SWIM Kecewa dan Kecam Isi Postingan FB Gubernur NTB

LOMBOK TENGAH | Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) kecewa terhadap sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah yang tidak perduli terhadap nasib ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Ujung Lauk dan Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang terisolir dan terperangkap di tengah – tengah sirkuit MotoGP Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Selain kecewa, SWIM juga mengecam isi postingan akun Facebook (FB) Gubernur NTB bang Zul Zulkieflimansyah yang berisi kegiatannya bersama Asisten Deputi Parekraf Kemenkomarves Sartin Hia, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri dan jajaran Forkompinda NTB dan Lombok Tengah pada acara seremoni menyelesaikan pengaspalan Main Track (Trek Utama) Jalan Kawasan Khusus (JKK) The Mandalika/Mandalika International Street Circuit / sirkuit motoGP Mandalika sepanjang 4,31 Km di Sirkuit MotoGP Mandalika di KEK The Mandalika pada Minggu, (15/8/2021).
Selain memposting sejumlah poto dirinya, poto kegiatan seremoni dan poto lintasan sirkuit MotoGP Mandalika, dalam FBnya Gubernur NTB juga memposting tulisan yang isinya “Alhamdulillah hari ini peresmian 100 persen selesainya pembangunan sirkuit Mandalika !
Luar biasa !
Kalau tak ada aral merintang sirkuit kebanggaan Bangsa Indonesia ini akan menjadi Tuan Rumah World Superbike 12 sd 14 November 2021 ini.
Luar biasa !!”. ” Kami masyarakat lingkar KEK The Mandalika sangat kecewa terhadap sikap Pak Gubernur yang tidak perduli dengan nasib dan kondisi warga di Dusun Ebunut dan Dusun Ujung Lauk yang terisolir ditengah – tengah sirkuit ini. Pak Gubernur terlena dan lupa dengan kondisi masyarakatnya sendiri. Hati masyarakat tambah sakit dan tambah terluka setelah melihat isi postingan FB Gubernur, bukannya ikut prihatin dengan kondisi masyarakat, tetapi lebih mengagumi hasil pekerjaan proyek Sirkuit MotoGP. Semestinya pak Gubernur juga memposting kondisi masyarakatnya yang terisolir, dan turun ke permukiman warga yang terisolir, biar tahu bagaimana penderitaan masyarakatnya yang terisolir dan terkurung didalam kampung halamannya sendiri,” kesal Direktur SWIM, Lalu Alamin, Senin, (16/8/2021).
Menurut pria asal Desa Rembitan itu, saat ini Gubernur NTB telah kehialangan pangung, buktinya Gubernur NTB tidak tahu dan tidak memperdulikan kondisi warganya sendiri yang terisolir ditengah sirkuit MotoGP Mandalika dan tidak tahu bahwa masih banyak persoalan yang terjadi di KEK The Mandalika antara PT ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika dengan warga Lingkar KEK The Mandalika. ” Jangan apa – apa yang dilakukan dikaitkan dengan kepentingan Politik, akibatnya kalau tidak ada keuntungan politik, lalu masyarakat diabaikan dan tidak diperdulikan. Semestinya Gubernur selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat juga menyampaikan persoalan yang ada di KEK The Mandalika dan permasalahan yang dialami warga, supaya pemerintah pusat tahu, jangan hannya menyampaikan semuanya baik – baik saja. Dan menurut saya Gubernur NTB sudah kehilangan panggung, berbeda dengan saat akan mencalonkan diri sebagai Gubernur dulu, tapi sekarang masyarakat selatan katakan goodbye pak Gubernur,” ucap Lalu Alami
Melihat penderitaan yang dialami ratusan KK (kepala keluarga) di Dua Dusun di Desa Kuta yang terisolir didalam sirkuit MotoGP Mandalika tersebut, SWIM akan menggelar aksi hearing ke Kantor PT ITDC di Masjid Nurul Bilad di Desa Kuta pada Kamis, (19/8/2021). ” Hari kamis, kami akan hearing ke kantor ITDC, banyak masalah yang akan kami sampaikan, masalah nasib warga di Dusun Ujung Lauk dan Ebunut yang terisolir didalam sirkuit motoGP,” tegas Lalu Alamin
Lalu Alamin kembali menegaskan, bahwa warga di Dusun Ujung Lauk dan Dusun Ebunut bukan dalam posisi mengklaim lahan milik orang lain, milik perusahaan maupun milik PT ITDC, melainkan mereka bertahan diatas tanah mereka sendiri. ” Posisi warga di dua dusun itu bukan sedang menguasai dan mengklaim tanah milik orang, melainkan mereka mempertahankan tanah tempat tinggal dan kelahirannya. Jadi tolong pemerintah kabupaten dan provinsi selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat, selesaikan persoalan yang dialami warga di dua Dusun itu, jangan lalu pura-pura tidak tahu apa – apa, pura-pura tidak mendengar jeritan warga dan tidak melihat penderitaan warga,” sebutnya
Warga lanjut Lalu Alamin, baru akan meninggalkan rumah dan tanah mereka setelah ada penyelesaian dari pemerintah maupun PT ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika. ” Tanpa diminta warga akan pergi kalau sudah tanah dan bangunan tempat tinggal mereka telah diselesaikan. ITDC, Pemda Lombok Tengah, Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat, jangan bangga dengan hasil pengerjaan sirkuit MotorGP ini, semua sudah tahu, termasuk masyarakat Internasional, bagaimana kondisi warga yang terisolir di tengah -tengah sirkuit yang megah ini,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan