Embung Bidadari Dikhawatirkan Mendorong Sifat Syirik, TGH Ibnu Halil Minta Pemerintah Ambil Tindakan Tegas

LOMBOK TENGAH | Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), TGH Ibnu Halil khawatir terhadap aktivitas masyarakat yang mandi berendam bahkan meminum air Embung (Waduk) Bidadari di Desa Saba, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bisa mendorong umat Islam memiliki sifat syirik, atau mengakui air dan lumpur Embung Bidadari sebagai penyembuh penyakit.
Pembina Yayasan Pondok Pesantren Inen Lemo Beleke itu meminta agar umat Islam tidak mudah percaya terhadap cerita yang mengatakan Air dan Lumpur Embung Bidadari bisa menyembuhkan segala macam penyakit. “Kalau salah memahami bisa menimbulkan kemusyrikan. Untuk itu, saya atas nama DPD RI dan kami dari para Tuan Guru meminta kepada Pemerintah untuk mengambil tindakan tegas, menutup aktivitas masyarakat di Embung Bidadari,” pinta TGH Ibnu Halil usai menyampaikan tausiah pada pengajian umum yang rutin dilaksanakan di Komplek Yayasan Pondok Pesantren Inen Lemo Beleke, di Desa Beleke, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Sabtu, (27/8/2022).
TGH Ibnu Halil juga meminta masyarakat untuk tidak percaya terhadap informasi yang mengatakan ada tokoh agama yang pernah datang mandi ke Embung Bidadari. “ Kalau ada yang mengatakan ada tuan guru yang menyuruh mandi dan ada tuan guru yang datang mandi ke Embung Bidadari itu bohong, itu informasi dan cerita bohong dan menyesatkan umat,” sebutnya
Dalam waktu dekat ini, TGH Ibnu Halil bersama para tuan guru akan turun ke Embung Bidadari untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kemusyrikan. “ Kami akan turun ke Embung Bidadari, meminta masyarakat untuk tidak percaya terhadap khasiat Embung Bidadari, karena khasiat itu tidak benar, dan Ini yang perlu segera diluruskan,” ujarnya
Masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Lombok datang berbondong – bondong ke Embung Bidadari setelah dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.
Tidak hanya berendam dan mandi, bahkan ada masyarakat yang meminum air Embung Bidadari yang terlihat berwarna coklat pekat dan keruh itu.
Aktivitas masyarakat di Embung Bidadari itu pun menjadi viral di Media Sosial.
Menanggapi fenomena Embung Bidadari, Dinas Kesehatan Lombok Tengah telah melakukan uji laboratorium terhadap kandungan air Embung Bidadari. Hasilnya air Embung Bidadari tidak layak untuk Mandi dan Minum, dan air Embung Bidadari juga memiliki kandungan Tinja. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan