MotoGP Mandalika 2026 : Investasi di KEK Mandalika Meningkat, ITDC Ingatkan Investor Percepat Pembangunan

SUARALOMBOKNEWS | Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) pun mengingatkan para investor agar mempercepat pembangunan guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, saat konferensi pers hari kedua MotoGP Mandalika 2026 di Media Center Indonesia (MCI), Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (10/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi pertanyaan mengenai dampak investasi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang telah memasuki tahun kelima, termasuk apakah dampak investasi yang berkembang di KEK Mandalika telah sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan ajang balap motor internasional tersebut.
Troy mengatakan, perkembangan investasi di Mandalika terus menunjukkan progres. Dalam dua tahun terakhir, tren investasi meningkat, baik dari investor asing maupun investor lokal.“Dua tahun terakhir ini tren investasi meningkat, baik itu investor asing maupun lokal mulai berinvestasi. Memang membutuhkan waktu yang cukup panjang, tetapi dengan adanya MotoGP semakin memberikan keyakinan kepada investor untuk terus melihat dan menindaklanjuti investasi apa saja yang cocok dilakukan di Mandalika,” ungkapnya.
Menurut Troy, penyelenggaraan MotoGP tidak hanya berfungsi sebagai ajang balap internasional, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik Mandalika di mata investor. Pengembangan kawasan pun tidak terbatas pada penyelenggaraan balapan, melainkan mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung pariwisata dan olahraga.
Salah satu pengembangan yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan sirkuit gokart atau go-kart di kawasan Sirkuit Internasional Mandalika. Fasilitas tersebut dibangun oleh investor dan ditargetkan segera rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Troy menjelaskan, pengembangan sirkuit mini tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan potensi pasar dan kesiapan operasional.“Go-kart-nya sudah ada, sudah siap didatangkan dari luar negeri dan siap dioperasikan dalam waktu dua bulan,” katanya.
Selain fasilitas olahraga otomotif, pengembangan investasi di KEK Mandalika juga mencakup sektor perhotelan, resor, dan restoran. Berbagai pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Namun, ITDC meminta para investor yang telah menanamkan modal di Mandalika agar tidak berlama-lama dalam merealisasikan rencana investasinya.
Troy menegaskan, ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah mengumpulkan para investor untuk mendorong percepatan pembangunan. Menurutnya, pergerakan investasi yang lebih cepat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi di kawasan Mandalika dapat terus meningkat.“Kami bersama MGPA dan investor yang sudah berinvestasi di Mandalika harus mempercepat pembangunan. Artinya, dibutuhkan pergerakan cepat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Kami sudah mengumpulkan investor untuk segera bergerak membangun,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa ITDC memastikan investasi yang masuk ke Mandalika tidak dibiarkan terbengkalai atau mangkrak.
Terkait dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP dan pengembangan KEK Mandalika, Troy meyakini manfaatnya telah dirasakan. Salah satu indikator yang disorot adalah penyerapan tenaga kerja, terutama dengan memprioritaskan sumber daya manusia (SDM) lokal dari NTB.“Kalau ditanya apakah sudah berdampak terhadap ekonomi, saya yakin sudah sangat berdampak. SDM harus diutamakan dari NTB dan serapannya cukup banyak,” ujarnya. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan