Ramadhan – Lebaran Aman, AKBP Hery Jadi Pating Lage Lombok Madie

LOMBOK TENGAH | Kinerja Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah tongkat Komando AKBP Hery Indra Cahyono dalam menciptakan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, nyaman dan kondusif selama bulan Suci Ramadhan 1443 H sampai dengan malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Lombok Tengah, salah satunya dari tokoh masyarakat, adat dan budaya Lombok Tengah, H. Lalu Putria. “ Alhamdulillah selama bulan suci Ramadhan gangguan kamtibmas berkurang, masyarakat khusyuk melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah di masjid- masjid dan mushola tanpa terganggu dengan suara petasan,” ucap H. Lalu Putria melalui sambungan telepon kepada suaralomboknews.com, Selasa, (3/5/2022).
Menurut mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah itu, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono telah mengayomi, melindungi, melayani masyarakat Lombok Tengah dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Bumi Tatas Tuhu Trasna. “ Selama bulan puasa, masyarakat bisa khusyuk beribadah, tidak lagi khawatir dengan gangguan Kamtibmas dan tidak terganggu dengan suara petasan. Malam takbiran hari raya Idul Fitri juga berjalan dengan aman, nyaman dan kondusif, pawai Lampion yang dilaksanakan di seluruh wilayah Desa/Kelurahan berlangsung meriah, berjalan dengan aman dan lancar,” ucap H. Lalu Putria
Atas keberhasilan AKBP Hery dalam menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif di tengah – tengah masyarakat Lombok Tengah, lanjut H. Lalu Putria, AKBP Hery layak disebut dan dinobatkan menjadi Pating Lage Lombok Madie atau dalam bahasa Indonesia Pemimpin Keamanan di Lombok, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. “ Gelar Pating Lage Lombok Madie untuk pak Kapolres, bukan diberikan begitu saja, melainkan melalui penilaian dan sesuai dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu ngiring sami (mari sama – sama) peririq bale langgaq (memperbaiki, menjaga rumah/keluarga), gubuk gempeng (memperbaiki, menjaga kampung,lingkungan,dusun dan desa), gumi paer (memperbaiki dan menjaga wilayah Kabupaten, Provinsi dan NKRI),” pungkasnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan