Bikin Mancet, Pasar Gunung Sari Akan Direlokasi

Bikin Mancet, Pasar Gunung Sari Akan Direlokasi

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Barat | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mewacanakan Relokasi Pasar Gunung Sari di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Wacana Relokasi Pasar Gunung Sari itu menjadi bahan Rapat Kajian Aduan Masyarakat di Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (FLLAJ) Lombok Barat yang digelar di Aula Kantor Dinas Perhubungan Lombok Barat di Gerung, Kamis (27/09/2018).
Dalam Rapat tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barata H. Ahmad Saikhu menyampaikan, wacana Relokasi Pasar Gunung Sari itu sebagai Alternatif pemecahan masalah kemancatat arus lalulintas di ruas jalan utama Mataram – Lombok Utara.
Menurut Disnas Perhubungan Lombok Barat, Penyebab Kemancatan arus lalulintas yang terjadi di ruas jalan Mataram – Lombok Utara itu karena kondisi Pasar Gunung Sari yang sudah tidak layak untuk ditempati Pasca Gempa Bumi Lombok pada Bulan Agustus 2018 lalu.
Akibatnya, para pedagang di pasar Gunung Sari itu menggunakan Areal Parkir untuk berjualan, sehingga Badan Jalan di ruas jalan Mataram – Lombok Utara itu pun ikut beralih fungsi menjadi Areal Parkir dan Bongkar Muat Barang.” Terlebih lagi dihari – hari tertentu kemancatan arus lalin di ruas jalan itu sangat parah, dan jika diperempatan jalan Pasar Gunung Sari dipasang Traffict light, kemancatan arus lalulintas bisa berkilo-kilo meter,” ujar H. Ahmad Saikhu.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat, Agus Gubawan, membenarkan wacana Relokasi Pasar Gunung Sari tersebut.
Menurut Agus, para pedagang menggunanakan areal Parkir Pasar untuk berjualan, dikarenakan kondisi Pasar Gunung Sari yang tidak layak ditempati Pasca diguncang Gempa Bumi Lombok 7,0 SR.”Caranya kita relokasi pasar. Ini momentumnya untuk sekaligus kita melakukan penataan wilayah,” terangnya.
Agus menambahkan, Pemkab. Lombok Barat telah menyiapkan lahan milik Pemkab. Lombok Barat yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Gunung Sari saat ini, dengan luas lahan mencapai 11 hektar.”Lokasi lahan itu sekitar 100 meter dari Pasar Gunung Sari, lokasinya strategis dengan luas sekitar 11 hektar. Tetapi Kita paling butuhkan 2 hektar untuk pasar, sisanya untuk terminal mini dan fasilitas umum lainnya,”ujar Agus.
Kasus kemacetan arus lalulintas bukan satu-satunya aduan masyarakat yang ditindak lanjuti oleh FLLAJ Lombok Barat. Tercatat selama bulan ini saja, ada 11 aduan yang langsung ditindak lanjuti. Rata-rata aduan yang masuk adalah persoalan sekitar jalan raya yang jumlahnya selalu lebih dari 10 aduan setiap bulan. [slNews.com – lu]

No Responses

Tinggalkan Balasan