Lalu Sungkul Yakin ITDC Tak Ingin Penjarakan Masyarakat

Lalu Sungkul Yakin ITDC Tak Ingin Penjarakan Masyarakat

( Camat Pujut Lalu Sungkul )

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Sejumlah ganguan Keamanan  dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)  menghadang proses pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), yang kini tengah dilaksanakan oleh pihak PT. Indonesia Tourims Devlopment Corforations (ITDC) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipercayakan pemerintah pusat untuk mengembangkan dan mengelola KEK Mandalika.

Gangguan Kamtibmas yang dialami ITDC itu, seperti terjadinya penebangan pohon kelapa di atas HPL milik ITDC, dan  pembongkaran tembok pembatas proyek penataan KEK Mandalika yang dilakukan oleh oknum warga  lingkar KEK Mandalika.

Atas peristiwa gangguan Kamtibmas itu, pihak ITDC melaporkan perbuatan oknum warga tersebut kepada aparat Kepolisian setempat.

Kepada www.suaralomboknews.com, Rabu, (12/4/2017) Camat Pujut Lalu Sungkul  mengatakan, terjadinya gangguan Kamtibmas di KEK Mandalika itu hannya karena salah paham antara pihak PT. ITDC dengan warga lingkar KEK Mandalika.

Penebangan Pohon Kelapa di atas HPL ITDC oleh warga itu, tujuannya bukan untuk mengklaim atau melakukan penggergahan lahan milik ITDC, melainkan warga hannya ingin memanfaatkan Pohon Kelapa yang ada di eks lahan miliknya yang kini telah menjadi milik PT. ITDC.” Misi penebangan pohon kelapa itu bukan untuk mengklaim atau melakukan penggergahan lahan, melainkan warga hannya membutuhkan Pohon Kelapa itu saja,” kata Lalu Sungkul.

Terhadap gangguan Kamtibmas yang dialami ITDC itu, Lalu Sungkul meyakini, ITDC tidak memiliki niat sedikitpun untuk mempidanakan atau mempenjaran  warga eks penggarap lahan KEK Mandalika.” Apa iya perusahaan (ITDC – red) sebesar itu mau mempenjaran masayarakat. Untuk itu masyarakat juga jangan nakal,” ucapnya.

Pria asal Desa Rembitan Kecamatan Pujut itu mengungkapkan, warga eks Penggarap lahan KEK Mandalika itu menebang pohon kelapa yang ada di atas HPL ITDC itu, tujuannya hannya ingin  memanfaatkan pohon kepala tersebut untuk membangun rumah.” Pohon Kelapa itu untuk membangun rumah, dan warga hannya meminta pohon kelapa itu saja,” ungkap Lalu Sungkul.

Lalu Sungkul mengaku, sangat memaklumi sikap ITDC yang melaporkan sejumlah oknum warga yang diduga sengaja menghambat proses pembangunan di KEK Mandalika.

Untuk itu dirinya selaku Camat Pujut, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama – sama mendukung dan mensukseskan pembangunan di KEK Mandalika yang kini tengah dilaksanakan PT. ITDC.” Saya sangat memaklumi sikap ITDC melapor ke Polisi, karena terlalu banyak persoalan yang dihadapi. Untuk diketahui ITDC tidak sekejam yang  dibayangkan, ITDC tidak memiliki niat sedikitpun untuk mempenjarakan masyarakat, untuk itu masyarakat juga saya himbau jangan nakal, dan mari  kita sama – sama mendukung dan mensukseskan pembangunan di KEK Mandalika, hasilnya bukan untuk ITDC melainkan untuk masyarakat sendiri,” tutur Lalu Sungkul.

Sementara itu, terkait dengan pembongkaran tembok pembatas proyek penataan KEK Mandalika, Lalu Sungkul menegaskan, pembongkaran tembok pembatas itu dilakukan oleh oknum warga dengan memanfaatkan warga sekitar untuk kepentingan pribadi

Bahkan oknum warga tersebut, menggunakan cara – cara itimidasi terhadap warga, dengan tujuan seolah – olah pembongkaran tembok pembatas tersebut mendapat dukungan  warga.”  Yang merusak tembok itu oknum yang melibatkan masyarakat  untuk kepentingan pribadi. Oknum itu juga mengintimidasi masyarakat untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Lalu Sungkul. (slnews.com – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan