Pemilik Akun Facebook Lalu Wi Lapor Balik Lalu Buntaran ke Polisi

Pemilik Akun Facebook Lalu Wi Lapor Balik Lalu Buntaran ke Polisi

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Sebelumnya puluhan warga Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah melaporkan   dan meminta Polisi untuk menangkap Lalu Wirentanus, warga Desa Ketare, pemilik akun Facebook Lalu Wi, karena diduga telah mencemarkan nama baik, menghina dan melecehkan warga Desa Ketare melalui percakapannya di salah satu Grup Facebook.
Lalu Wirentanus pun diamankan Polisi ditempat dinasnya di Polindes Segale Anyar, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Hari Kamis siang, (25/10/2018). Namun setelah menjalani pemeriksaan awal di Satreskrim Polres Lombok Tengah, Lalu Wirentanus diperbolehkan pulang dan tidak menjalani Penahanan.
Pasca dilaporkan ke Polisi, melalui Kuasa Hukumnya, Lalu Wirentanus berencana akan melaporkan balik Kepala Desa ( Kades ) Ketare Lalu Buntaran ke Polres Lombok Tengah, atas dugaan telah memprovokasi warga Desa Ketare.” Rencananya Lalu Wirentanus akan melaporkan Lalu Buntaran, terkait hal memprovokasi masyarakat Ketare lewat Print Out percakapan yang ada di Medsos yang mengakibatkan masyarakat Ketare mendatangi Polsek Pujut dan meminta untuk segera menangkap Lalu Wi. Laporan secara lisan sudah kami sampaikan ke Polres Lombok Tengah dan rencananya, besok (Selasa,30/10) kami akan sampaikan laporan secara tertulis ke Polres Lombok Tengah,” kata Mahnan, Kuasa Hukum Lalu Wirentanus via WhatsApp, Senin, (29/10/2018).
Mahnan mengungkapkan, pasca dilaporkan ke Polisi, Lalu Wirentanus merasa jiwanya dan jiwa keluarganya terancam.” Bahkan ada dari masyarakat yang membawa Senjata Tajam untuk mengancam Lalu Wi di Polsek Pujut. Dengan kejadian tersebut Lalu Wirentanus selalu merasa terancam keselamatannya, bahkan keselamatan anak istrinya,” ujarnya.
Dihubungi SuaraLombokNews.com via WhatsApp, Senin, (29/10/2018), Kades Ketare Lalu Buntaran membantah telah memprovokasi warga dan tidak mengetahui persoalan antara warga Desa Ketare dengan Lalu Wirentanus tersebut.” Kalau mau lapor balik itu urusannya dia (Lalu wi), karena saya tidak tahu waktu kejadian, dan malah saya yang melarang warga dan meminta warga untuk  tenang,”ujarnya.
Salah satu komentar Lalu Wirentanus melalui akun Facebooknya yang membuat warga Desa Ketare keberatan dan tersinggung yakni kata – kata di Mot (emut), di bentol (telan) dan di Belot ( ditelan dalam keadaan utuh).
Berikut salah satu petikan isi percakapan Lalu Wirentanus di Grup Facebook itu “Lalu wi ya buk Baiq Nurul Insan…mau di mot..mau dibentol, mau dibelot bolet2 anggaran itu sekarang terserah… hahaha…ndak urus saya…”. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan