SHOPPING CART

close

Lahan Pertanian di Lombok Tengah Berkurang 4 Ribu Hektar, Kementan Ikut Turut Campur

Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Lalu Iskandar (satu dari kiri) bersama perwakilan dari Kemenko PMK RI berpoto bersama usai melaksanakan pertemuan di Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, NTB, Selasa, (14/9/2021)

LOMBOK TENGAH | Luas lahan pertanian diwilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berkurang hingga ribuan hektar akibat alih fungsi untuk lokasi pembangunan perumahan dan infrastruktur. ” Lahan pertanian di Lombok Tengah mengalami pengurangan seiring dengan bertambahnya pembangunan perumahan oleh pengembang, pembangunan infrastruktur , gedung perkantoran, pendidikan, pembangunan pendukung pariwisata, seperti pembangunan jalan bypass termasuk pembangunan Bandara,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Lalu Iskandar usai menerima kunjungan kerja perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Selasa, (14/9/2021).
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah mencatat luas lahan produktif sebelumnya mencapai 54 ribu hektar lebih, dan saat ini sudah berkurang menjadi 50 ribu hektar lebih.
Lalu Iskandar mengakui, dampak pengurangan lahan pertanian tersebut membuat target besar Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah terkait dengan hasil produksi padi menjadi tertunda.” Ada target Dinas yang besar, tetapi karena terjadi pengurangan lahan persawahan dari 54 ribu hektar kini menjadi jadi 50 ribu herktar target besar itu menjadi tertunda. Dan secara umum muskipun luas lahan berkurang, tetapi target hasil produksi padi setiap tahunnya selalu bertambah dengan melakukan mengoptimalkan lahan pertanian dan masa tanam,” ungkapnya
Untuk mengatasi turunnya produksi padi akibat berkurangnya lahan pertanian, Lalu Iskandar meminta petani mengoptimalkan masa tanamnya. Petani juga diharapkan terus membuat terobosan sehingga mampu meningkatkan jumlah produksinya, meski luas lahan pertanian berkurang.
Terobosan peningkatan produksi kata Lalu Iskandar bisa ditempuh dengan penggunaan benih unggul, sistem tanam yang modern, hingga pemakaian pupuk dan pestisida yang proporsional. “Petani juga harus jeli dalam penanganan hama,” katanya
Untuk mempertahankan sisa luas lahan pertanian yang ada sampai dengan saat ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah bersama Kementan RI saat ini tengah menyusun perencanaan tanam, panen dan produksi padi, jagung. ” Dari Kementan datang ke Lombok Tengah untuk ikut menyusun perencanaan tanam, panen, produksi padi dan jagung. Selain itu untuk mempertahankan sisa lahan pertanian 50 ribu hektar itu dan untuk mengantisifasi berkurangnya lahan pertanian, saat ini Dinas sedang merancang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), saat ini sedang dalam proses penyelesaian, dan setelah dirampungkan, akan dituangkan kedalam Peraturan Daerah (Perda) tentang lahan pertanian abadii,” ujar Lalu Iskandar.
Selain menerima dan melaksanakan pertemuan dengan perwakilan Kementan RI, pada Selasa, (14/9/2021), Lalu Iskandar juga menerima kunjungan dan melaksanakan pertemuan dengan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.
Pertemuan Lalu Iskandar dengan Kemenko PMK RI itu untuk membahas terkait dengan program pemerintah pusat yang akan disinergikan dengan program yang ada di Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, salah satunya membahas kelanjutan program 1000 Desa Sapi yang menjadi program pemerintah pusat yang ada di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Lahan Pertanian di Lombok Tengah Berkurang 4 Ribu Hektar, Kementan Ikut Turut Campur

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2021
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

STATISTIK