Warga Giri Sasak Menjerit Kehausan, BPBD Lombok Barat Kehabisan Anggaran
SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Barat | Kekeringan yang melanda wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat dari Musim Kemarau Panjang Tahun 2018 ini semakin meluas, bahkan menyentuh hampir puluhan desa yang sebelumnya belum pernah terkena dampak kekeringan.
Akibatnya, warga mengalami krisis air cukup parah sehingga untuk kebutuhan sehari-hari pun tidak bisa dipenuhi.
Untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumsi, warga pun terpaksa membeli air. Sementara pihak BPBD Lombok Barat sendiri tidak bisa berbuat banyak, lantaran anggaran untuk droping air sudah habis.
Ditemui SuaraLombokNews.com, Kamis, (1/11/2018), Kepala Desa (Kades) Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, Hamdani mengatakan, kekeringan yang melanda desanya kali ini sangat parah sejak 4 bulan lalu. Enam dusun diwilayahnya terkena kekeringan, diantaranya Perendekan Utara, Perendekan Selatan, Lendang Sedi, Buntage, Tanak Putih. “Total 6 ribu jiwa lebih warga kami terdampak kekeringan yang tinggal di enam dusun itu, untuk konsumsi sehari-hari sangat susah. Terpaksa warga beli air, satu tandon Rp 200 ribu. Dengan kondisi seperti ini, masyakarat bergantung dari bantuan Polres, BPBD dan Damkar untuk sekedar kebutuhan minum dan masak beberapa hari saja,”keluhnya.
Hamdani menceritakan, akibat kesulitan mendapatkan air bersih, warga tidak bisa mandi dan mencuci, terkadang warga hanya mandi sekali sehari bahkan tidak pernah mandi sama sekali. Untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari saja, warga setempat terpaksa membeli air dengan harga per tandon Rp 200 ribu dimana satu tandon berisi 15.00 liter. Stok air inipun hanya bisa dipakai selama 2-3 hari, setelah itu habis. Warga Pun membeli air lagi untuk kebutuhan selanjutnya.
Kondisi ini lanjut Hamdani, sangat menambah beban warga, sebab belum lagi lahan pertanian mereka gagal panen akibat kekeringan dan kembali dibebani dengan membeli air. Warga terpaksa membeli air, sebab jika tak membeli air, warganya tak bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari.
Hamdani mengaku, telah mengusulkan ke Pemkab Lombok Barat agar dibangunkan Sumur Bor. Bupati Lombok Barat pun berjanji akan dibangunkan Sumur Bor pada APBD perubahan 2018. Memang ada dari Program Pamsimas, namun akibat kekeringan debet air berkurang sehingga hanya beberapa KK yang bisa memakai air Pamsimas itu. Sejak 4 bulan lalu menurin debetnya. Solusi harus nambah sumur bor, makanya mudahan bisa dibangun pada APBD-P Tahun ini,” harapnya.
Hamdani juga mengungkapkan, Di Desa Giri Sasak, saat ini hanya ada satu sumur bor yang dibangun pada tahun 2015 lalu. Rencananya tahun depan pihaknya berencana membangun 1 unit sumur Bor per dusun dari Dana Desa (DD) Giri Sasak. [slNews.com – lu]
Tinggalkan Balasan