Jaga Kebersihan, Origen Hotel Kute Bersama FP3LT Tata dan Timbun Jalan Berlubang

LOMBOK TENGAH | Origin Hotel Kute yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Forum Pemuda Peduli Pariwisata Lombok Tengah (FP3LT) melaksanakan kegiatan Gotong Royong.
Dalam kegiatan Gotong Royong yang dilaksanakan pada Minggu pagi, (29/5/2022), Origin Hotel Kute bersama FP3LT membersihkan ruas jalan Desa menuju Origin Hotel Kute yakni ruas jalan Desa Kute – Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Selain membersihkan dan menata ruas jalan Desa Kute – Sukadana, Origin Hotel Kute bersama FP3LT juga menimbun ruas jalan desa yang berlubang dan bergelobang dengan mengunakan material tanah. “ Selain bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan, kegiatan gotong royong dengan menimbun jalan Desa yang berlubang dan bergelombang dengan tanah yang kami laksanakan bersama management Origin Hotel Kute juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan wisatawan saat melintas di jalan Desa Kute – Sukadana,” kata Ketua Umum (Ketum) FP3LT, Alus Darmiah G.
Alus mengajak seluruh lapisan masyarakat, Wisatawan dalam maupun luar negeri dan para pelaku Pariwisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, khususnya yang ada di KEK The Mandalika untuk bersama – sama menjaga kebersihan .” Kebersihan sebagian dari Iman. Untuk itu mari kita bersama – sama menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan, mulai dari lingkungan tempat tinggal, kawasan pariwisata hingga lingkungan tempat kerja. Dan kegiatan gotong royong membersihkan, menjaga dan menimbun jalan Desa Kute – Sukadana didukung penuh oleh pihak Management Origin Hotel Kute,” ucapnya
Menurut Alus, kebersihan seringkali menjadi salah satu masalah yang mengganggu di kawasan wisata. Yang tadinya wisatawan bisa menikmati pemandangan yang indah tapi karena sampah keindahan tempat wisata pun bisa berkurang.
Akhirnya pengunjung pun menyalahkan pihak pengelola, tak jarang juga menyalahkan pemerintah atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan tersebut. Padahal hal ini juga berasal dari pengunjung itu sendiri. “Dengan alasan letak tempat sampah yang jauh para pengunjung pun dengan sesuka hati membuang sampah di mana saja. Atau jika tak ingin terlihat, mereka menyelipkannya di daerah yang tak mudah dijangkau mata, seperti yang sering saya temukan ada pengunjung yang menutup sampahnya dengan Pasir Pantai,” sebut Alus
Masalah kebersihan dan sampah ini lanjut Alus, sebenarnya sederhana. Jika ada kesadaran membuang sampah pada tempatnya, atau menyimpan terlebih dahulu sampai ditemukan tempat sampah, mungkin fenomena menumpuknya sampah di tempat wisata sudah tidak dirasakan lagi. “ Untuk itu, mari kita sama – sama menjaga kebersihan, termasuk para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan pantai juga harus menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan