Malaysia Tutup Sementara, Disnakertrans Lombok Tengah Terbang ke Jakarta Bawa Aspirasi P3MI

LOMBOK TENGAH | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membawa aspirasi dan akan menyampaikan harapan serta tuntutan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang ada di Lombok Tengah dan NTB pada umumnya kepada Pemerintah Pusat terkait dengan penutupan sementara pemberangkatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Malaysia. “ Besok pagi (Selasa,17/7) saya akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi P3MI kepada ibu Menteri Tenaga Kerja, sehingga ada solusi dan jalan keluar terkait dengan penundaan pemberangkatan Calon PMI ke Malaysia. Memang penundaannya tidak lama, paling lama 1 bulan, tapi penundaan itu tentu akan berdampak kepada Calon PMI dan P3MI,” kata Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lombok Tengah, H. Lalu Samsul Rijal pada acara pertemuan dan silaturahmi Disnakertrans Lombok Tengah dengan para Direktur dan Kepala Cabang P3MI di Aula Disnakertrans Lombok Tengah, Senin, (26/7/2022).
Rijal menegaskan, penundaan sementara pemberangkatan Calon PMI tujuan Malaysia merupakan salah satu bentuk sikap tegas Pemerintah RI terhadap sikap Kerajaan Malaysia yang tidak komitmen dengan MoU dengan Pemerintah RI. ”Dipending satu bulan untuk memberikan pelajaran kepada Malaysia yang tidak komitmen dengan MoU. Contoh ada visa pelancong diubah jadi visa kerja, itu yang buat marah Pemerintah RI. Saat ini Malaysia sedang membutuhkan PMI untuk bekerja di ladang. InsyaAllah satu bulan sudah ada hasil. Untuk itu P3MI diminta bersabar, jangan sampai P3MI kalah dengan jalur ilegal, begitu dibuka semua sudah siap dan proses Rekom ID tetap berjalan seperti biasa di Dinas, begitu dibuka semua sudah siap diberangkatkan,” ucapnya
Disnakertrans Lombok Tengah kata Rijal, terus berupaya meningkatkan pelayanan prima, cepat dan kemudahan pelayanan kepada Calon PMI, sehingga para Calon PMI cepat bekerja di luar Negeri. “ Kami ingin bagaimana saudara – saudara kita cepat bekerja. Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan, prima, cepat dan mudah. Contoh di loket Dukcapil kekurangan staf, kami minta penambahan, sekarang sudah ada penambahan staf, begitu juga dengan petugas Imigrasi. Dan mulai besok semua nama P3MI harus tercantum di baliho yang akan kita pasang di papan Informasi Disnakertrans,” tuturnya
Dalam kesempatan tersebut, Rijal meminta kepada P3MI untuk menulis apa yang menjadi harapannya kepada Pemerintah Pusat. “ Apa yang menjadi aspirasi dan harapan P3MI akan kami sampaikan ke ibu Menteri,” ujarnya
Dalam kesempatan itu juga, perwakilan P3MI meminta kepada Disnakertrans Lombok Tengah untuk menyampaikan harapan dan tuntutan P3MI kepada Pemerintah Pusat yakni mencabut moratorium pemberangkatan PMI sektor Informal ke Arab Saudi. “ Kami minta Moratorium sektor Informal ke Arab Saudi dicabut dan pemberangkatan calon PMI Informal ke Arab Saudi dibuka kembali, terlebih lagi saat ini pandemi Covid-19 sudah tertangani dengan baik. Jika Moratorium tidak dicabut, maka NTB akan selalu dicap sebagai daerah pemberangkatan PMI Ilegal ke Arab Saudi,” pinta Direktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bunda Sejati, H. Nursim. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan