SHOPPING CART

close

Soal Biaya Selfie Point dan Toilet, Pengelola Wisata Air Terjun Benang Stokel-Benang Kelambu Beri Penjelasan Lengkap

Wisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu Lombok Tengah
Perwakilan Pengelola Wisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu, Muh. Rodian Fahlepi.

SUARALOMBOKNEWS | Pengelola Objek Wisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan klarifikasi terkait keluhan pengunjung mengenai adanya biaya tambahan setelah pembayaran tiket masuk kawasan wisata.

Mewakili pengelola, Muh. Rodian Fahlepi, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai kritik dan masukan pengunjung yang beredar di media sosial.

Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata.

Terkait fasilitas selfie point, Rodian menjelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan fasilitas tambahan yang penggunaannya bersifat opsional dan tidak termasuk dalam tiket masuk kawasan wisata.”Fasilitas ini berupa konstruksi kayu dengan ketinggian kurang lebih 7 meter dan berada pada area dengan kondisi bagian bawah berbatu. Oleh karena itu, penggunaannya memerlukan pengawasan dan pembatasan jumlah pengunjung,” jelas Muh. Rodian Fahlepi, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, material kayu pada fasilitas tersebut juga membutuhkan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala. Bagian konstruksi yang mulai lapuk atau mengalami kerusakan harus segera diperbaiki atau diganti demi menjaga keselamatan pengunjung.

Saat ini, kata Rodian, penggunaan selfie point dikenakan biaya Rp2.000 per orang. Biaya tersebut disebut untuk mendukung pengawasan, perawatan dan pemeliharaan fasilitas.”Pengunjung yang tidak menggunakan selfie point tidak dikenakan biaya tersebut,” tegasnya.

Sementara terkait fasilitas toilet dan kamar ganti, pengelola menjelaskan bahwa toilet umum yang berada di area pintu masuk dapat digunakan pengunjung secara gratis.

Sedangkan biaya Rp2.000 hanya diberlakukan pada toilet atau kamar ganti tertentu yang berada lebih dekat dengan kawasan Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.

Rodian mengatakan, area tersebut merupakan titik dengan konsentrasi kunjungan cukup tinggi. Aktivitas wisata air juga membuat penggunaan toilet dan kamar ganti relatif intensif sehingga membutuhkan pembersihan, pengawasan, ketersediaan air dan pemeliharaan secara rutin.

Sebelumnya, pengelola menerapkan sistem petugas kebersihan dengan pemberian upah bulanan. Namun berdasarkan evaluasi di lapangan, pola tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu memastikan kebersihan dan kondisi fasilitas terjaga sepanjang waktu.”Pengelola masih menerima keluhan mengenai kebersihan, kerusakan fasilitas maupun tidak adanya petugas pada saat fasilitas dibutuhkan,” katanya.

Atas evaluasi tersebut, pengelola mencoba menerapkan pola dengan menempatkan petugas yang secara khusus bertanggung jawab menjaga, membersihkan dan merawat fasilitas selama jam operasional.

Pola tersebut, lanjut Rodian, juga menjadi bagian dari pengelolaan wisata berbasis masyarakat atau community-based tourism, dengan melibatkan masyarakat sekitar secara langsung dalam pelayanan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi atas tanggung jawab pelayanan yang mereka laksanakan.

Meski demikian, pihak pengelola mengakui mekanisme tersebut masih perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan maupun kesan adanya pembayaran berulang kepada wisatawan.

Evaluasi Sistem Tiket.

Pengelola juga memahami bahwa adanya pembayaran pada sejumlah fasilitas setelah pengunjung membeli tiket masuk dapat menimbulkan pertanyaan, terutama apabila informasi mengenai fasilitas dan tarif belum disampaikan secara jelas sejak awal.

Saat ini, tiket masuk kawasan wisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu disebut sebesar Rp5.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp10.000 per orang untuk wisatawan dari luar NTB.

Selain tiket masuk tersebut, terdapat biaya layanan tambahan tertentu, yakni Rp2.000 per orang untuk penggunaan selfie point dan Rp2.000 per orang untuk penggunaan toilet atau kamar ganti tertentu.

Menurut Rodian, pengelola menerima masukan agar mekanisme pembayaran dibuat lebih sederhana sehingga wisatawan tidak merasa harus melakukan pembayaran berulang selama berada di dalam kawasan wisata.

Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah melakukan penyesuaian atau kenaikan tarif tiket masuk dengan mengintegrasikan fasilitas tertentu ke dalam tiket masuk.

Dengan pola tersebut, pengunjung nantinya diharapkan cukup melakukan pembayaran pada awal kunjungan dan tidak lagi dikenakan biaya tambahan untuk fasilitas yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tiket masuk.

Namun, Rodian menegaskan bahwa penyesuaian tarif tersebut masih sebatas usulan dan belum menjadi keputusan.”Perubahan besaran tarif maupun sistem pelayanan perlu didiskusikan dan dibahas lebih lanjut bersama stakeholder terkait sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Pembahasan tersebut, menurutnya, perlu mempertimbangkan keterjangkauan harga bagi wisatawan, kualitas pelayanan, biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas, kebersihan dan keselamatan, mekanisme pembagian manfaat serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang selama ini terlibat dalam aktivitas pariwisata.”Bagi pengelola, persoalannya bukan semata-mata menaikkan atau mempertahankan tarif, tetapi bagaimana membangun sistem tiket yang lebih sederhana, transparan, wajar dan memberikan kepastian kepada wisatawan sejak awal,” katanya.

Sambil menunggu hasil evaluasi dan pembahasan, pengelola berkomitmen memperbaiki penyampaian informasi mengenai tarif yang berlaku, termasuk memperjelas mana yang merupakan tiket masuk, fasilitas yang telah termasuk dalam tiket dan layanan tambahan yang bersifat opsional.

Libatkan Lebih dari 300 Masyarakat.

Rodian juga menjelaskan bahwa pengelolaan Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu melibatkan masyarakat sekitar.

Menurutnya, pengelolaan kawasan wisata dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi membutuhkan berbagai pelayanan, mulai dari kebersihan, keamanan, keselamatan, pemeliharaan fasilitas, pelayanan informasi, pengaturan parkir, transportasi lokal, pemanduan hingga pengawasan aktivitas pengunjung.

Di sisi lain, pengelola berupaya memastikan keberadaan kegiatan pariwisata memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat.”Aktivitas pariwisata di kawasan Benang Stokel dan Benang Kelambu selama ini telah membuka dan menggerakkan kesempatan kerja bagi lebih dari 300 masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Masyarakat tersebut, kata dia, terlibat sebagai pemandu lokal, pengemudi ojek wisata, pedagang, petugas parkir, petugas kebersihan maupun berbagai pekerjaan pendukung lainnya.”Keberhasilan destinasi bukan hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari kemampuan pariwisata menjaga alam, memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan dan memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat yang hidup di sekitar destinasi,” katanya.

Pengelola mengakui masih terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki. Karena itu, kritik dan keluhan pengunjung disebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pelayanan yang selama ini berjalan.”Kami menyampaikan terima kasih kepada pengunjung dan masyarakat yang telah memberikan kritik, saran maupun perhatian terhadap pengelolaan Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu,” ujarnya.

Pengelola berharap evaluasi tersebut dapat menjadi momentum pembenahan sehingga keindahan alam Benang Stokel dan Benang Kelambu dapat berjalan beriringan dengan pelayanan yang semakin baik, tarif yang transparan, fasilitas yang terawat, serta wisatawan yang merasa aman dan nyaman.

Pengelola juga mengundang wisatawan untuk terus memberikan masukan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai dengan informasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.”Kenyamanan dan kepercayaan wisatawan adalah bagian penting dari keberlanjutan destinasi, sementara keterlibatan dan kesejahteraan masyarakat lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pariwisata berbasis masyarakat,” pungkasnya. [SLNews – Rul].

Tags:

0 thoughts on “Soal Biaya Selfie Point dan Toilet, Pengelola Wisata Air Terjun Benang Stokel-Benang Kelambu Beri Penjelasan Lengkap

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2026
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

STATISTIK