Puluhan Pejabat Eselon II Pemkab. Loteng Nonjob

Puluhan Pejabat Eselon II Pemkab. Loteng Nonjob

Pengukuhan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat  administrator Lingkup Pemkab. Loteng”

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Gerbong mutasi  di lingkup Pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab. Loteng)  akhirnya terjadi juga, Jum’at, (29/12/2016).

Bahkan lebih dari 90 persen pejabat eselon II pemegang jabatan kepala SKPD dibebas tugaskan alias nonjob.

Pengukuhan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat  administrator Lingkup Pemkab Loteng yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Loteng itu merupakan perombakan pejabat perdana di masa Pemerintahaan Periode Kedua  Bupati Loteng HM. Suhaili FT, SH bersama Wakil Bupati Loteng Lalu Fathul Bahri, S.Ip.

Dari total 51 pejabat Eselon II dan III Lingkup Pemkab. Loteng termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, hannya 9 orang Pejabat setingkat eselon II saja yang dikukuhkan, dilantik dan diambil sumpah Jabatannya, sedangkan sisanya dinonjob alias tidak memegang jabatan lagi.

9 orang pejabata Eselon II yang dikukuhkan, dilantik dan diambil sumpah jabatannya itu yakni H. Nursiah yang sebelumnya menjabat Asisten III Setda Loteng dikukuhkan kembali menjadi Sekda Loteng, HL. Muh. Amin dikukuhkan kembali menjadi Asisten I Setda Loteng, dan Ir. Nasrun juga dikukuhkan kembali menjadi Asisten II Setda. Loteng.

Selanjutnya ditingkat kepala SKPD, H. Amir Husen dikukuhkan kembali menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Loteng,  HL. Muh. Putria di kukuhkan kembali menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng, H. Darwis dikukuhkan kembali menjadi Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Loteng, Ir. Lalu Aswantara dikukuhkan kembali menjadi Inspektur Inpektorat Loteng dan Ir. Winarto dikukuhkan kembali menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Loteng.

Sesuai Keputusan Bupati Loteng  Nomor 761 Tahun 2016 tentang Pembebasan, Pengangkatan dan Pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Lingkup Pemkab. Loteng, Bupati Loteng juga mengukuhkan, melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat setingkat eselon III termasuk 12 Camat se – Loteng.

Pada Mutasi kali ini, tidak terjadi pergeseran atau pergantian 12 Camat se – Loteng, sedangkan ditingkat Sekretaris Dinas/Badan dan bagian mengalami pergeseran.

Dalam Mutasi kali ini, Bupati Loteng menunjuk dan menugaskan Pejabat setingkat eselon III yakni Sekretaris sebagai PLT Kepala SKPD, sampai dengan dilantiknya Kepala SKPD pada Mutasi pejabat eselon II yang direncanakan paling lambat pada awal Bulan Februari 2017 mendatang.” Sekretaris sementara menjadi PLT, karena masih terjadi  transisi sistem yang lama ke sistem yang baru.  Dan Mutasi kali ini merupakan pengukuhan lembaga sesuai dengan  Perda yang baru,” kata Bupati Loteng HM. Suhaili FT, SH.

Bupati Loteng dua Periode itu mengungkapkan, pada awal bulan Januari 2017 ini, akan dilaksanakan Lelang Jabatan untuk Eselon II. Dengan harapan, masyarakat tidak lagi bertanya – tanya terkait dengan kebijakan Mutasi Pejabat eselon II Lingkup Pemkab. Loteng.” Kita akan buka peluang untuk eselon II pada Bulan Januari ini, nanti akan dilakukan Lelang Jabatan yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah itu paling lambat awal Bulan Februari dilakukan Mutasi,  Sehingga masyarakat paham, karena dalam persoalan Mutasi ini saya tidak mau sembunyi – sembuyi,” ungkap HM. Suhaili FT.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB itu juga menjelaskan, adanya sejumlah kepala SKPD yang dikukuhkan , dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Mutasi tersebut, dilihat dari  faktor usia, dan pejabat Eselon II yang dilantik tersebut juga telah mengikuti Asismen dengan hasil yang memuaskan.”Pertimbangan saya Usia dan hasil Asismennya bagus. Kalau di dimisioner (nonjob) maka per 1 Januari mereka goo (pensiun),” jelas HM. Suhaili FT.

Mantan Ketua DPRD Provinsi NTB dua Periode itu juga meminta kepada pejabat setingkat Eselon II yang di Nonjob tersebut untuk tetap bekerja di Dinas/Instansi yang pernah dipimpinnya.” Yang di Nonjob tetap masuk bekerja seperti biasa, sebagai staf,” ujar HM. Suhaili FT, SH. |rul

No Responses

Tinggalkan Balasan