semakin banyaknya kasus Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit. Untuk itu orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.
Kasus kematian karena Covid-19 kata H. Lalu Gita, sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti di atas untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social dan physical distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan