SHOPPING CART

close

Polemik Perubahan Nama BIL, Putria Tak Rela dan Tak Ikhlas Masyarakat Jadi Korban Kepentingan Elit Politik

Perubahan nama BIL menjadi ZAMLIA
Tokoh Masyarakat Lombok Tengah, H. Lalu Muhamad Putria (kiri) – Staf Ahli Bupati Lombok Tengah Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Murdi AP (kanan)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ), H. Lalu Muhamad Putria ikut dalam pertemuan antara Pemkab Lombok Tengah dengan Pemprov NTB di rumah dinas Kapolda NTB di Kota Mataram, Rabu, ( 16/12/2020 ).
Pertemuan antara Pemkab Lombok Tengah yang dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip dan Sekda Lombok Tengah, H. Lalu Idham Halik dengan perwakilan dari Pemprov NTB di rumah dinas Kapolda NTB itu membahas terkait dengan pemasangan Branding penambahan nama Bandara Internasional Lombok ( BIL ) di Lombok Tengah menjadi Zainuddin Abdul Madjid Lombok Internasional Airport ( ZAMLIA ) yang kini masih mendapat penolakan dari msayarakat. “Ya saya ikut hadir selaku tokoh masyarakat, hadir juga Pak Kapolda, Wakil Bupati Lombok Tengah dan Pak Sekda Lombok Tengah,” kata H. Lalu Muhamad Putria, Rabu, ( 16/12/2020 ).
Dalam pertemuan tersebut, mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah itu, menyampaikan terkait dengan adat istiadat dan budaya masyarakat Lombok. Termasuk mengulas kembali pertemuan tokoh masyarakat, tokoh agama bersama unsur pemerintah sebelum nama BIL mau diganti menjadi ZAMLIA. “Saya sampaikan untuk mengkedepakan kearipan lokal dalam menyelesaikan masalah, dan kearipan lokal di Lombok masih sangat kuat, untuk itu mari kita selesaikan masalah dengan cara duduk bersama. Dan hasil musyawarah dulu bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemerintah, ada 11 nama yang diusulkan menjadi nama Bandara, seperti Dongak Langit, Selaparang, Pejanggik, Datu tuan dan Siledendeng, dan diputuskan dalam musyawarah itu untuk tidak menggunakan nama tokoh atau kelompok tertentu dan memutuskan nama BIL menjadi nama bandara, karena nama BIL itu mewakili seluruh masyarakat Pulau Lombok. Tapi, kok tiba – tiba sekarang muncul nama ZAM, BIZAM dan terakhir ZAMLIA, dan penamaan nama bandara menjadi ZAM, BIZAM atau ZAMLIA itu tidak melibatkan masyarakat, tokoh agama termasuk tidak melibatkan Pemda dan DPRD Lombok Tengah,” sebut Putria
Putria berharap, persoalan perubahan nama BIL menjadi ZAMLIA yang telah membuat perpecahan ditengah – tengah masyarakat dan membuat masyarakat berkotak – kotak antara masyarakat yang pro perubahan dan kontra perubahan nama bandara bisa dilesaikan dengan cara duduk bersama dan mengkedepankan kearipan lokal masyarakat Lombok. “Saya berharap persoalan perubahan nama bandara diselesaikan secara arip dan bijaksana, demi menjaga kondusifitas dan keamaan Lombok. Jangan kita selesaikan persoalan ini dengan ego dan otot masing – masing. Kita  juga harus mendengar pendapat dan masukan warga yang mempertahankan nama BIL, dan saya tidak rela dan tidak ikhlas masyarakat yang menjadi korban oleh kepentingan elit politik dalam perubahan nama bandara,” ucapnya
Dalam pertemuan itu, Putria juga menyampaikan pendapatnya terkait dengan nama dua bandara yang namanya sama dalam satu Pulau. “Eks bandara selaparang namanya Lanud ZAM, sekarang BIL mau diganti ZAMLIA. Ini jadi aneh, ada dua bandara yang namanya sama dalam satu Pulau, lalu akan diapakan Prasasti peresmian BIL yang ditandatangani oleh Presiden terdahulu Pak SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono ),” keluhnya
Sampai dengan saat ini lanjut, Putria, pemasangan Branding penambahan nama BIL menjadi ZAMLIA belum bisa dilakukan, karena belum ada kata sefakat, baik dari unsur masyarakat maupun Pemkab Lombok Tengah. “Pemda juga menolak, jadi mohon selesaikan persoalan perubahan nama bandara ini secara arip dan bijaksana,” harapnya
Terpisah, staf ahli bupati Lombok Tengah bidang hukum, politik dan pemerintaha, Murdi AP, meminta kepada Pemprov NTB untuk tidak membuat langkah – langkah atau kebijakan yang memicu perpecahan ditengah – tengah masyarakat, mengingat saat ini semua pihak tengah fokus mengawal dan mensukseskan program strategis nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) The Mandalika dan proyek Sirkuit MotoGP Mandalika di KEK The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. “Wahai Pemprov tolong dan mari kita sama – sama mengawal dan mensukseskan program trategis nasional di KEK The Mandalika, masih banyak PR yang harus kita selesaikan, dan jangan lah membut kebijakan – kebijakan yang mengganggu stabilitas wilayah, ingat tahun 2021 akan ada pergelaran Superbike dan motoGP, apakah kita tidak malu kalau wilayah kita tidak kondusif,” ucapnya
Untuk itu, Murdi meminta kepada Pemprov NTB untuk membahas ulang penamaan bandara setelah program strategis nasional dan agenda nasional yang ada di KEK Mendalika selesai. “Setelah target KEK selesai baru kita duduk bersama membahas soal BIL, dengan melibatkan semua unsur. Insya Allah kalau aturan dan rukunnya sesuai, semua pihak akan menerima dengan suka cita,” ujarnnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Polemik Perubahan Nama BIL, Putria Tak Rela dan Tak Ikhlas Masyarakat Jadi Korban Kepentingan Elit Politik

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK