SHOPPING CART

close

Pemberitaan “Aib Sang Guru”, Pimpinan Ponpes Abulbarokat Wannafahat Bunkate Lombok Tengah Siap Tempuh Jalur Hukum

Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Siap Tempuh Jalur Hukum
Pimpinan Ponpes Abulbarokat Wannafahat Bunkate, TGH. Muhammad Imanuddin Sumar didampingi kuasa hukumnya Yuda Aditia Maatfa, SH, menyampaikan hak jawab dan klarifikasi Kautaman, Kota Mataram, Rabu (23/9/2026) malam.

SUARALOMBOKNEWS | Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abulbarokat Wannafahat Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Muhammad Imanuddin Sumar, menyampaikan hak jawab dan klarifikasi terkait pemberitaan BBC News berjudul “Aib Sang Guru” yang menyoroti persoalan pribadi yang dikaitkan dengan dirinya.

Hak jawab dan klarifikasi tersebut disampaikan TGH. Muhammad Imanuddin Sumar didampingi kuasa hukumnya, Yuda Aditia Maatfa, SH., dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Kautaman, Kota Mataram, Rabu (23/9/2026) malam.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar mengatakan, hak jawab tersebut disampaikan sebagai bentuk upaya untuk memberikan penjelasan sekaligus meluruskan informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.“Sehubungan dengan pemberitaan yang dirilis oleh BBC News dengan judul ‘Aib Sang Guru’ yang menyoroti permasalahan pribadi saya, bersama ini saya menyampaikan hak jawab dan klarifikasi resmi,” ucapnya

Menurut TGH. Muhammad Imanuddin Sumar, langkah tersebut ditempuh dengan itikad baik untuk menjaga keberimbangan informasi dan akurasi pemberitaan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar menegaskan bahwa berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya dalam pemberitaan tersebut menurut versinya tidak benar dan tidak mendasar.“Saya menyatakan dengan tegas dan meluruskan bahwa seluruh hal yang dituduhkan kepada saya dalam pemberitaan tersebut adalah tidak benar dan tidak mendasar,” tegasnya.

Terkait rekaman suara yang ditayangkan dalam pemberitaan BBC News, TGH. Muhammad Imanuddin Sumar menyatakan bahwa rekaman tersebut menurutnya bukan merupakan bentuk pengakuan sebagaimana yang dapat dipersepsikan dalam pemberitaan.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar menjelaskan, pembicaraan dalam rekaman tersebut merupakan bagian dari upaya tabayyun atau klarifikasi yang dilakukan bersama saudara Yusron dan sejumlah santri yang disebut sebagai pihak yang diduga menjadi korban.“Langkah ini saya ambil secara persuasif untuk menepis isu miring yang disebarkan dalam bentuk draf teks berisi klaim sepihak dari terduga korban, agar tidak menjadi liar dan berkembang menjadi opini publik yang buruk,” katanya.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar juga menegaskan bahwa upaya tabayyun tersebut dilakukannya karena kekhawatiran terhadap dampak isu yang berkembang terhadap keberlangsungan Pondok Pesantren Abulbarokat Wannafahat Bunkate.

Menurut TGH. Muhammad Imanuddin Sumar, persoalan yang sedang dihadapinya merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi pondok pesantren yang selama ini dipimpinnya.“Permasalahan ini merupakan persoalan pribadi saya dan sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan institusi pondok pesantren,” ujarnya.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar juga menyatakan siap menghadapi proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengatakan, proses hukum akan dijalani untuk membuktikan kebenaran secara objektif. “Sebagai warga negara yang menghormati supremasi hukum, saya menyatakan siap menghadapi sendiri seluruh proses hukum yang sedang berjalan demi membuktikan kebenaran yang sesungguhnya secara objektif,” katanya.

Mundur dari Jabatan di Pondok Pesantren.

Di tengah situasi yang berkembang dan menjadi perhatian publik, TGH. Muhammad Imanuddin Sumar juga menyampaikan keputusan untuk mundur dari seluruh jabatan yang diembannya di Pondok Pesantren Abulbarokat Wannafahat Bunkate maupun pondok pesantren lainnya.

Keputusan tersebut, kata TGH. Muhammad Imanuddin Sumar, diambil agar proses belajar-mengajar di lingkungan pondok pesantren tetap berlangsung normal dan tidak terganggu oleh persoalan pribadi yang sedang dihadapinya.“Saya mengambil keputusan besar, dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepas semua jabatan saya di Pondok Pesantren Abulbarokat Wannafahat Bunkate dan di ponpes yang lainnya,” ungkapnya.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar menegaskan, dirinya tidak ingin persoalan pribadi yang sedang dihadapi berdampak terhadap aktivitas pendidikan para santri.“Saya pribadi sangat tidak rela dan tidak ridho jika kegiatan proses menuntut ilmu di Pondok Pesantren Abulbarokat Wannafahat Bunkate berhenti gara-gara fitnah dan tuduhan-tuduhan yang tidak benar sama sekali,” tegasnya.

Siapkan Langkah Hukum.

Selain memberikan klarifikasi, TGH. Muhammad Imanuddin Sumar menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menurutnya telah menyebarkan tuduhan yang tidak benar dan merugikan nama baiknya.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar menyebut akan melaporkan saudara Yusron kepada pihak berwajib. Menurutnya, sangkaan yang berkembang bersumber dari draf teks yang dibuat secara sepihak.“Seluruh sangkaan yang berkembang bersumber dari draf teks yang dibuat secara sepihak oleh yang bersangkutan tanpa melalui proses tabayyun terlebih dahulu dengan saya, melainkan langsung menyebarkan isu-isu yang belum teruji kebenarannya,” katanya.

Selain itu, TGH. Muhammad Imanuddin Sumar juga menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap BBC News terkait produk jurnalistik yang telah dipublikasikan.

Menurut TGH. Muhammad Imanuddin Sumar, pemberitaan tersebut dinilai sepihak dan tidak berimbang serta telah menimbulkan kerugian materiil maupun immateriil terhadap dirinya.“Terkait penayangan produk jurnalistik tersebut, saya juga akan mengambil langkah hukum dan melaporkan pihak BBC News. Keputusan ini saya ambil karena pemberitaan tersebut bersifat sepihak, tidak berimbang serta secara nyata telah menimbulkan kerugian materiil maupun immateriil yang sangat besar bagi pribadi saya,” ujarnya.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar juga mengungkapkan dampak yang dirasakan dirinya dan keluarganya akibat pemberitaan tersebut.

“Akibat dari penayangan berita BBC News yang tidak berimbang ini, kondisi psikologis saya dan keluarga besar saya sangat terpukul. Tuduhan-tuduhan yang tidak benar telah menimbulkan beban sosial dan konsekuensi moral yang begitu besar serta merusak tatanan kehidupan pribadi dan keluarga kami,” katanya.

Di akhir pernyataannya, TGH. Muhammad Imanuddin Sumar meminta pihak media yang bersangkutan memuat hak jawab dan pernyataan sikap tersebut secara proporsional.

TGH. Muhammad Imanuddin Sumar berharap hak jawab tersebut dapat dipublikasikan pada kesempatan pertama melalui seluruh platform publikasi yang sama dengan tempat pemberitaan sebelumnya dimuat.“Saya berharap media yang bersangkutan mau memuat hak jawab ini sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap Kode Etik Jurnalistik, serta untuk memenuhi hak jawab yang disampaikan oleh saya sebagai pihak yang merasa dirugikan,” pungkasnya. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Pemberitaan “Aib Sang Guru”, Pimpinan Ponpes Abulbarokat Wannafahat Bunkate Lombok Tengah Siap Tempuh Jalur Hukum

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2026
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

STATISTIK