Tingkatkan Koordinasi, Forum Mitra SPPG Janapria Gelar Halal Bi Halal, Manfaat MBG Terkuak, Siswa Malas Jadi Rajin

SUARALOMBOKNEWS | Para Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tergabung dalam Forum Mitra SPPG Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengisi momen Idul Fitri 1447 H/2026 M dengan menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang dirangkaikan dengan Koordinasi antara Mitra SPPG dengan pihak – pihak terkait yang ada di Kecamatan Janapria.
Kegiatan Halal Bi Halal yang dipusatkan di SPPG Lemokek, Desa Janapria, Kecamatan Janapria pada Kamis, (26/3/2026) sore itu dihadiri oleh Forkompimcam Janapria, Babinsa, Polsek Janapria, Mitra dan Perwakilan Mitra dari 15 SPPG se Kecamatan Janapria serta dari UPT Puskesmas Janapria.
Dalam sambutannya, Ketua Forum Mitra SPPG Kecamatan Janapria, Suandi Kusuma Jaya menyampaikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Janapria sudah berjalan kurang lebih selama 1 tahun dan terdapat 15 Dapur SPPG yang tersebar di 16 Desa di Kecamatan Janapria.
Jaya mengungkapkan, kegiatan Halal Bi Halal para Mitra SPPG Kecamatan Janapria di Idul Fitri 2026 ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan membersihkan hati dari kesalahan.” Satu bulan kita menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan, dan kita juga jarang bertemu, berkomunikasi dan berkoordinasi, karena sama-sama sibuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada penerima manfaat MBG. Dan melalui kegiatan ini kita merajut persaudaraan, menciptakan kerukunan sosial, dan mengubah hubungan renggang menjadi harmonis kembali dengan semua pihak, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas. Dan melalui kegiatan ini kita mempererat Silaturahmi, memperkuat ikatan persaudaraan dan persatuan, baik keluarga, tetangga, maupun rekan kerja, menciptakan kerukunan sosial dan untuk meningkatkan Koordinasi dengan semua pihak terkait dengan pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Janapria,” ucapnya
Ditempat yang sama, perwakilan dari UPT Puskesmas Janapria, Husnul Ummah, S. Kep. Ners menyampaikan, MBG merupakan program Presiden Prabowo, sehingga sebelum terjun melaksanakan kegiatan MBG, pihak yang terlibat dalam kegiatan MBG harus sehat.” Jadi tidak mungkin kalau yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini seperti relawan sakit atau kurang sehat. Apalagi dengan jam kerja para relawan yang terlibat sangat ekstra bahkan ada yang lebih dari 8 jam. Jadi kita yang terlibat dalam kegiatan ini bisa saja Imunnya bisa turun, untuk itu, mari sehatkan dulu relawannya sehingga bisa fit memberikan pelayanan kepada penerima manfaat,” ucapnya
Husnul mengungkapkan, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan MBG ini bersentuhan langsung dengan makanan yang diolah, untuk itu perlu diperhatikan kesehatan dan kebersihan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.” Kita tidak pernah tau kuman bakteri dan segala macam itu kapan munculnya. Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala kepada relawan minimal satu kali dalam tiga bulan. Pemeriksaan kesehatan standar tentunya yang paling utama itu terkait dengan upaya pencegahan penyakit menular yang secara kasat mata tidak terlihat contoh seperti Hepatitis itu dia menular lewat sentuhan lewat keringat kemudian kalau TBC itu lewat dahak saat batuk, untuk itu tidak ada salahnya kita melakukan upaya antisipasi dengan melakukan pemeriksaan berkala, sebab dampaknya tidak secara langsung melainkan bertahun tahun dampaknya baru muncul gejala. Dan karena program ini hajatan pemerintah untuk memberikan kesehatan kepada generasi generasi kita, maka kita harus memberikan secara maksimal tentunya dengan menjaga diri, menjaga kesehatan dan kebersihan,”tuturnya
Sementara itu, Korwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Janapria, H. Kanaen menyampaikan, bahwa di Kecamatan Janapria ada 50 SD Negeri 5 SD Swasta dengan jumlah siswa sebanyak 8 ribu lebih.
Kanaen mengungkapkan, Program MBG manfaatnya sangat dirasakan oleh para penerima manfaat yang ada di Kecamatan Janapria.” Manfaatnya luar biasa, anak-anak kita yang tadinya malas sekolah, dengan adanya MBG ini menjadi rajin sekolah, bahkan hari Minggu saja mau masuk sekolah. Untuk itu, kami berharap kepada para Mitra SPPG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” pintanya
Kanaen mengungkapkan, bahwa dirinya selaku Korwil kerap menerima keluhan dari guru dan wali murid penerima manfaat terkait dengan Menu MBG.”Ada yang ngadu ke Korwil yang bilang kok makanannya tidak disukai anak anak, dan saya sudah mengikuti sosialisasi di SPPG Prako dan saya sudah sampaikan kepada teman – teman guru termasuk wali murid ini bukan makanan enak tetapi ini makanan sehat bergizi. Untuk itu harapan kami kepada pihak SPPG, walaupun itu kurang enak bagaimana dibuat supaya disukai anak anak dan tetap sehat bergizi sehingga tidak mubazir dan kalau ada guru atau wali murid yang mengeluh terkait dengan menu jangan diumbar di media sosial, lebih baik langsung menginformasikan ke pihak SPPG atau Dapur,” tegasnya.
Kegiatan Halal Bi Halal Forum Mitra SPPG Kecamatan Janapria yang dirangkaikan dengan kegiatan Koordinasi Mitra SPPG dengan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan Program MBG mendapat apresiasi dari Camat Janapria, Lalu Marzawan Supriyadi.” Kegiatan – kegiatan seperti inilah yang kami harapkan, sehingga jika ada persoalan dan kendala terkait dengan pelaksanaan MBG bisa segera diatasi dan dicarikan solusi, sehingga tidak membias kemana – mana. Dan penerima manfaat tidak dirugikan,” ucap Lalu Marzawan.
Lalu Marzawan berharap, kegiatan Halal Bi Halal dan Koordinasi bisa terus ditingkatkan.”Melalui kegiatan ini, kita dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG ini bisa berkoordinasi tanpa harus saling mendatangi. Melalui kegiatan ini, kita bisa berkumpul, berdiskusi untuk bagaimana kita sama – sama meningkatkan Pelayanan kepada Penerima manfaat MBG,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bi Halal dan Koordinasi Forum Mitra SPPG Kecamatan Janapria diakhiri dengan kegiatan diskusi dan tanya jawab terkait dengan pelaksanaan Program MBG. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan