Datang Tanpa Surat, Rektor dan Dosen STIT Al Masyumi NU Lombok Timur Bangga dan Senang Bertemu Lalu Pathul

LOMBOK TENGAH | Puluhan Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Masyumi NU Danger Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertemu dengan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri.
Kunjungan Civitas Akademika STIT dalam rangka silaturahmi antar sesama Kader NU yang dipimpin oleh Rektor STIT Dr. H.M.As’ad dan Seluruh staf pengajar Perguruan Tinggi yang baru berdiri beberapa tahun tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Tengah di gedung B, lantai 5 Kantor Bupati Lombok Tengah, pada Rabu, (2/2/2022).
Menurut Rektor STIT Dr.H.M.As’ad selain datang untuk bersilaturahmi dengan Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Lombok Tengah, juga ingin memperkenalkan STIT yang didirikan oleh Yayasan Al Masyumi. Bukan itu saja STIT ingin merekatkan diri dengan Kader NU di seluruh Indonesia termasuk dengan Bupati Lombok Tengah dan masyarakat Lombok Tengah sebab mahasiswa dan mahasiswi STIT banyak berasal dari Lombok Tengah. “Untuk mengembangkan diri maka salah satu caranya adalah saling merekatkan diri satu sama lain, nah dalam konteks itulah kami datang ke Lombok Tengah menemui Bupati yang juga Kader NU,” kata Dr.H.M.As’ad
Menurut Dr.H.M.As’ad, dapat bertemu dengan Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua Tanfidziah PCNU itu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri terlebih lagi H. Lalu Pathul Bahri adalah seorang Kader NU dan orang nomor satu di Bumi Tatas Tuhu Trasna.
Dr.H.M.As’ad juga mengaku merasa terhormat bisa diterima langsung oleh Bupati Lombok Tengah meskipun di tengah kesibukan Bupati Lombok Tengah dan juga tanpa bersurat. “Luar biasa, cukup dengan telepon saja kami bisa bertemu tanpa surat,” ucapnya
Sementara itu Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri mengapresiasi kedatangan Rektor STIT bersama puluhan staf pengajar itu meskipun diakuinya tidak pernah ada kabar sebelumnya. “Saya tadi malam dikasih tau lewat telepon bahwa akan datang Civitas Akademika STIT Lombok Timur, saya katakan siap terima,” sebutnya
Mantan Wakil Bupati Lombok Tengah itu menegaskan hubungan pemerintah dan akademisi harus seiring sejalan sebab peran akademisi dalam mencetak sarjana sarjana handal dan potensial untuk ikut dalam proses pembangunan di daerahnya masing-masing.
Bagi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB itu seorang guru atau dosen patut diberikan penghargaan luar biasa sama seperti halnya orang tua maka kata Bupati guru dan Dosen adalah orang orang yang paling mulia disisi Allah karena itu di setiap pidatonya ia selalu katakan “yang mulia”. “Allah memerintahkan kita untuk memuliakan guru, anak yatim-piatu dan orang tua kita, makanya saya selalu katakan didepan guru guru kita, yang mulia sebab mereka telah dimuliakan oleh Allah,” ucap H. Lalu Pathul Bahri
Sebagai kader NU, Lalu Pathul meminta kepada civitas akademika STIT Al Masyumi Danger Lombok Timur untuk terus semangat memajukan organisasi dimanapun berada tanpa harus iri dengan kemajuan orang lain. “Jangan kita lihat kiri kanan, majulah terus dengan penuh semangat untuk memajukan organisasi, jangan juga sekali-kali kita iri dengan kelebihan rezeki orang sebab sama saja kita iri kepada Allah yang telah memberikan rizki kepada kita,” tuturnya
Menurut Lalu Pathul, dirinya sudah tak asing lagi dengan masyarakat Danger sebab organisasi NU di wilayah itu cukup besar. Ia sendiri pernah mensopiri KH.Aqil Siraj Ketua PBNU ke Danger saat kunjungan kerja. “Saya pernah jadi sopir pak kyai Aqil Siradj dahulu, saya juga sering datang ke sana, makanya saya tak asing lagi dengan masyarakat Danger,” ujarnya
Lalu Pathul berharap agar komunikasi dan koordinasi antara Kader NU Lombok Timur dengan Lombok Tengah terus terjalin kuat sehingga kedepannya saling melekatkan diri satu dengan yang lain. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan