Lomba Panjat Pinang Makan Korban

Lomba Panjat Pinang Makan Korban

koban-panjat-pinang-ok1Lombok Tengah, SuaraLombokNews, – Lomba Panjat Pinang yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Lombok Tengah ke – 71 Tahun 2016, memakan korban jiwa, Sabtu, (15/10/2016).

Dua orang peserta Panjat Pinang yakni Heri 40 Tahun warga Desa Rembitan Kecamatan Pujut dan Jamaludin 32 Tahun warga Lingkungan Tengari Kelurahan Praya Kecamatan Praya Lombok Tengah, terjatuh setelah pohon Pinang yang dipanjatnya roboh.

Kedua korban lomba panjat pinang itu pun langsung dilarikan menggunakan dua unit Mobil Ambulance ke Puskesmas Praya untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat kejadian tersebut, Heri mengalami patah pianggang, sedangkan Jamaludin,mengalami luka memar di dada, pungung dan kepala.” Hasil pemeriksaan awal, keduanya mengalami benturan, kita opserpasi dulu selama 2 – 3 jam setelah itu nanti dilihat perkembangannya apakah di perbolehkan pulangkan atau harus menjalani rawat inap,” kata Dokter Puskesmas Praya dr. Sugeng.

Diduga robohnya pohon piang itu akibat dari kecerobohan panitian Lomba Panjat Piang HUT Lombok Tengah ke – 71 Tahun 2016.

Pada saat kejadian, posisi kedua peserta lomba Panjat Pinang berada di puncak pohon pinang dengan ketinggian kurang lebih 8 meter, disaat keduanya tengah memperebutkan bendera yang ditancamkan di puncak pohon pinang, tiba – tiba pohon pinang itu tumbang ke arah utara, dan kedua korban pun terjatuh.” Saya sudah duluan sampai di atas, tahu – tahu dia (Heri) sudah berada di bawah saya dan berusaha merebut bendera, setelah itu pohon pinang roboh,” cerita Jamaludin sembari merintih menahan rasa sakit didada,kepala dan kedua kakinya.

Jamaludin menduga robohnya pohon pinang yang ia panjat itu, karena kecerobohan panitia.

Pasalnya, Pohon pinang dengan ketinggian kurang lebih mencapai 8 meter itu hannya ditanam sedalam dua kepal telapak tangan orang dewasa atau sekitar 40 cm.

Akibatnya pohon pinang itu tidak kuat menahan beban dan getaran dan dari peserta Lomba Panjat Pinang.” Itu sudah menjadi hoby, tetapi kalau begitu cara kerjanya panitia, sama saja mau membunuh peserta,” ucap Jamaludin.

Untuk itu Jamaludin berpesan kepada Panitia Lomba Panjat Pinang itu serius memperhatikan keselamatan pemanjat, sehingga kejadian surupa tidak terulang kembali.” Masukan saya kerjanya jangan seperti itu lagi, supaya peristiwa serupa tidak terulang lagi,” pintanya.

Informasi yang berhasil dihimpun SuaraLombokNews, Pohon pinang yang roboh itu diketahui milik dua instansi yakni Dinas Pertanian dan Peternakan dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah.

Saat ini Polisi masih mendalami dan menyelidiki penyebab robohnya pohon pinang yang menalan dua korban jiwa pada perayaan HUT Lombok Tengah ke 71 Tahun 2016 tersebut. “ Kita dalami dan berkoordinasi dengan Panitia,” ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP. Arjuna Wijaya. |rul

No Responses

Tinggalkan Balasan