FKPT NTB Bersama BNPT RI Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi

FKPT NTB Bersama BNPT RI Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi
Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB di Hotel D'Max Lombok Tengah, Kamis (11/4/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI menggelar rembuk aparatur kelurahan dan desa tentang Literasi Informasi dengan tema “Saring Sebelum Sharing” di Hotel D’Max depan Bandar Udara Lombok Internasional Airport (LIA) di Desa Tanak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Kamis, (11/4/2019).
Wakil Ketua FKPT NTB dr. Ani dalam sambutannya menyampaikan, kemajuan teknologi dan peran media sangat berpengaruh merubah persepsi publik. ”Jurnalis harus hati-hati. Semakin sering berita dimunculkan akan mempengaruhi keputusan politik hingga bisa merubah sebuah kebijakan. Berita tak benar bisa membuat paham radikal berkembang,” ujarnya.
Ani mengatakan, kelompok radikalisme dan terorisme memanfaatkan kemajuan teknologi. Beragam isu bisa menjadi sebab berkembangnya kelompok radikalisme. Ditambah lagi aksi-aksi yang mengarah ke radikal.“Media massa bisa sangat efektif mencegah terorisme dan sebaliknya. Berita aksi teroris yang diblow up secara besar-besaran dapat membuat kegiatan pencegahan terorisme seolah-olah tidak ada. Disinilah kebijakan media diperlukan,” katanya.
Ditempat yang sama, Asisten I Setda Lombok Tengah, H. Lalu Muh Amin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kades, Lurah, para Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang telah bekerja keras menjaga dan menciptakan Situasi Kamtibmas ditengah – tengah Masyarakat Lombok Tengah.”Meskipun di Lombok Tengah tidak ada kasus teroris, namun kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dini, dan itu sudah saya sampaikan secara langsung kepada Kades, Lurah dan Camat,”ujarnya.
Acara rembuk kelurahan dan desa tentang Literasi Informasi melalui FKPT NTB ini menghadirkan Perwakilan BNPT RI, Faisal Yan Alia S. Pil, Msi sebagai pemateri acara Bahaya Terorisme dan Radikalisme, Dewan Pers, Wartawan Senior dari Ombudsman Media Radar Lombok Tony Edy Wibowo, Babinsa dari Kodim 1620/Lombok Tengah dan Bhabinkamtibmas dari Polres Lombok Tengah.
Perwakilan BNPT RI Faisal Yan Alia S. Pil, Msi mengatakan, organisasi terlarang bisa saja ditutup, tapi ideologi harus diwaspadai. Disamping itu juga kata dia, peran keluarga sangat penting menangkal doktrin yang salah.“Kita harus bersama-sama menanggulangi terorisme dan radikalisme,” terangnya.
Faisal menjelaskan, gerakan radikalisme bermetamorfosis dalam berbagai aspek. Pola teroris juga berbeda. Dulu pelaku mengikuti pelatihan di kamp. Sekarang bisa belajar di internet untuk terpapar paham radikal.
Dipenghujung pemaparan, peserta disuguhkan beberapa video tentang doktrin-doktrin radikalisme. Acara juga diisi dengan sesi tanyajawab. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan