SHOPPING CART

close

Hari Jadi ke-81 Lombok Tengah 2026, DPRD Soroti Dampak MotoGP Mandalika, Pemulihan Sade Hingga Pilkades Serentak

Sambut Hari Jadi ke 81 Kabupaten Lombok Tengah, DPRD Gelar Rapat Paripurna
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri menyerahkan Pataka Lambang Daerah Kabupaten Lombok Tengah kepada Ketua DPRD Lombok Tengah, H. Lalu Ramdan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026, Rabu, (14/10/2026)

SUARALOMBOKNEWS | Parade Paripurna Pataka Lambang Daerah Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), digelar pada Rabu (14/10/2026).

Parade dimulai dari Pendopo Bupati Lombok Tengah menuju Gedung DPRD Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut diiringi Drum Band Gita Purna Praja Tastura, dengan barisan pemucuk yang terdiri dari Sekretaris Daerah Lombok Tengah bersama para kepala perangkat daerah dengan mengenakan pakaian adat Sasak. Sementara itu, barisan pembawa Pataka berasal dari Paskibraka Lombok Tengah.

Setibanya di Gedung DPRD Lombok Tengah, rombongan disambut langsung oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati, HM. Nursiah, Ketua DPRD Lombok Tengah, H. Lalu Ramdan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Tengah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lombok Tengah, H. Lalu Ramdan.

Dalam sambutannya, Lalu Ramdan menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, peringatan hari jadi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih perlu diselesaikan.

Lombok Tengah, kata dia, memiliki beragam potensi dan capaian yang patut disyukuri. Namun, pembangunan daerah masih membutuhkan kerja keras, kebersamaan, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.“Peringatan Hari Jadi ke-81 ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan potensi daerah, serta memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Ramdan turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa rumah adat Sade, salah satu warisan budaya masyarakat Sasak sekaligus destinasi wisata unggulan di Lombok Tengah.

Ia menyampaikan simpati kepada masyarakat terdampak dan berharap proses penanganan serta pemulihan dapat berjalan dengan baik sehingga aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat kembali pulih.

Menurutnya, pemulihan rumah adat Sade harus tetap memperhatikan keaslian bangunan, nilai sejarah, serta kearifan lokal masyarakat Sasak.

Rumah adat Sade, lanjutnya, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari identitas budaya dan warisan berharga yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Musibah tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat upaya pencegahan bencana, serta menjaga dan melestarikan aset budaya yang menjadi kebanggaan daerah.

Selain persoalan pelestarian budaya, Ketua DPRD Lombok Tengah juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 yang kembali menempatkan Lombok Tengah dalam perhatian dunia internasional.

Ia mengapresiasi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan ajang balap motor kelas dunia tersebut.

Namun, Lalu Ramdan mengingatkan bahwa keberhasilan MotoGP tidak cukup diukur dari kelancaran penyelenggaraan dan besarnya jumlah kunjungan wisatawan. Kegiatan berskala internasional itu juga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata, berkelanjutan, dan dirasakan secara luas oleh masyarakat.“Kita harus memastikan bahwa kegiatan berskala internasional ini memberikan dampak ekonomi yang nyata, berkelanjutan, dan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap penyelenggaraan MotoGP Mandalika dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang melalui penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pengelola kawasan, penyelenggara, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, peluang ekonomi dari MotoGP perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas kesempatan kerja, meningkatkan tingkat hunian hotel dan penginapan, serta mendorong pertumbuhan sektor transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, dan industri pariwisata lainnya.

Dengan demikian, manfaat MotoGP diharapkan tidak hanya dirasakan selama perlombaan berlangsung, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sepanjang tahun.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas pelayanan, penataan infrastruktur, kebersihan lingkungan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan.“Kita ingin agar Mandalika tidak hanya dikenal karena penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga karena keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta kualitas pelayanan pariwisatanya,” ungkapnya.

Lalu Ramdan menambahkan, keberlanjutan MotoGP harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang terencana dan terukur. Setiap dukungan dan fasilitas yang diberikan harus sebanding dengan manfaat yang diperoleh daerah dan masyarakat.

Pada sektor keuangan daerah, Lalu Ramdan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan PAD.

Menurutnya, peningkatan PAD penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam menggali dan mengoptimalkan sumber pendapatan yang dimiliki.

Pengelolaan PAD yang baik akan memperbesar kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Meski demikian, ia berharap peningkatan PAD dilakukan melalui pengelolaan pendapatan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Optimalisasi pendapatan daerah, lanjutnya, dapat dilakukan dengan memperluas basis pendapatan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan retribusi, memperbaiki tata kelola pemungutan, serta memaksimalkan potensi ekonomi daerah tanpa membebani masyarakat dan pelaku usaha secara berlebihan.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan pendapatan harus diimbangi dengan pengelolaan belanja daerah yang efisien dan tepat sasaran agar setiap pendapatan yang diperoleh dapat dikembalikan kepada masyarakat melalui program pembangunan yang berkualitas.

Dalam hal ini, DPRD akan terus menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan untuk memastikan kebijakan peningkatan PAD berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.

Lalu Ramdan juga menyoroti pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib, lancar, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah daerah, penyelenggara pemilihan, unsur TNI dan Polri, para camat, panitia pemilihan, serta seluruh pihak terkait diminta memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, baik sebelum, selama, maupun setelah pemilihan.

Kepada para calon kepala desa dan pendukungnya, ia mengajak agar mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Masyarakat juga diimbau menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menjaga suasana kondusif, dan menerima hasil pemilihan sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh merusak hubungan persaudaraan ataupun menimbulkan konflik yang merugikan masyarakat desa.

Ia menegaskan bahwa kepala desa yang terpilih nantinya merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok atau pendukung tertentu.

Karena itu, Pilkades serentak diharapkan menjadi sarana memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus menghasilkan pemimpin yang amanah, berintegritas, dan mampu mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, Lalu Ramdan mengajak seluruh elemen masyarakat dan penyelenggara pemerintahan untuk terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, serta membangun sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa DPRD Lombok Tengah berkomitmen menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal. DPRD juga akan terus membangun kemitraan konstruktif dengan pemerintah daerah demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.“Atas nama pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026. Kerja Nyata Wujudkan Masmirah,” ujar Lalu Ramdan. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Hari Jadi ke-81 Lombok Tengah 2026, DPRD Soroti Dampak MotoGP Mandalika, Pemulihan Sade Hingga Pilkades Serentak”

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2026
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

STATISTIK