PT. ITDC Sebut Banyak Lahan di Lokasi Pembangunan Sirkuit Moto GP Tak Bersertifikat

PT. ITDC Sebut Banyak Lahan di Lokasi Pembangunan Sirkuit Moto GP Tak Bersertifikat
Direktur Operasi dan Konstruksi PT. ITDC, Ngurah Wirawan

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | PT. ITDC menegaskan hannya akan membayar sisa lahan yang belum di bebaskan di lokasi pembangunan Sirkuit Moto GP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Risort di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah memiliki Sertifikat. Sedangkan untuk lahan milik warga yang tidak memiliki Sertifikat nantinya akan di tangani oleh Pemerintah.”Yang memegang Sertifikat dan hak tanahnya itu yang dibebaskan. Kalau misalnya nggak ada sertifikatnya bukan pembebasan namanya, mungkin nanti pemerintah yang tangani,”tegas Direktur Operasi dan Konstruksi PT. ITDC, Ngurah Wirawan usai acara penandatanganan kerjasama pengelolaan Bazar Mandalika di Bencingah Adiguna Alun – alun Tastura, Praya, Lombok Tengah, Jumat (26/4/2019)
Ngurah juga menyebutkan, banyak lahan di lokasi pembangunan Sirkuit Moto GP yang tidak memiliki Sertifikat. Namun Ngurah tidak menyebutkan berapa lahan yang telah dan belum bersertifikat, dan PT. ITDC hannya akan bernegosiasi terkait dengan harga lahan dengan warga yang memiliki Sertifikat.”Saya tidak tahu persis berapa yang sudah dan belum bersertifikat. Yang jelas lahan yang dibebaskan punya riwayat tanah. ITDC hannya bernegosiasi harga dengan warga yang memiliki Sertifikat,”ucapnya
Ngurah mengungkapkan, dari 5 hektar lahan yang digunakan untuk lokasi pembangunan Sirkuit Moto GP saat ini sebagain pembebasannya telah diselesaikan pembayarannya. Sedangkan sisanya saat ini masih dalam proses negosiasi dengan Tim Appraisal pembebasan lahan.”Dari 5 hektar, ada beberapa sudah diselesaikan, sebagian masih dalam proses Negosiasi harga dengan Tim Pengadaan lahan (Appraisal). Kita berharap bulan September – Oktober sudah rampung semua,”ungkapnya
Harga yang ditawarkan Tim Appraisal pembebasahan lahan kepada warga pemilik lahan yang telah bersertifikat, lanjut Ngurah, mulai dari Rp. 70 sampai dengan Rp. 80 juta per are.”Harganya Rp. 70 – Rp. 80 juta, dan sudah ada sebagian masyarakat yang telah menerima pembayaran,”tuturnya.
Untuk itu, Ngurah berharap dukungan dari semua pihak, untuk kelancaran pembebasan lahan, sehingga pembangunan Sirkuit Moto GP di KEK Mandalika Risort bisa berjalan dengan aman dan lancar.” Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan, dan Sosialisasi nanti juga akan dibantu Pemerintah Daerah,”ujarnya. [slNews – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan