SHOPPING CART

close

Aksi Kucing Kucingan ASN Saat Kegiatan Kemah dan Gotong Royong Bupati Lombok Tengah di Jembatan Pemoles Demi TPP

Kegiatan Gotong Royong Pembangunan Jembatan Pemoles
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri bersama ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah Gotong Royong membangun Jembatan Pemoles, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu, (16/7/2022).

LOMBOK TENGAH |  Kegiatan Kemah dan Gotong Royong Pembangunan Jembatan Pemoles, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat setempat tidak berjalan mulus seperti yang telah direncanakan.

Sebelum melaksanakan Gotong Royong pada Sabtu, (16/7/2022), Seluruh ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah, khususnya ASN laki – laki diwajibkan untuk berkemah dan mengikuti kegiatan Gotong Royong berangkat dari Kantor Bupati Lombok Tengah di Praya ke lokasi Pembangunan Jembatan Pemoles pada Jumat sore, (15/7/2022) dengan mengendarai sepeda motor. 

Pantauan suaralomboknews.com, Jumat, (15/7/2022) di lokasi pembangunan Jembatan Pemoles, ada sebagian ASN  yang sudah lebih dulu datang dan membangun tenda di kawasan hutan lindung dan sebagian ASN yang datang terlambat terlihat kebingungan mencari lokasi untuk memarkirkan kendaraan dan mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum mengikuti kegiatan Gotong Royong.

Saat tiba di lokasi pembangunan Jembatan Pemoles, meskipun terlihat lelah setelah menempuh perjalanan dari Praya ke Pemoles atau dari rumah masing – masing dengan melintasi jalan berdebu dan berlubang, para ASN laki – laki langsung mencari lokasi atau posko Dinas / Instansi tempat mereka bertugas untuk mengisi daftar hadir atau Absensi. Sebab jika tidak mengisi daftar hadir Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka akan dipotong.

Namun setelah mengisi daftar hadir, terlihat sejumlah ASN memilih meninggalkan lokasi pembangunan Jembatan Pemoles dan tidak mengikuti kegiatan Kemah bersama Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul dan sejumlah ASN yang tidak membawa tenda dan memilih tetap di Pemoles kebingungan mencari tempat untuk beristirahat dan tidur.

Pada Sabtu pagi, (16/7/2022), sebelum kegiatan Gotong Royong dimulai, terlihat sejumlah ASN laki – laki datang ke lokasi Pembangunan Jembatan Pemoles dan langsung bergegas mengisi daftar hadir di Dinas/Instansi tempat mereka bertugas. Namun, begitu kegiatan Gotong Royong yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Tengah dimulai, sejumlah ASN malah buru – buru meninggalkan lokasi kegiatan Gotong Royong, bahkan saat kegiatan gotong royong berlangsung ada sejumlah ASN yang hanya melihat dari jauh dan tidak ikut bergotong royong membangun Jembatan Pemoles.

Pada Jumat malam, Bupati Lombok Tengah berdiskusi dengan  seluruh pejabatnya dan juga Camat serta Kepala Desa terkait dengan rencana kegiatan gotong royong. 

Dalam diskusi tersebut, Kepala Desa (Kades) Montong Sapah, Darbe menyampaikan, ada tiga dusun di Desa Batu Jangkih dengan ratusan KK dan Dua Dusun di Desa Montong Sapah tidak bisa melalui jembatan tersebut saat air kali meluap. Saat musibah terputusnya jembatan, air kali meluap dan menenggelamkan jembatan darurat yang dibuat pemerintah belasan tahun lalu. Air kali yang membawa sampah dan kayu kayuan kemudian menyumbat aliran air di jembatan. Akibat terlalu deras, jembatan terputus. Warga masyarakat, terutama anak anak sekolah tidak bisa melalui jembatan Pemoles

Darbe juga menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bupati Lombok Tengah yang amat perhatian terhadap jembatan yang menghubungkan dua wilayah Desa tersebut. “Terimakasih pak Bupati dan seluruh jajarannya telah perhatian kepada kami, apalagi pak Bupati sampai berat beratin menginap di lokasi hanya untuk melihat jembatan yang rusak parah itu, kami masyarakat Montong Sapah maupun Batu Jangkih berterima kasih,” ucapnya

Selain Jembatan Pemoles, Darbe juga berharap kepada Bupati Lombok Tengah untuk memperbaiki jalan Kabupaten sepanjang 5 kilometer di desanya termasuk juga mengaspal ruas jalan menuju Jembatan Pemoles.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rahadian mengatakan pembangunan jembatan dilakukan melalui dana Tanggap Bencana sebesar Rp 300 juta. Sementara biaya pembangunan Jembatan membutuhkan dana Rp 1,2 milyar. Sementara dana dari Pemprov NTB tidak ada sama sekali. 

Menyikapi hal itu Bupati Lombok Tengah tetap memaksa untuk dibangun meskipun dengan dana hanya Rp. 300 juta saja. “Dana tanggap bencana itu hanya untuk pembelian material saja sementara konstruksi bangunan merupakan sumbangan pihak ketiga, tidak ada dana dari Pemprov,” ungkap Lalu Rahdian.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri mengatakan jembatan ditargetkan selesai pada bulan Agustus mendatang karena itu pihaknya meminta Jajarannya agar mempercepat pembangunannya. 

Terkait dengan akses jalan Pemoles, Lalu Pathul berjanji akan mengaspal jalan tersebut dengan catatan jalan tersebut harus ditingkatkan statusnya dari jalan Desa menjadi jalan Kabupaten. Untuk itu Bupati meminta Kades untuk berurat ke Dinas PUPR terkait perubahan status itu. “Kita naikkan status jalannya dahulu baru kita berfikir untuk dihotmikan” ucapnya.

Lalu Pathul juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak terutama masyarakat Dusun Pemoles dan Batu Jangkih yang telah ikut serta bersama dengan ASN lingkup Pemkab Lombok Tengah melakukan kegiatan gotong royong. Semoga Jembatan ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat kedua desa itu. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Aksi Kucing Kucingan ASN Saat Kegiatan Kemah dan Gotong Royong Bupati Lombok Tengah di Jembatan Pemoles Demi TPP

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juli 2022
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK