MotoGP Mandalika 2026, Basarnas Siapkan Dua Helikopter Untuk Evakuasi Darurat Penonton dan Pembalap

Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Basarnas Mataram, M. Hariyadi, dalam Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bersama stakeholder dan trackside area, yang berlangsung di VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (17/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya, jajaran PT ITDC dan MGPA, serta unsur TNI/Polri.
Hariyadi mengatakan, personel Basarnas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, baik di dalam kawasan sirkuit maupun di lokasi sekitar. Penempatan tersebut untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin dialami penonton maupun pembalap.“Kami akan menempatkan personel di lokasi-lokasi yang ada di kawasan sirkuit maupun di sekitarnya. Kami juga mengantisipasi penonton yang mengalami dehidrasi di tribun ataupun penonton yang terjatuh di ketinggian, seperti di bukit-bukit yang ada di kawasan Mandalika,”ucapnya
Selain penanganan terhadap penonton, personel juga disiagakan untuk mengantisipasi kecelakaan di jalan raya yang membutuhkan penanganan khusus.
Dalam pelaksanaannya, Basarnas akan berkoordinasi dengan Polda NTB dan Korem 162 Wira Bhakti untuk memperkuat respons apabila terjadi keadaan darurat di sekitar kawasan penyelenggaraan MotoGP.
Antisipasi terhadap potensi bencana alam juga telah masuk dalam rencana kontingensi.
Untuk penanganan apabila terjadi kecelakaan yang melibatkan riders, Basarnas akan menyesuaikan proses evakuasi dengan SOP yang berlaku di MGPA serta rekomendasi dari medical center.“Kami sudah menyiapkan dua unit helikopter sesuai dengan kebutuhan di dalam kawasan sirkuit,” kata Hariyadi.
Basarnas juga telah melakukan pemetaan jalur evakuasi, termasuk menghitung estimasi waktu tempuh dari kawasan Sirkuit menuju RSUP.
Berdasarkan pemetaan tersebut, jarak dari kawasan sirkuit menuju RSUP sekitar 21,3 kilometer dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih 12 menit.
Sementara sebagai jalur alternatif, telah disiapkan evakuasi melalui jalur darat dengan jarak sekitar 15,80 kilometer dan estimasi waktu tempuh kurang lebih 22 menit.“Adapun alur-alur evakuasi sudah kami siapkan sesuai dengan rencana kontingensi yang telah disusun. Kami juga akan memadukannya dengan pihak Korem maupun Polda apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” jelas Hariyadi.
Kesiapan personel, sarana evakuasi, jalur darat maupun udara tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mendukung aspek keselamatan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan