Pendamping PKH di Lombok Tengah Mulai Gunakan e-PKH

Pendamping PKH di Lombok Tengah Mulai Gunakan e-PKH
Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Lombok Tengah, Muhammad Lutfi

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memakai Aplikasi e-PKH.
Koordinator PKH Kabupaten Lombok Tengah, Muhammad Lutfi menjelaskan, e-PKH adalah Aplikasi untuk para Pendamping PKH yang terinstal di Ponsel masing – masing Pendamping PKH. Fungsinya untuk Validasi data peserta PKH atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).”
Dengan Aplikasi e-PKH, data peserta PKH atau KPM dapat diperbaharui setiap waktu, manakala terjadi perubuhan data pribadi dan data penerima PKH tidak tepat sasaran.” Pemutahiran data masih dilakukan oleh Pendamping PKH. dan pemutahiran data peserta PKH sekarang telah menggunakan Aplikasi e-PKH, jadi kapan pun ditemukan perubahan data peserta PKH bisa diupdate, manakala ada perubahan data atau ada data peserta PKH yang tidak sesuai dengan fakta dilangan,, bisa langsung diubah oleh pendamping, jadi tidak perlu lagi menyetorkan datanya secara fisik, kalau dulu kan harus diantar data fisiknya ke kabupaten,”kata Muhammad Lutfi, Rabu (10/4/2019).
Melalui aplikasi e-PKH lanjut Muhammad Lutfi, data peserta PKH yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan bisa langsung dikeluarkan dari basis data calon peserta penerima PKH.” Contoh kalau ada peserta PKH yang kondisi ekonominya saat ini sudah mampu, Pendamping PKH bisa langsung mengeluarkan nama Peserta PKH itu dari dafar calon peserta PKH melalui Aplikasi e – PKH. dan sebelum dilakukan pemutahiran data, pendamping PKH terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kadus/Kaling, Kades/Lurah dan nanti, Kades atau Lurah yang merekomendasikan nama peserta PKH yang tidak sesuai itu dikelurkan dari basis data peserta PKH,” ucapnya.
Saat ini kata Muhammad Lutfi, pihaknya tengah fokus melaksanakan sosialisasi kepada calon peserta PKH, dengan harapan calon peserta PKH bisa memahami penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) dan bisa mengunakan Kartu ATM untuk menarik dana Bansos.” Harapan kami kedepan masyarakat menerima Bansos PKH bisa mengakses perbankan tanpa harus menitip – nitip lagi seperti kejadian di Desa Pemepek, dan Peserta PKH bisa menggunakan Kartu ATM sendiri,” tuturnya.
Muhammad Lutfi mengungkapkan, untuk pencairan Bansos PKH Tahap II Tahun 2019 sudah mulai dicairkan dari awal bulan April 2019.” Untuk tahap ke II Tahun 2019, sudah mulai dicairkan sejak satu Minggu lalu,” ujarnya. [slNews – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan