Warga Desa Prabu Lombok Tengah Ditemukan Meninggal Dengan Sarung Terbakar, Keluarga Tolak Otopsi

SUARALOMBOKNEWS | Seorang warga Dusun Mertak Are/Bangkang, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Amaq Singkang (50), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah anaknya pada Sabtu malam (19/9/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Kasi Pemerintahan Desa Prabu, Lalu Wira, mengatakan korban selama ini tinggal di rumah anaknya. Saat kejadian, korban berada seorang diri di dalam rumah karena anaknya sedang pergi bekerja.
Menurut Lalu Wira, anak korban kemudian pulang dan melihat adanya kepulan asap dari dalam rumah. Saat masuk ke dalam rumah, anak korban mendapati ayahnya sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan sarung yang dikenakannya terbakar.“Api yang membakar sarung korban kecil. Kemungkinan sarung terbakar karena terkena putung rokok. Setelah melihat kejadian itu, anak korban langsung menyiram api yang membakar sarung ayahnya,” kata Lalu Wira, Minggu (20/9/2026).
Setelah kejadian tersebut, Tim Inafis Polresta Lombok Tengah melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di lokasi.
Pihak keluarga kemudian diminta untuk menjalani proses otopsi guna mengetahui secara medis penyebab kematian korban. Namun, keluarga menolak dilakukan otopsi dan sepakat untuk tidak melakukan otopsi.“Kalau di kemudian hari ada hal-hal yang dianggap janggal, keluarga menyatakan siap melapor dan jika diperlukan melakukan pembongkaran makam untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Lalu Wira.
Lalu Wira menyebutkan, pihak keluarga juga memiliki dugaan bahwa korban kemungkinan telah meninggal dunia sebelum sarung yang dikenakannya terbakar. Namun, dugaan tersebut masih merupakan kecurigaan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban.
Jenazah Amaq Singkang dimakamkan pada Minggu (20/9/2026) ba’da sholat Dzuhur di pemakaman Desa Prabu.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti meninggalnya korban belum diketahui secara medis dan kasusnya masih dalam penanganan pihak Polresta Lombok Tengah. [SLNews – Rul]

Tinggalkan Balasan