SHOPPING CART

close

Tokoh Agama Lombok Tengah Sepakat Bangun Kompleks Rumah Ibadah Lintas Agama di KEK Mandalika

Pembangunan Komplek Rumah Ibadah di KEK The Mandalika
Kaban Kesbangpol Lombok Tengah, Murdi AP,. M.Si memimpin Rapat konsolidasi pimpinan dan tokoh agama yang berlangsung di Aula Rapat Bakesbangpol Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis (3/9/2026).

SUARALOMBOKNEWS | Gagasan pembangunan kompleks rumah ibadah lintas agama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai memasuki tahap konkret.

Para pimpinan dan tokoh agama di Lombok Tengah, sepakat mendorong pembangunan kompleks rumah ibadah bagi umat beragama resmi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan, dialog lintas iman dan kehidupan harmonis di KEK The Mandalika.

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat konsolidasi pimpinan dan tokoh agama yang berlangsung di Aula Rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (3/9/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas gagasan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., yang sebelumnya menyampaikan ide pembangunan kompleks rumah ibadah lintas agama di hadapan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 120 desa se-Kabupaten Lombok Tengah.

Gagasan itu kemudian ditindaklanjuti Kepala Bakesbangpol Lombok Tengah, Murdi, AP., M.Si., dengan mempertemukan para pimpinan dan tokoh agama untuk membangun kesepahaman mengenai konsep, lokasi, pengelolaan, pembiayaan hingga landasan hukum pembangunan kompleks tersebut.

Bukan Sekadar Kompleks Rumah Ibadah.

Kepala Bakesbangpol Lombok Tengah, Murdi AP,. M.Si menyampaikan, dalam forum tersebut, pembangunan kompleks rumah ibadah dipandang bukan semata-mata sebagai pembangunan fasilitas keagamaan.

Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan lintas iman, tempat masyarakat maupun wisatawan menjalankan ibadah sekaligus mengenal keberagaman agama, tradisi, nilai kemanusiaan dan kebudayaan Indonesia.”Karena itu, gagasan tersebut diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Mandalika yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kegiatan olahraga, tetapi juga menghadirkan ruang spiritual, pendidikan, dialog lintas agama dan pembelajaran mengenai kerukunan.

Mandalika diharapkan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga memiliki ruang yang dapat memperkuat wisata religi, dialog lintas iman dan pertukaran pengetahuan,” ucapnya.

Empat Kesepakatan Utama..

Dalam rapat konsolidasi tersebut, para pimpinan dan tokoh agama menyepakati empat prinsip utama.

Pertama, lokasi. 

Kompleks rumah ibadah bagi umat beragama resmi di Indonesia diarahkan dibangun di dalam kawasan KEK Mandalika pada lokasi yang diizinkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau PT. ITDC.

Kedua, pengelolaan. 

Pengaturan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan pembangunan hingga pengelolaan kompleks rumah ibadah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah setelah mendapatkan kesepakatan bersama dari tokoh agama masing-masing.

Ketiga, kepatuhan hukum. 

Seluruh proses pembangunan maupun pengelolaan wajib dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, pembiayaan. 

Biaya pembangunan masing-masing rumah ibadah menjadi tanggung jawab umat beragama masing-masing.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen bersama yang ditandatangani para pimpinan dan tokoh lintas agama Kabupaten Lombok Tengah.

Di antaranya Ketua FKUB Kabupaten Lombok Tengah, TGH. Lalu Mala Sar’i, S.Ag., Lc. Ketua MUI Kabupaten Lombok Tengah, TGH. Muhamad Nur Mukhtar, S.Pd.I. Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah, Pinandita I Nengah Renes, A.Md. Pastor Paroki Praya, Romo Klemens Bere, Pr. Ketua FKGK Kabupaten Lombok Tengah, Pendeta Kawi Ariyagana, SE., M.Th.  Tokoh Agama Katolik Kabupaten Lombok Tengah, Francisco Xaverius Fernandez, S.Pd.Mat. Tokoh Agama Buddha, Eddy Rianto; serta Tokoh Agama Konghucu, Thermanus Bianto W.

Menuju Pusat Peradaban Dunia.

Murdi mengatakan, gagasan pembangunan kompleks rumah ibadah lintas agama tersebut membawa visi yang lebih luas bagi masa depan Lombok Tengah.”Daerah ini diharapkan tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata, tetapi juga mampu berkembang sebagai ruang pertemuan antara pariwisata, spiritualitas, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan dialog antaragama,” katanya

Kompleks rumah ibadah lintas agama di Mandalika, lanjut Murdi, dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari visi tersebut dan dalam jangka panjang, kawasan itu diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu destinasi wisata religi, sekaligus ruang untuk kajian keagamaan, dialog lintas iman, kegiatan pendidikan toleransi serta pertukaran gagasan mengenai agama, kemanusiaan dan peradaban.”Dengan posisi Mandalika sebagai kawasan pariwisata internasional, keberadaan ruang spiritual lintas agama dinilai memiliki potensi strategis. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati destinasi wisata, tetapi juga dapat menemukan ruang untuk beribadah, berefleksi dan mengenal keberagaman keyakinan yang hidup di Indonesia,” tuturnya

Dari Harmoni Lokal Menuju Pesan Universal.

Murdi mengungkapkan, gagasan tersebut membawa pesan bahwa kerukunan antarumat beragama tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui ruang kehidupan yang nyata.

Lombok Tengah memiliki modal sosial, budaya dan keagamaan yang kuat. Modal tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang mampu mempertemukan kearifan lokal dengan wawasan global.”Jika direalisasikan secara konsisten dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan tetap berpedoman pada ketentuan hukum, kompleks rumah ibadah lintas agama di Mandalika berpotensi menjadi salah satu ikon baru Lombok Tengah. Bukan hanya ikon pariwisata, tetapi juga simbol kerukunan, toleransi dan perdamaian,” ujarnya.

Dari Mandalika, Lombok Tengah dapat menunjukkan bahwa kemajuan sebuah destinasi tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan dan nilai investasi, tetapi juga dari kemampuan membangun manusia, merawat keberagaman dan menghadirkan ruang dialog kemanusiaan.

Mandalika dapat menjadi tempat orang datang untuk berwisata, sekaligus ruang bagi masyarakat dan wisatawan untuk belajar mengenai harmoni dalam keberagaman.

Visi besarnya adalah menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah yang mampu mempertemukan pariwisata dunia, wisata religi, dialog lintas iman dan kajian keagamaan dalam satu kawasan yang berakar pada kearifan lokal dan terbuka terhadap dunia. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Tokoh Agama Lombok Tengah Sepakat Bangun Kompleks Rumah Ibadah Lintas Agama di KEK Mandalika

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2026
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

STATISTIK