SHOPPING CART

close

Diduga Security Turunan TOA Mushola, SWIM Minta Tampah Hills di Lombok Tengah Ditutup Sementara

SWIM
Dari kiri : Ketum SWIM, Lalu Alamin – Manajemen Tampah Hills, Imam Wahyudi

LOMBOK TENGAH | Warga Dusun Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dibuat geram oleh sikap manajemen Tampah Hills Resort Hotel di Dusun Lancing, Desa Mekar Sari yang diduga menyuruh 4 orang Security untuk menurunkan dan menyembunyikan mesin pengeras suara berupa TOA dan Ampli Power milik Mushola Nurul Iman Lancing. 

Peristiwa penurunan TOA Mushola Nurul Iman Lancing yang diduga dilakukan oleh 4 orang Security Tampah Hills Resort Hotel terjadi pada Rabu, (27/4/2022) atau sebelum waktu berbuka puasa.

Diduga, 4 orang Security Tampah Hills Resort Hotel disuruh dan diupah Rp 7 juta oleh pihak manajemen Tampah Hills Resort Hotel yang diduga terganggu dengan suara azan dan suara tadarusan yang berlangsung selama bulan Suci Ramadhan 1443 H/2022 M di Mushola Nurul Iman Lancing.

Selain dikecam warga, perbuatan pihak manajemen Tampah Hills Resort Hotel yang diduga memerintahkan 4 orang Security untuk menurunkan dan menyembunyikan TOA Mushola Nurul Iman Lancing itu juga mendapat kecaman dari Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM).

SWIM meminta kepada pihak berwenang untuk menutup sementara seluruh aktivitas yang ada di Tampah Hills Resort Hotel. “Demi kondusifitas, SWIM meminta Tampah Hills Resort Hotel sementara dikosongkan dan ditutup,” pinta Ketua Umum (Ketum) SWIM, Lalu Alamin, Kamis, (28/4/2022).

Anggota dan pengurus SWIM yang sebagian dari bagian selatan Lombok Tengah kata Lalu Alami, selama ini tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait dengan pembangunan Tampah Hills Resort Hotel yang ada di wilayah Selatan Lombok Tengah tepatnya di Dusun Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat. “Sebagai warga selatan kami juga belum mendapat sosialisasi tentang pembangunan Tampah Hills Resort Hotel yang menurut info yang beredar Tampah Hills Resort Hotel adalah proyek besar, tetapi sangat tertutup dan terlihat menjauh dari masyarakat sekitar,” katanya

SWIM juga sangat menyayangkan sikap manajemen Tampah Hills Resort Hotel yang tidak mambangun komunikasi dengan masyarakat sekitar. 

Tampah Hills Resort Hotel lanjut Lalu Alamin, justru mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar untuk menjalankan ibadah dengan dugaan menurunkan dan menyembunyikan TOA Mushola. “SWIM menyayangkan management Tampah Hills Resort Hotel tidak membangun komunikasi yang baik dengan warga ketempatan. Untuk itu demi kondusifitas, kami minta Tampah Hills Resort Hotel untuk sementara di kosongkan dan ditutup,” ujarnya

Sebelumnya warga Dusun Lancing menyebutkan, 4 orang Security diduga disuruh oleh manajemen Tampah Hills Resort Hotel untuk menurunkan dan menyembunyikan TOA milik Mushola Nurul Iman Lancing. ” TOA Mushola diturunkan dan dibawa oleh 4 orang security yang disuruh oleh Manajer Tampah Hill pak Imam dengan menerima bayaran Rp 7 juta. Kejadiannya kemarin (Rabu) sebelum buka puasa, TOA sudah diturunkan dan dibawa kabur oleh Security Tampah Hill,” ungkap Balok, warga Dusun Lancing Desa Mekar Sari, Kamis, (28/4/2022).

Karena tidak terima terhadap sikap pihak manajemen Tampah Hill, warga langsung melaporkan kejadian mesin TOA yang diturunkan dan dibawa kabur oleh Security Tampah Hill ke Polres Lombok Tengah.” Kami akan melapor ke Polres Lombok Tengah, ini masalah agama, masalah pencurian. Dan selama ini kami tidak dikasih mengumandangkan Azan dan Tadarusan menggunakan pengeras suara. Sedangkan mereka (Tampah Hill) bebas karaoke dengan suara keras setiap malam sampai tengah malam yang menyebabkan anak istri kami tidak bisa tidur,” ujar Usup, warga Dusun Lancing, Desa Mekar Sari.

Sementara itu, melalui WhatsApp (WA), Kamis, (28/4/2022), Management Tampah Hills, Imam Wahyudi menyampaikan klarifikasi kepada suaralomboknews. com.

Dalam klasifikasinya, Imam Wahyudi menulis Mohon maaf sebelumnya sekiranya ada pemberitaan yang dilakukan secara sepihak tanpa terlebih dahulu memberikan konfirmasi kepada kami yang disebutkan di dalam berita tersebut. Sejujurnya apa yang sebenarnya terjadi dilapangan berbeda dan sangat bertolak belakang dengan apa yang diberitakan tersebut, dikarenakan saya sendiri yang bertemu langsung dengan masyarakat Lancing yang diwakili oleh BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Tidak ada kejadian yang menyebutkan bahwa Tampah Hills memberikan instruksi kepada team security untuk menurunkan toa masjid. Bagaimanapun saya pribadi juga mengerti agama dan adab serta akhlak, yang sangat tidak mungkin memberikan instruksi untuk melakukan hal yang sangat bertolak belakang dengan agama Islam yang saya anut. 

Perlu kami luruskan dan saya secara pribadi sudah memberikan keterangan melalui telepon Bapak Kapolres Loteng bahwasanya, kami dari Tampah Hills hanya bermaksud untuk menyumbang dana ke masjid, yang  secara kebetulan orang yang menerima sumbangan tersebut adalah takmir masjid itu sendiri dan yang bersangkutan juga salah satu karyawan Tampah Hills sebagai Security. Dan kemudian dari dana tersebut takmir  membicarakan dengan panitia lainnya untuk membeli perlengkapan sound system untuk masjid. Lalu takmir tersebut bersama mekanik melakukan penggantian sound system dari yang lama dengan yang baru, akan tetapi sepertinya ada beberapa warga yang sangat tidak setuju atas penggantian tersebut dan Pak BPD menyarankan kepada kami jika ingin memberikan sumbangan apapun harus melalui Kadus dan BPD. Hal tersebut menjadikan adanya kegaduhan dikarenakan ada hal yang kami sendiri tidak mengetahui ada konflik apa yang terjadi, sehingga menjadikan warga mendatangi Tampah hills dan minta penjelasan atas hal tersebut. Tentu saja saya memberikan keterangan sesuai fakta dan juga kami pun memohon maaf sekiranya cara kami menyampaikan sumbangan ke masjid tidak sesuai prosedur. Dan kami pun sebenarnya tidak hanya mensupport masjid di Lancing akan tetapi kami melakukan hal yang sama di masjid Pendem maupun Tampah dan sumbangan tersebut juga diterima dengan baik oleh pihak Takmir dan tidak menimbulkan kegaduhan sama sekali. 

Mudah-mudahan kita semua terhindar dari dosa fitnah, karena sesungguhnya Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Aamiin Yaa robbal alamiin. 

Demikian klarifikasi yang bisa kami sampaikan dan mohon maaf sekiranya sudah menimbulkan kegaduhan pada sore hari ini. 

Dalam klasifikasinya, Imam Wahyudi juga berharap Jurnalis yang memuat berita pertama terkait dengan dugaan penurunan TOA melakukan klarifikasi kepada pihak manajemen Tampah Hills sebelum dimuat. ”Kami mengharapkan jurnalis yang membuat berita pertama yang sama sekali tidak konfirmasi ke kami untuk membuat klarifikasi dikarenakan kami juga mempunyai hak yang sama di mata hukum, dan apa yang disampaikan bisa menimbulkan permasalahan sara yang sangat berbahaya dan kami juga berhak untuk melakukan legal action jika memang diperlukan,” tegasnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Diduga Security Turunan TOA Mushola, SWIM Minta Tampah Hills di Lombok Tengah Ditutup Sementara

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

April 2022
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

STATISTIK