Kantor Desa Disegel Warga, Kades Lapor Polisi

Kantor Desa Disegel Warga, Kades Lapor Polisi

kantor-desa-batu-tulis-disegel-wargaLombok Tengah, SuaraLombokNews, – Sejumlah warga Desa Batu Tulis Kecamatan Jonggat Lombok Tengah yang mengaku sebagai pemilik dan ahli waris lahan, menyegel Kantor Desa Batu Tulis, Sabtu, (15/10/2016) sekitar Pukul 07.30 Wita.

Oleh warga yang mengaku pemilik awal lahan tempat berdirinya kantor Desa Batu Tulis itu, menyegel Kantor Desa Batu Tulis menggunakan batang pohon Bambu.

Menurut ahli waris lahan, Penyegelan kantor Desa Batu Tulis itu dilakukan karena kesal atas sikap dari Kepala Desa (Kades) Batu Tulis Abdul Muhid yang diduga tidak tanggap dan respon terkait dengan persoalan lahan Kantor Desa Batu Tulis tersebut.” Kenapa kami segel,karena kecewa terhadap sikap Pak Kades, yang selalu menghindar dan tidak mau diajak membicarakan persoalan lahan kantor Desa ini, padahal dua bulan yang lalu sudah dirapatkan bersama seluruh tokoh masyarakat dan Pemdes Batu Tulis,” ucap Lalu Suardi ahli waris lahan Kantor Desa Batu Tulis.

Selain itu kata Lalu Suardi, penyegelan kantor Desa Batu Tulis itu dilakukan karena lahan tempat berdirinya Kantor Desa Batu Tulis tersebut merupakan hak milik orang tuanya dan tidak pernah di perjual belikan kepada pihak manapun.” Itu tanah orang tua kami, dan tidak pernah diperjual belikan kepada pihak manapun. Dulu akadnya tanah kami itu dipinjam sebagi Lokasi Pembangunan Kantor Desa,kalaupun dulu orang tua kami pernah menerima uang sebesar Rp. 150 ribu , akadnya bukan jual beli lahan melainkan uang itu sebagai upah kerja orang tua kami pada saat pembangunan Kantor Desa Batu Tulis,” katanya.

Sesuai hasil musyawarah dan kesefakatan keluarga besarnya, Lalu Suardi meminta Pemdes Batu Tulis untuk mengembalikan lahan miliknya, dan dirinya juga menolak jika ada tawaran lahan miliknya tersebut dibayar Pemerintah.” Intinya kami mau mengambil lahan itu, karena itu hak kami. Kalau ada yang mengaku lahan itu pernah dibayar tolong tunjukkan kepada kami bukti akte jual beli atau kwitansi pembayaran lahan,” ujarnya.

Tidak terima atas perbuatan warganya itu,Kades Batu Tulis Abdul Wahid langsung mengadukan penyegelan kantor Desa Batu Tulis tersebut ke Polres Lombok Tengah.” Yang kami laporkan penyegelan kantor Desa,” kata Abdul Muhid.

Selaku Kades, dirinya menyarankan kepada warga yang mengklaim kepemilikan lahan Kantor Desa Batu Tulis tersebut untuk menempuh jalur hukum, dan meminta kepada pihak Kepolisian untuk cepat tanggap terhadap persoalan penyegelan Kantor Desa Batu Tulis tersebut.” Sudah kami sarankan silakan tempuh jalur hukum, karena kantor desa itu Fasilitas Pemerintah. Dan meminta Polisi untuk cepat tanggap sebab kalau persoalan penyegelan itu dibiarkan berlarut – larut dikawatirkan terjadi bentrok fisik antara masyarakat umum dengan oknum warga yang mengklaim lahan Kantor Desa itu,”ucap Abdul Muhid.

Abdul Muhid mengungkapkan, dulu sebelum kantor Desa Batu Tulis di bangun, lahan yang waktu itu dikuasai 4 orang warga setempat yakni HL. Hambali, Mamik Janah, HL. Tamrin Diguna dan HL. Abahar alias Mamik Jasmani, telah dibayar luas oleh Pemerintah Kecamatan Jonggat waktu itu.” Lahan itu milik 4 orang, HL. Hambali, Mamik Janah, HL. Tamrin Diguna dan HL. Abahar alias Mamik Jasmani. Tiga orang sudah mengaku sudah lahan itu sudah dijual, sedangkan HL. Abahar alias Mamik Jasmani, sampai dengan saat ini tidak mau mengaku lahan itu sudah dijual, padahal dulu dia (HL. Abahar alias Mamik Jasmani) pernah menerima uang sebesar Rp. 150 ribu yang akadnya jual beli lahan,” ujarnya.

Terhadap persoalan sengketa lahan antara warga dengan Pemdes Batu Tulis tersebut, dalam waktu dekat ini Pemkab.Lombok Tengah akan turun ke Desa Batu Tulis dan akan berkoordinasi dengan pemerinah kecamatan setempat.” Informasi ini baru saya terima, nanti kita tindak lanjuti dan berkoodinasi dengan Camat Jonggat,” ujar Kabag Aset Setda Lombok Tengah H. Muhamad. |rul

No Responses

Tinggalkan Balasan