Pj. Kades Tumpak Akan Somasi Investor Nakal

Pj. Kades Tumpak Akan Somasi Investor Nakal

( Pj. Kepala Desa (Kades) Tumpak Lalu Sungkul )

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Tumpak Lalu Sungkul menyebut  banyak lahan investasi di wilayah Desa Tumpak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) ditelantarkan oleh Investor.” Luas lahan yang ditelantarkan puluhan hektar (ha),” sebut Lalu Sungkul, Rabu (5/4/2017).

Terlantarnya lahan di kawasan Pariwisata Pantai Mawun dan Pantai Are Guling itu, akibat dari tangan Investor nakal yang tidak kunjung membangun, salah satunya PT. Aratika yang hingga saat ini tidak ada tanda – tanda mulai membangun atau mengembangkan lahan di kawasan Pariwisata tersebut.”Lahan dikuasai, tetapi tidak membangun, ya jadilah lahan terlantar, dan ini yang akan kami bereskan,” kata Lalu Sungkul.

Pria yang kini menjabat Camat Pujut itu membeberkan, PT. Aratika memiliki lahan seluas 200 Ha lebih yang berlokasi di Pantai Are Guling Desa Tumpak.

Perusahaan tersebut, menurutnya terindikasi menterlantarkan lahannya puluhan tahun.

Atas dasar itu kemudian sejumlah warga menggarap lahan yang dimaksud, tanpa sepengetahuan perusahaan bersangkutan.” Lahan itu sudah puluhan tahun ditelantarkan, jadi jangan heran kalau ada warga yang menggarap lahan itu,” ucap Lalu Sungkul.

Akibat banyak lahan yang ditelantarkan, masyarakat Desa Tumpak merasa di rugikan dan merasa diperdaya oleh oknum investor nakal.

Untuk itu dalam waktu dekat ini, atas nama Masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Tumpak Akan melayangkan Somasi kepada PT. Aratika dan akan melayangkan surat pengaduan yang dialamatkan kepada Badan Pertanahan Nasional RI, Gubernur NTB dan Bupati Loteng.” Materi Somasi sudah kami siapkan, isinya tentang penelantaran kawasan oleh Investor, Somasi itu untuk  PT. Aratika,”ungkap Lalu Sungkul.

Untuk itu sebelum Somasi dilayangkan, Lalu Sungkul meminta kepada PT. Aratika dan Investor lainnya yang memiliki lahan di kawasan Pariwisata Pantai Mawun, Are Guling dan sekitarnya untuk datang menemui masyarakat Desa Tumpak, sehinga masyarakat mengetahui apa kendala dan masalah yang dihadapi Investor sehingga tidak kunjung membangun diatas lahan yang telah dikuasainya tersbut.” Sebelum di Somasi, saya minta mereka (Investor – red) datang, kalau ada kendala saya atas nama masyarakat siap  membantu dan mempasilitasi,” pintanya.

Somasi yang akan dilayangkan kepada PT. Aratika dan perusahaan lainnya yang diduga menelantarkan lahan di kawasan Pariwisata Pantai Are Guling, Mawun dan sekitarnya  merupakan wujud dari kekecewaan masyarakat Desa Tumpak.

Untuk itu dirinya selaku Pj. Kades Tumpak sekaligus Camat Pujut meminta kepada para Investor yang menguasai lahan  diwilayah Pariwisata Desa Tumpak untuk segera membangun.” Somasi ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan masyarakat, untuk itu saya minta Investor untuk segera membangun. Kalau tidak ada kejelasan, lebih baik lahan yang ditelantarkan Investor itu dikembalikan ke Negara,” ujar Lalu Sungkul. (slnews.com – rul)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan