Diduga Depresi, Rainah Nekat Ceburkan Diri ke Sumur
SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Seorang ibu rumah tangga di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga sengaja menceburkan diri ke dalam sumur berkedalaman 13 meter yang ada dihalaman rumah salah seorang warga Dusun Sengkol, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Selasa (19/2/2019).
Sebelum ditemukan didalam dasar Sumur dalam keadaan sudah tidak bernyawa, korban sempat dilihat oleh salah seorang warga sekitar tengah berdiri dipinggir Sumur sekitar Pukul 10.15 Wita.”Korban sempat dilihat saksi berdiri di pinggir sumur. Saksi mengira korban akan menimba air, namun selang beberapa saat saksi sudah tidak melihat korban diareal sumur tersebut. Karena penasaran saksi menuju sumur tersebut dan melihat korban sudah berada didasar sumur yang memiliki kedalaman sekitar 13 meter,”ungkap Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa melalui Kapolsek Batukliang, IPTU Rijal, Selasa (19/2/2019).
Saksi yang pertama kali melihat korban berada di dalam dasar Sumur, berteriak minta tolong. Warga sekitar pun langsung berhamburan menuju tempat kejadian perkara (TKP), dan langsung mengevakuasi Jasad Korban dari dalam dasar sumur dengan menggunakan peralatan seadanya.”Sekitar Pukul 10.30 Wita warga dengan menggunakan alat seadanya berhasil mengevakuasi korban dan membawa korban ke rumahnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Setelah itu pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Babhinkamtibmas dan Polsek Batukliang guna penanganan lebih lanjut, dan menghubungi pihak Puskesmas Aik Darek guna memastikan status kematian korban,” tutur IPTU Rijal
Oleh pihak keluarga korban, lanjut IPTU Rijal, menerima kematian korban sebagai musibah, dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad Korban.” Dari keterangan saksi – saksi korban terindikasi mengalami ganguan jiwa, sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil digagalkan oleh pihak keluarga. Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban, dan menerima kematian korban sebagai musibah, pihak keluarga korban juga bersedia menandatangani pernyataan penolakan dilakukan Otopsi terhadap jasad korban,” ujarnya. [slNews.com – rul]

Tinggalkan Balasan