Dewan Dengarkan Penjelasan dan Jawaban Bupati Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian jawaban kepala daerah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021-2026, Senin, (2/8/2021).
Sidang Paripurna yang dilaksanakan di Gedung DPRD Lombok Tengah itu dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Lombok Tengah, M. Tauhid didampingi para wakil ketua DPRD Lombok Tengah dan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip, para anggota DPRD Lombok Tengah, Plt Sekretaris Dewan Lombok Tengah, Suhadi Kana, para Asisten, Staf Ahli Bupati, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lombok Tengah.
Dalam sidang paripurna itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri memberikan jawaban dan penjelasan kepada fraksi – fraksi di DPRD Lombok Tengah terhadap Ranperda tentang RPJMD Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021-2026.
Jawaban dan penjelasan untuk fraksi Partai Gerindra, H. Lalu Pathul menjelaskan, hubungan antar dokumen perencanaan sesuai dengan pedoman penyusunan RPJMD adalah dokumen RPJD, RTRW, RPJMD Provinsi dan RPJMD menjadi pedoman dalam penyusunan RPJMD. Sedangkan rencana strategis (Renstra) merupakan operasionalisasi RPJMD di tingkat perangkat daerah sehingga dalam penyusunannya akan mempedomani RPJMD.
H. Lalu Pathul menyampaikan, rumusan visi dan misi kepala daerah yang merupakan janji politik dan disampaikan pada masa kampanye, menjadi dasar visi dan misi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah dan menjadi dasar dalam perumusan prioritas pembangunan daerah sesuai dengan pasal 166 Permendagri Nomor 86 tahun 2017. ” Permasalahan kemiskinan, gini rasio (ketimpangan pendapatan) dan pemerataan infrastruktur menjadi perhatian pemerintah daerah sebagaimana tertuang dalam misi keempat yaitu pembangunan ekonomi yang berkeseimbangan dan berkelanjutan didukung infrastruktur berkualitas. Hal ini dicapai dengan strategi meningkatkan investasi di daerah, peningkatan perlindungan sosial, meningkatkan nilai tambah industri pengolahan, meningkatkan daya saing sektor agraris untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas dan kapasitas sistem jaringan infrastruktur jalan, irigasi dan air minum. Hal ini juga sekaligus menjawab pertanyaan dari fraksi partai Golkar, fraksi PPP, fraksi PBB, fraksi PKB, fraksi PAN dan fraksi Nasdem Perjuangan,” jawabnya
Jawaban untuk fraksi Partai Golongan Karya, H. Lalu Pathul menyampaikan, peningkatkan kualitas dan layanan kesehatan masyarakat tetap menjadi fokus pemerintah daerah, hal ini termuat dalam tujuan dan sasaran misi kedua yaitu mencapai sumber daya manusia yang cerdas, mandiri dan unggul. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan serta peningkatan kualitas tenaga kesehatan menjadi arah kebijakan yang akan ditempuh oleh pemerintah daerah. “Terkait dengan perencanaan spasial termasuk di dalamnnya dinamika batas wilayah dan perubahan rencana detail tata ruang perkotaan Praya akibat pemindahan kantor bupati, menjadi bagian dalam perubahan rencana tata ruang wilayah dan rencana detail tata ruang perkotaan Praya yang sedang berproses,” ucapnya
Untuk fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Tengah itu menjelaskan, target penurunan kemiskinan dan penetapan target pendapatan asli daerah telah mempertimbangkan dampak Pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan kinerja ekonomi di berbagai sektor menurun khususnya sektor pariwisata. Hal itu juga menanggapi pertanyaan fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.
Pemerintah daerah kata mantan Wakil Bupati Lombok Tengah itu, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing melalui peningkatan kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika. Demikian juga halnya dengan integrasi pengembangan kawasan pertanian di utara dan kawasan tengah sebagai pusat jasa, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kek mandalika. dengan berbagai upaya tersebut keberadaan KEK The Mandalika di Lombok Tengah akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hal itu juga sekaligus menjawab pertanyaan fraksi Partai Demokrat, fraksi PPP, fraksi PBB dan fraksi Partai Amanat Nurani Berkarya. Terkait peningkatan layanan irigasi melalui penambahan jumlah sumber air irigasi, tetap menjadi perhatian pemerintah daerah melalui berbagai sumber pendanaan khususnya dari pemerintah pusat. hal ini juga menjawab pertanyaan fraksi PBB,” papar H. Lalu Pathul
Jawaban untuk fraksi Partai Demokrat, H. Lalu Pathul menjelaskan, penyusunan RPJMD diawali dengan kajian teknokratik berdasarkan data, dan telah memperhatikan dinamika isu yang berkembang. dalam proses penyusunannya telah melibatkan masyarakat dan stakeholders terkait dalam rangka penyempurnaan dokumen rpjmd sesuai dengan kaidah-kaidah perencanaan. indikator capaian pembangunan yang ditargetkan telah memperhitungkan potensi dan kemampuan fiskal daerah. “Hal itu juga sekaligus menjawab pertanyaan dari fraksi PPP dan fraksi Amanat Nurani Berkarya,” katanya
Jawaban dan penjelasan untuk fraksi Partai Persatuan Pembangunan, H. Lalu Pathul menyampaikan, dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah daerah Lombok Tengah menyediakan informasi publik yang dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah dan cepat, sekaligus sebagai alternatif media komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. “Hal ini sekaligus menjawab tanggapan dari fraksi Amanat Nurani Berkarya,” ucapnya
Jawaban untuk fraksi Partai Bulan Bintang kata H. Lalu Pathul, kebijakan pengembangan wilayah dilakukan secara holistik-tematik, integratif dan spasial. Pengembangan wilayah di kawasan utara, tengah ataupun selatan harus dipandang sebagai satu kesatuan pembangunan secara menyeluruh, terintegrasi dan saling mendukung berdasarkan karakteristik serta potensi wilayah. Pembangunan di satu kawasan pasti membutuhkan dukungan dari kawasan lainnya mengingat perbedaan potensi, karakteristik dan keterbatasan-keterbatasan satu wilayah. dengan cara pandang seperti ini diharapkan pengembangan wilayah dapat dilakukan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. ” Jawaban untuk fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, pemanfaatan aset-aset daerah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diupayakan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Optimalisasi pasar agrobisnis pancor dao akan dilakukan dengan menyiapkan kelembagaan pengelola pasar yang diharapkan mampu mengelola lokasi tersebut secara profesional, dan memastikan adanya bisnis plan yang jelas agar pengelolaannya kedepan terintegrasi dengan destinasi wisata yang terdapat di kawasan utara. Sedangkan optimalisasi pasar kuta akan dilakukan dengan terlebih dahulu menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti listrik, sanitasi dan drainase untuk memenuhi standar kualitas pasar. Penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah memperhatikan aspek epidemologi yang didasarkan pada perkembangan kasus yang terjadi. sejalan dengan kebijakan regulasi pemerintah pusat terkait pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19, pemerintah daerah terus melakukan edukasi dan pemantauan aktifitas masyarakat khususnya di tempat-tempat umum agar mematuhi protokol kesehatan. Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara sebagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Terkait dampak Covid-19 terhadap pengelolaan keuangan daerah dapat kami sampaikan bahwa dengan dikeluarkannya peraturan menteri keuangan no 17/pkm.07/2021, terdapat pemotongan dana alokasi umum dan kewajiban pengalokasian anggaran yang bersumber dari dana transfer umum sebesar 8 persen untuk penanganan Covid-19, sehingga pemerintah daerah harus melakukan rasionalisasi dan refocusing anggaran. hal ini akan berpengaruh pada penurunan target-target pembangunan yang telah ditetapkan,” papar H. Lalu Pathul
Jawaban dan penjelasan untuk fraksi Amanat Nurani Berkarya, strategi penanganan stunting yang dilakukan oleh pemerintah daerah secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yaitu, pertama, intervensi gizi spesifik, merupakanpendekatan di sektor kesehatan dengantitik berat pada kesehatan dan gizi ibu dan anak mulai dari kehamilan sampai dengan usia anak 23 bulan. Kedua, intervensi gizi, merupakan strategi penanganan stunting di luar sektor kesehatan sebagai upaya untuk mencegah dan mengurangi masalah gizi secara tidak langsung. hal ini dilakukan melalui penyediaan akses air bersih dan sanitasi, pemberdayaan perempuan dan lain-lain.
Terakhir jawaban dan penjelasan untuk fraksi Nasdem Perjuangan, untuk mewujudkan stabilitas sosial masyarakat termasuk di dalamnya gangguan kamtibmas dibutuhkan sinergi yang kuat antara aparat pemerintahan, aparat penegak hukum dan masyarakat. pelibatan unsur-unsur ini menjadi hal yang mutlak mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah. Sehubungan dengan keberadaan investor yang sudah memiliki hak atas tanah dan belum memulai aktifitas usahanya, maka pemerintah daerah akan mengevaluasi dan mengupayakan peningkatan kinerja investasi sesuai kewenangan daerah. Kualitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup merupakan aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan. isu-isu lingkungan tetap menjadi perhatian pemerintah kabupaten lombok tengah dalam berbagai aktivitas pembangunan, hal ini tercermin dalam rumusan sasaran misi ke empat rancangan RPJMD. ” Demikianlah penyampaian jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Lombok Tengah terhadap Ranperda tentang RPJMD Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021-2026. Adapun hal-hal yang lebih bersifat teknis dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut, akan disampaikan pada agenda rapat pembahasan selanjutnya, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada fraksi-fraksi DPRD yang telah menyampaikan apresiasi, saran dan rekomendasi. semoga Allah SWT, memberikan petunjuk dan hidayahnya bagi kita semua dalam ikhtiar untuk senantiasa terus mewujudkan Lombok Tengah yang bersatu jaya (beriman, sejahtera, bermutu, maju dan berbudaya),” tutup H. Lalu Pathul. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan