Kompas NTB Minta PT. ITDC Segera Selesaikan Persoalan Lahan Sirkuit motoGP Mandalika

Kompas NTB Minta PT. ITDC Segera Selesaikan Persoalan Lahan Sirkuit motoGP Mandalika
Ketua Kompas NTB, Ardiansyah

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Melalui Press Release tertulis Tanggal, 3 September 2020, Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (Kompas NTB) meminta kepada PT. ITDC selaku Pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB untuk segera menyelesaikan persoalan di Sirkuit motoGP Mandalika di KEK The Mandalika dengan warga setempat.”Rencana penggusuran lahan warga di kawasan Sirkuit Moto GP berbuntut ricuh dan menuai penolakan dari warga sekitar beberapa waktu lalu. kericuhan yang berbuntut juga dengan pengaduan masyarakat ke KOMNAS HAM RI. Dari tanggapan KOMNAS HAM RI terkait pengaduan tersebut dengan keterangan pers Nomor: 036/Humas/KH/IX/2020, Kompas NTB meminta kepada Pihak ITDC yang terlebih lagi Kepada direktur ITDC dan Komisaris ITDC untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Kompas NTB juga menganggap Komisaris ITDC tidak becus bahkan terkesan menghilang di tengah persoalan yang terjadi pada masyarakat di kawasan Sirkuit Moto GP,” tulis Ketua Kompas NTB, Ardiansyah dalam Press Release yang dikirim via WhatsApp (WA) ke Redaksi suaralomboknews.com, Kamis, 9 September 2020.
Ardiansyah juga menulis, jika persoalan lahan tidak segera diatasi, maka lebih baik Komisaris PT. ITDC segera mundur, karena keberadaannya tidak memberikan Kontribusi yang jelas dalam menangani Gesekan ditengah Masyarakat terkait dengan persoalan lahan di KEK The Mandalika.”Kami sangat kecewa melihat keberadaan Komisaris ITDC yang mengkawal Mega Proyek di sirkuit Moto GP di area KEK Mandalika. Pemerintah Pusat dan Pihak Pimpinan Direktur PT ITDC segera melakukan tindakan Rhusufle Komisaris yang dipercaya sebagai perantata penghubung di tengah masyarakat. Kami sebagai representatif masayarakat sipil, mengharapkan dan mendorong¬† Pihak Direktur ITDC menghadirkan sosok Komisaris yang memeiliki Akuntabilitas ,memahami kebiasaan masayarakat setempat, dan mampu mengkawal pembagunan lebih produktif lagi. Terlebih Pembangunan ini harus segera selesai dan steril untuk kelanjutanya,”tutup Ardiansyah. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan