Bersama Pemkab Lombok Tengah, BPOM Launching Inovasi KIE GAS-PAMAN

Bersama Pemkab Lombok Tengah, BPOM Launching Inovasi KIE GAS-PAMAN
Asisten III Setda Lombok Tengah, H. Lalu Idham Halik bersama Kepala BPOM NTB Drs. Zulkifli, Apt memotong pita launching Inovasi KIE Keamanan Pangan dengan Pemberdayaan Pedagang Sayur Keliling untuk mewujudkan Keluarga Sadar Pangan Aman (Gas - Paman) di Pasar Renteng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, NTB, Jum’at, (04/09/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Guna mengantisipasi makanan berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Nusa Tenggara Barat (BPOM NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan pelatihan kepada 20 pedagang keliling di Lombok Tengah pada Launching Inovasi KIE Keamanan Pangan dengan Pemberdayaan Pedagang Sayur Keliling untuk mewujudkan Keluarga Sadar Pangan Aman (Gas – Paman).
Dengan diberikan pelatihan, pangan yang dijual pedagang merupakan pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.“Hari ini kita launching Inovasi KIE Keamanan Pangan dengan Pemberdayaan Pedagang Sayur Keliling untuk mewujudkan Keluarga Sadar Pangan Aman (GAS – PAMAN) dengan tujuan pangan yang dijual oleh para pedagang aman sampai rumah tangga,” kata Kepala BPOM NTB Drs. Zulkifli, Apt usai Launcing Gas Paman di Pasar Renteng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Jum’at, (04/09/2020).
Pemberian pelatihan kepada pedagang keliling ini sangat penting dilakukan agar pangan yang dijual merupakan pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. BPOM juga akan mengawasi proses pembuatan pangan atau makanan, mulai dari pembuatannya hingga makanan tersebut dijual atau dipasarkan.“Khusus di Lombok Tengah, kita akan jaga bahan pangan ini mulai dari pembuatannya hingga tahap akhir,”jelas Zulkifli
BPOM juga sudah memetakan jenis makanan yang sering menggunakan bahan berbahaya seperti formalin dan borak, sehingga nantinya para peadagang yang sudah dilatih ini dapat menguji secara langsung makanan yang akan dijual.
Sementara itu Asisten III Setda Lombok Tengah H. Lalu Idham Halik dalam sambutannya menyampaikan, pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang berperan penting dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat.“Maka keamanan pangan hendaknya menjadi prioritas kita bersama,” ucapnya
Pemkab Lombok Tengah juga sangat mengapresiasi program yang dicanangkan oleh BPOM, karena inovasi tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah dan melibatkan 20 orang kader keamanan pangan dan rata-rata mampu melayani sekitar 45 keluarga per kader.”Kami harapkan inovasi Gas-Paman ini dapat meningkatkan kemandirian dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman, bermutu dan bergizi,” tutup H. Lalu Idham. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan