Hardiknas 2022, 74 Guru di Lombok Tengah Dijadikan Guru Penggerak

LOMBOK TENGAH | Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Pathul Bahri memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis, (12/5/2022).
Peserta upacara Hardiknas dari kalangan ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah mengenakan pakaian Adat Sasak.
Dalam sambutannya, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, bahwa pada tahun 2022, bangsa Indonesia kembali diajak untuk bersama-sama menatap tentang sejauh mana kabar pendidikan bumi pertiwi saat ini. Pada 2 Mei merupakan tanggal yang spesial, istimewa, sekaligus bersejarah. Karena memang selain menjadi peringatan hardiknas, namun 2 Mei pula merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. “Berbicara tentang hari pendidikan nasional, maka kita pula perlu berbicara tentang situasi, kondisi, keadaan, serta arah pendidikan Indonesia saat ini. Sebagaimana yang kita rasakan bersama, era pendidikan sudah bergerak menuju arah kemerdekaan belajar, di mana para pembelajar didesak untuk lebih akrab dengan teknologi seraya mewujudkan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman,”katanya
Jikalau dulu pendidikan dan pembelajaran berfokus pada ketercapaian kompetensi, penguasaan materi, serta ketuntasan kurikulum, maka di era merdeka belajar saat ini arah pembelajaran bergeser kepada pemenuhan kebutuhan siswa demi kemudahan penggapaian cita-cita. Maka, bukanlah hal yang mudah bagi para generasi muda untuk langsung terjun ke lapangan. Apalagi jika bekalnya hanya teori, buku paket, serta catatan kecil yang terpampang di papan tulis. “Sebagai seorang generasi muda, kita semua memiliki peran yang besar untuk mewujudkan kemerdekaan belajar. Bukan hanya sekedar pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan yang perlu kita wujudkan melainkan juga penguasaan kompetensi dan literasi digital,” ucap H. Lalu Pathul
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB itu menegaskan, sudah bukan rahasia lagi bahwa kualitas pendidikan Indonesia saat ini sedang dipertanyakan. Menilik dari skor programme For International Student Assessment (PISA) tahun terakhir, Indonesia masih duduk di deretan peringkat terendah. Dari sini kuat dugaan sebenarnya sebobrok apa kabar literasi para generasi muda. Padahal kalau urusan baca-membaca, generasi muda tidaklah semalas itu, dan Indonesia pun sebenarnya tidak kekurangan bahan-bahan literasi. “Tapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan di setiap era pun berbeda. Termasuk pada dua tahun terakhir. Bumi pertiwi sempat diguncang oleh wabah pandemi covid-19 yang kemudian berefek besar terhadap eksistensi pendidikan dan segala bidang. Atas hal tersebut, seakan-akan pendidikan kita tampak semakin terpuruk,”terang H. Lalu Pathul
Masalah-masalah seperti kesenjangan fasilitas pendidikan, rendahnya kompetensi guru, serta tingginya angka anak putus sekolah adalah luka yang nyata bagi cita-cita pendidikan Indonesia. Meski begitu, generasi muda Indonesia tidaklah selemah itu. “Kita adalah bangsa yang kuat, bangsa yang pantang menyerah, dan bangsa yang terus ingin bertumbuh dan belajar. Peran para generasi muda saat ini amatlah penting. Tidak hanya terbatas di dalam kelas, anak-anak bangsa sejatinya bisa berkontribusi lebih untuk mewujudkan kemerdekaan belajar,”sambung H. Lalu Pathul
Dengan ilmunya, generasi muda bisa ikut berkontribusi di masyarakat. Dengan keterampilannya, generasi muda bisa membuka lapangan pekerjaan, berbagi ilmu, serta ikut mengharumkan bangsa Indonesia dengan karya. “Maka kita sebagai anak-anak bangsa perlu meningkatkan kepercayaan diri, keberanian, jiwa nasionalisme, serta pantang untuk berpatah arang di segala keadaan,”tegas H. Lalu Pathul
Sementara itu, pada peringatan Hardiknas 2022 Pemkab Lombok Tengah, menjadikan 74 guru sebagai guru penggerak.
Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi kepada guru yang lain, agar kedepan bisa menerapkan ilmunya lebih maksimal kepada para peserta didik. Terlebih guru penggerak ini, memiliki berbagai kelebihan terutama dalam hal keterampilan.
74 guru penggerak ini sebelumnya sudah dilakukan seleksi. Mulai dari usia dan berbagai kriteria lainnya, bahkan kedepan jika 74 guru ini bisa lolos menjadi guru penggerak, maka mereka akan bisa menempati jabatan sebagai kepala sekolah “Guru penggerak ini memiliki pemahaman teknologi yang lebih bagus dari yang lain, guru penggerak ini kita lakukan dalam rangka peningkatan mutu dan memang kita sedang fokus di guru saja. Ke depan ini akan menjadi motivasi bagi guru lainnya, untuk terus berinovasi dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah, H Lalu Idham Khalid. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan