SHOPPING CART

close

Pendidikan di Masa Pandemi

Universitas Islam Negeri Mataram
Baiq Rahil Arnisah

Pendidikan di Masa Pandemi 

Oleh : Baiq Rahil Arnisah

Mahasiswi : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Fakultas    : Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Semester  : 1

Di  Pertengahan tahun 2019, dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus Corona atau yang biasa disebut dengan ( Pandemi Covid-19 ), hampir  semua aspek kehidupan mengalami perubahan – perubahan yang semakin hari semakin membahayakan dan mengkhawatirkan bagi seluruh dunia. 

Pandemi Covid-19 telah merubah dunia pendidikan mulai dari proses pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di dalam kelas, namun sejak pandemi berlangsung berubah menjadi belajar secara online / daring (belajar dalam jaringan). Guru, siswa dan orang tua dituntut untuk bisa  menghadirkan proses pembelajaran yang aktif dan efektif walaupun harus dilaksanakan dari rumah masing-masing. Tentunya siswa merasa kewalahan ketika daring karena sedikit mendapatkan ilmu . 

Tugas pendidik menjadi semakin berat di tengah pandemi ini, namun dengan adanya kesulitan itu biasanya kreativitas untuk keluar dari masa-masa sulit seperti ini biasanya akan muncul dengan sendirinya, contohnya saja seperti banyaknya muncul aplikasi pembelajaran online, siswa dapat diawasi langsung oleh orangtua, kolaborasi antara orangtua dan guru semakin akrab dan dekat , penerapan ilmu dan perhatian dalam keluarga baik itu sekedar mengingatkan siswa untuk belajar, melakukan diskusi kecil dengan anak dirumah, guru menjadi lebih melek akan teknologi serta menjadikan internet sebagai sumber informasi yang positif, dan lain sebagainya.

Di dunia juga perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama.

Semuanya telah   merasakan dampak dari covid-19 ini, terutama pada dunia pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid-19. 

Saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas (tatap muka) seluruh lembaga-lembaga pendidikan, hal ini dilakukan sebagai upaya-upaya pencegahan penularan virus corona atau covid -19 ini. 

Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang saat ini dituntut untuk belajar mandiri, belajar secara daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring atau online merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini merupakan tantangan besar bagi seorang guru, karena dalam kondisi seperti ini guru pun dituntut untuk bisa mengelolah, mendesain media pembelajaran (media online) sedemikian rupa guna untuk mencapai tujuan pembelajaran dan untuk mencegah atau mengantisipasi kebosanan siswa dalam pembelajaran model daring tersebut.

Bukan hanya itu saja, dalam penerapan belajar online ini, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar. Selain itu, masalah utama yang dialami siswa adalah jaringan yang tidak memadai. Hal ini merupakan tantangan besar bagi siswa dan tak terkecuali bagi orang tua karena orang tualah yang dituntut untuk mendampingi siswa dalam proses belajar online tersebut, realita yang ada juga tidak sedikit orang tua yang tidak paham mengenai penggunaan teknologi, jelas hal ini akan menghambat keaktifan siswa atau anak dalam proses belajar daring ini kurangnya interaksi fisik antara guru dan siswa karena dalam pembelajaran online siswa hanya diberikan tugas melalui via whatsapp. Kebanyakan siswa kesulitan dan tidak memahami dalam mengerjakan tugas dikarenakan tidak ada penjelasan-penjelasan awal dari guru tentang tugas tersebut. Peserta didik hanya dituntut untuk mengerjakan tanpa mendapatkan penjelasan terlebih dahulu, akibatnya banyak siswa yang mengeluh dan tidak bersemangat lagi dalam mengerjakan tugas. 

Akibat kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa, otomatis berkuranglah mengakibatkan degradasi moral pada anak atau siswa, karena tugas seorang guru bukan hanya mengajar, mentransferkan ilmu pengetahuan (pelajaran) saja, tetapi seorang guru juga dituntut untuk mendidik (pembentukan akhlak dan karakter) siswa. Namun, hal ini tidak boleh mematahkan semangat guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, tidak boleh mematahkan semangat siswa dalam belajar, pandemi covid ini tidak boleh mematahkan semangat dan harapan kita semua.

Segala aspek kehidupan menjadi berubah akibat dari wabah yang mengglobal yang selanjutnya disebut pandemi covid19. Tidak terkecuali dunia pendidikan juga terdampak. Hampir sama dengan situasi di negara lain, semua sekolah di Indonesia ditutup untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Proses pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Pembelajaran berubah drastis, dari semula langsung tatap muka guru-siswa di kelas, menjadi secara jarak jauh via daring dari rumah masing – masing. Sudah pasti hal ini menghambat proses pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Baik siswa maupun guru dituntut segera cepat beradaptasi dengan perubahan proses pembelajaran secara jarak jauh ini. Guru harus pandai – pandai menyesuaikan proses pembelajaran yang didesain. Banyak pilihan dan variasi media pembelajaran jarak jauh, dari menggunakan media sosial sampai menggunakan platform Learning Management System (LMS) yang ada. Masih beruntung jika proses pembelajaran masih dapat dilakukan secara daring. Beberapa daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana dan jauh dari jangkauan internet akan sangat menyulitkan. Menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi yang ada.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana memilih cara yang tepat supaya pembelajaran jarak jauh dapat dilaksanakan secara optimal. Ada hal yang meringankan beban guru yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020. Dalam surat edaran tersebut, guru diberi kelonggaran agar tidak terbebani untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Guru diberi ruang yang sangat luas untuk bereksplorasi memaksimalkan bentuk pembelajaran yang dipilihnya. Guru dapat dengan bebas dan leluasa memilih pembelajaran sesuai dengan kondisi yang ada. Meski demikian, jangan sampai kebebasan ini mengorbankan nasib masa depan siswa. Tidak ada metode pembelajaran yang terbaik dan tidak ada pula metode yang terburuk, begitulah kiranya yang mendasari guru untuk dapat benar – benar menyesuaikan pembelajaran dalam masa pandemi ini. Pedoman utamanya adalah bagaimana siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang mendekati sama dengan kondisi normal. Guru juga diberi kelonggaran dalam memberi umpan balik terhadap tugas yang diberikan kepada siswa. Kebijakan Kemendikbud juga menekankan bahwa pemberian umpan balik oleh guru lebih bersifat kualitatif dan berguna tanpa diharuskan memberi skor/kuantitatif. Sehingga siswa tidak terbebani dengan umpan balik yang diberikan guru. Dalam jangka pendek ini guru lebih banyak berperan secara langsung mengadaptasi proses pembelajaran dalam masa pandemi covid19. Setelah pandemi covid19 ini usai nantinya, diperlukan langkah perbaikan/remedial teaching untuk menyempurnakan capaian kurikulum. Alternatifnya dengan memprogramkan matrikulasi mengulang materi pembelajaran untuk percepatan mengejar ketertinggalan. Hal ini dapat dicapai dengan dukungan sekolah serta persetujuan dinas pendidikan. Program ini belum dapat ditentukan kapan  dimulai karena pandemi covid19 belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Namun demikian sekolah dan dinas pendidikan dapat mulai memikirkan untuk mempersiapkan jangka menengah ini.

Dalam situasi pandemi covid-19 saat ini, kesehatan tubuh menjadi hal utama yang harus dijaga dan diperhatikan. Penerapan protokol kesehatan saja tentunya tidak cukup untuk melindungi diri dari serangan virus covid-19. Maka dari itu, diperlukan pula imunitas tubuh yang baik untuk menangkal virus. Hingga sampai saat ini Indonesia masih berjuang untuk melawan virus Covid-19. Setiap harinya kasus angka positif Covid-19 bertambah. Masyarakat selalu diperingatkan oleh pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan karena hal tersebut menjadi kebutuhan kita semua. Tentu tidak mudah untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. Untuk itu kita dianjurkan untuk meningkatkan imun tubuh supaya dapat menangkal virus Covid-19. Salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh adalah menerapkan pola hidup. Gaya hidup sehat adalah sebuah komitmen jangka panjang untuk menjaga atau melakukan beberapa hal agar mampu mendukung fungsi tubuh, sehingga berdampak baik bagi kesehatan. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menerapkan pola hidup sehat adalah menjaga asupan makanan sehat dengan diet dan nutrisi, berolahraga, melakukan kegiatan positif untuk menghindari stres, dan masih banyak lagi. Dengan melakukan hal ini, maka kualitas hidup pun bisa meningkat dan membawa pengaruh positif  bagi lingkungan yang  sehat.

Kita sangat berharap pandemic covid 19 ini bisa segera berakhir, sehingga sekolah bisa dimulai lagi. Dan seluruh peserta didik dan juga pendidik , bisa melakukan pembelajaran secara wajar yaitu secara tatap muka. Karena ikatan antara peserta didik dengan pendidik tidak bisa digantikan dengan teknologi pembelajaran virtual.

Dibalik semua ini kesedihan seluruh belahan dunia ini, kita harus mampu mengambil hikmah dari pandemic covid 19 ini. Pandemic covid 19 ini mungkin saja dating sebagai ujian untuk kita semua, apakah kita mampu mencerdaskan kehidupan bangsa walau dalam kondisi pandemi covid 19 ini.

Tags:

0 thoughts on “Pendidikan di Masa Pandemi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

November 2021
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

STATISTIK