Kesbangpoldagri NTB Dampingi SWIM dan Warga Dalam Sirkuit Mandalika Bertemu Bupati Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH | Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Abdul Wahid mendampingi perwakilan warga dari dua dusun yakni Ebunut dan Ujung Lauk, Desa Kuta yang masih tinggal dan bermukiman di dalam Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertemu dengan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri.
Bupati Lombok Tengah menemui perwakilan warga yang didampingi juga oleh Ketua Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM), Lalu Alamin dan Kadus Ujung Lauk, Abdul Mutalib di rumah pribadinya di Dusun Bidin, Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya, Lombok Tengah pada Jumat malam, (27/8/2021).
Dalam bertemuan tersebut, Bakesbangpoldagri NTB, Lalu Abdul Wahid menyampaikan, kondisi warga didua Dusun yang sampai dengan saat ini masih tinggal dan bermukim didalam Sirkuit Mandalika.
Kodisi warga, kata Lalu Wahid, kesulitan menjalankan aktifitas sehari – hari, seperti ke Pasar, Sekolah, kepusat Desa dan ke tempat ibadah, karena tidak adanya akses jalan keluar masuk menuju wilayah dua Dusun tersebut. ” Pak Gubernur sudah turun langsung menemui warga dan melihat kondisi warga yang ada di Dusun Ebunut dan Ujung Lauk. Saya bersama Tim yang ditunjuk oleh Pak Gubernur untuk menelesaikan persoalan warga dan tanah warga yang ada didua Dusun itu juga sudah turun langsung untuk mendata jumlah jiwa, Kepala Keluarga (KK) dan luas tanah yang diklaim warga belum di dibebaskan oleh PT ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika. Kondisinya, warga kesulitan menuju pasar, sekolah, pusat kesehatan, pusat desa dan ke tempat ibadah, karena tidak adanya jalan akses keluar masuk menuju dua dusun, dikarenakan terhalang oleh lintasan Sirkuit Mandalika. Kalaupun ada akses jalan melalui Tunel (terowongan) 1 dan 2, tidak bisa dilintasi warga untuk jangka panjang, karena semaktu – waktu Tunel tergenang air,” ungkapnya
Dihadapan H. Lalu Pathul, Lalu Wahid juga menyampaikan harapan dari Gubernur NTB yang menginginkan persoalan tanah warga yang ada didalam Sirkuit Mandalika diselesaikan dengan mengedepankan rasa kemanusiaan, sehingga tidak pihak – pihak yang merasa dirugikan dan merasa diuntungkan. ” Hasil pendataan dan pendalaman yang telah kami lakukan, akan kami serahkan kepada Pak Gubernur, selajutnya di sampaikan ke pada Tim Appraisal Polda NTB yang diketuai Kombes Awan Hariono untuk sama – sama diverifikasi dan disinergikan. Setelah itu kami bersama Tim appraisal Polda NTB akan menyampaikan data persoalan tanah dan warga didalam Sirkuit Mandalika kepada PT ITDC untuk dicarikan jalan keluar penyelesaian persoalan dan solusi terbaik. Hasil pendataan kami ada 70 lebih KK didua dusun yang masih tinggal di dalam Sirkuit Mandalika,” jelasnya
Ditempat yang sama, selain memaparkan persoalan dan status tanah warga di dua dusun kepada Bupati Lombok Tengah, Kadus Ujung Lauk, Abdul Mutalip juga menyampaikan harapan masyarakat untuk segera dibangunnya akses jalan menuju tanah adat yakni Pantai Seger dan Pantai Senek. Menginggat ditanah adat itu tempat masyarakat suku sasak melaksanakan berbagai kegiatan adat dan budaya, salah satunya Bau Nyale yang sudah menjadi event Nasional dan Internasional. ” Kenapa warga masih tinggal didalam Sirkuit, karena tanah mereka belum dibebaskan dari zaman PT Rajawali sampai dengan zaman PT ITDC, dan tidak pernah ada transaksi jual beli dengan pihak manapun dari zaman Rajawali sampai dengan saat ini. Untuk itu melalui Pemerintah Daerah, kami meminta tanah kami diselesaikan melalui jalan terbaik. Masyarakat juga meminta kepada Pemerintah dan PT ITDC untuk segera membangun akses jalan menuju tanah adat pantai Seger dan Pantai Senek,” pintanya
Menurut Ketua SWIM, Lalu Alamin, warga yang ada di dua Dusun, akan pindah dan keluar dari dalam Sirkuit Mandalika asalkan ada kejelasan penyelesaian tanah mereka. Sebab warga juga sangat terganggu dan merasa tidak nyaman tinggal dan menetap didalam Sirkuit Mandalika. ” Kami sangat mendukung semua program pembangunan di KEK The Mandalika, kami tidak mau ada yang menggaggu pembangunan di KEK The Mandalika, kalau ada yang coba – coba menggaggu program pembangunan apa lagi menggaggu event SBK dan MotoGP, maka siap – siap berhadapan dengan masyarakat. Untuk itu, kami meminta semua persoalan yang ada di dalam KEK The Mandalika diselesaikan dengan baik, arip dan bijaksana. Sekarang juga warga akan meninggalkan tanah mereka asalkan ada kepastian hitam diatas putih penyelesaian tanah mereka,” tegasnya
Setelah mendengar keluh kesah, harapan dan keinginan warga dari dua Dusun, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri berjanji akan menyelesaikan persoalan tanah dan warga didalam sirkuit Mandalika sesuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkan oleh Gubernur NTB. ” Saya akan segera berkoodinasi dengan Pak Gubernur, terkait persoalan ini. Dan kami juga akan Rapat Koordinasi dengan Forkompinda termasuk mengundang pihak BPN, untuk sama – sama membedah, mencari jalan keluar dan solusi penyelesaian persoalan tanah dan warga ini,” janjinya. [slnews – rul]
Tinggalkan Balasan