Sebulan, 5 Jenazah Covid-19 di Lombok Tengah Diambil Paksa Keluarga

LOMBOK TENGAH | Tim Penanganan jenazah Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat, selama bulan Juli 2021, sebanyak 5 Jenazah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 diambil secara paksa oleh pihak keluarga dari RSUD Praya Lombok Tengah dan menolak jenazah Covid-19 ditangani secara Protokol Kesehatan Covid-19. “Untuk bulan Juli saja, ada 5 kali penolakan dan mengambil jenazah Covid-19 secara paksa, dua kali penolakan dari Janapria, Sengkol 1 kali penolakan, Penujak 1 kali penolakan dan terakhir 1 penolakan dari Desa Bonder,” ungkap Tim Penanganan Jenazah Covid-19 RSUD Praya, Lombok Tengah, Jalalulhadi, Minggu, (1/8/2021).
Tim Penanganan Jenazah Covid-19 RSUD Praya Lombok Tengah berharap dan menghimbau kepada masyarakat Lombok Tengah untuk tidak mudah terasut informasi maupun berita berita hoax. ” Harapan kepada masyarakat, semoga mereka yang masih tidak percaya, semoga mereka sadar dan tidak berasumsi tanpa ilmu pengetahuan dan termakan berita hoax, karena kami bekerja di dasarkan atas kemanusiaan. Kami mendapat penolakan itu bagi diri saya pribadi karena mereka belum tahu kebenarannya. 13 tahun 3 bulan saya bekerja di RS baru kali ini melihat orang meninggal dalam sehari semalam sebanyak 6 orang dan termasuk warga saya di rumah,” sebut Jalal
“Harapan kedua semoga masyarakat bisa mengikuti Prokes (protokol kesehatan) yang ditetapkan terutama menyangkut PPKM karena diantara kita semua kita tidak tahu mana orang-orang yang OTG (orang tanpa gejala) yang menularkan virus pada orang yang lemah imun (daya tahan) tubuhnya dan jangan masyarakat menganggap penyakit ini sebagai aib. Memang kita tidak boleh takut pada wabah, tapi kita diwajibkan menghindari wabah dengan cara mengikuti segala protokol kesehatan dari Tim Medis dan Pemerintah,” imbau Jalal
Tim Penanganan Jenazah Covid-19 RSUD Praya menyarankan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Lombok Tengah untuk menggenjarkan kembali sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang penerapan Prokes Covid-19 dengan melibatkan pemerintah desa termasuk PKM (Puskesmas). “Hanya saran saja yakni sebaiknya di bawah diadakan sejenis penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa dan PKM,” saran Jalal
Tim Penanganan Jenazah Covid-19 RSUD Praya Lombok Tengah juga meminta kepada masyarakat, khususnya kepada pejabat publik untuk tidak membuat pernyataan yang tidak mendasar baik itu terkait dengan Wabah Virus Corona termasuk penangananya. “Untuk pejabat yang kemarin dalam statementnya kurang enak dibaca tolong jangan membuat statement yang tidak berdasar dan tidak ada keilmuan dalam hal penanganan Covid 19, karena statement mereka akan memberikan dampak bentrokan antara Tim Medis dan Masyarakat yang masih kurang mengerti. Kalau ada kecurigaan atau ada yang kurang dalam pelayanan kami sebagai Tim sebaiknya melakukan Tabayun kepada kami mari kita duduk bersama membedah kebenaran dari dugaan ataupun tuduhan. Memang benar pandemi ini berbahaya akan tetapi masih ada hal – hal yang masih bisa ditolerir, kenapa kita harus hilangkan demi tidak terjadinya penolakan ataupun bentrokan dimasyarakat,” keluh Jalal
Diawal Pandemi Covid -19 pada tahun 2020 lalu, lanjut Jalal, Tim penanganan Jenazah Covid-19 RSUD Praya Lombok Tengah memakamkan jenazah yang terpapar virus corona dengan Kantong Jenazah. “Kalau diawal – awal pandemi, kami hanya pakai kantong jenazah, kemudian setelah 2-3 kali pemakaman baru kami pakai peti. Maklum kami saat itu masih awam,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan