SHOPPING CART

close

Puja Mandala Jadi Inspirasi, Pemkab Lombok Tengah Usulkan 4 Hektar Untuk Pusat Ibadah Enam Agama di The Mandalika

Studi Tiru Pemkab Lombok Tengah Bersama FKUB ke Nusa Dua
Studi Tiru Pemkab Lombok Tengah bersama FKUB ke Nusa Dua, Badung, Bali yang dipimpin Sekda Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, Senin, (7/9/2026).

SUARALOMBOKNEWS | Harapan umat beragama non-Muslim untuk memiliki sarana ibadah di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berpeluang segera terwujud.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tengah menyiapkan rencana penyediaan lahan untuk pembangunan kawasan pusat ibadah bagi umat beragama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Untuk mempelajari pola pengelolaan sarana ibadah dalam satu kawasan, Pemkab Lombok Tengah mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Tengah melakukan studi tiru ke ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin, (7/9/2026).

Rombongan turut diikuti Sekretaris Daerah Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Tengah, Murdi AP, anggota MUI Kabupaten Lombok Tengah serta sejumlah tokoh agama.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga didampingi General Manager (GM) The Mandalika, Pari Wijaya, TGH. Lalu Habiburokhman Faisal selaku pimpinan Ponpes Manhalul Ulum Praya, TGH. Lalu Tamin pimpinan Ponpes Berangsak Praya dan sejumlah tokoh agama lainnya.

GM Nusa Dua, I Made Wijatmika, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Pemkab Lombok Tengah dan FKUB tersebut.

Menurutnya, Nusa Dua Bali akan terus memberikan dukungan terhadap perkembangan The Mandalika.“Kami berharap program ini berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Badung, I Putu Mas Arimbawa, mengatakan program yang direncanakan Pemkab Lombok Tengah tersebut merupakan langkah yang sangat baik dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Menurutnya, koordinasi dengan FKUB menjadi salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan kawasan ibadah lintas agama.“Membina kerukunan umat beragama sangat penting. Terlebih lagi seluruh umat beragama ada, sehingga wajib menyiapkan sarana ibadah masing-masing umat beragama,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan sarana ibadah menjadi bagian penting dalam mendukung kawasan pariwisata internasional.“Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah kita bukan dari satu agama, melainkan berbagai umat beragama. Maka harus kita siapkan untuk mereka beribadah sesuai kepercayaannya masing-masing,” jelasnya.

Belajar dari Konsep Puja Mandala Nusa Dua.

Mewakili GM Nusa Dua,  GM The Mandalika, Pari Wijaya menjelaskan secara detail konsep pengembangan kawasan Nusa Dua, termasuk keberadaan kompleks rumah ibadah yang dikenal dengan nama Puja Mandala.

Pari Wijaya cukup memahami konsep pengembangan Nusa Dua karena pernah bertugas selama puluhan tahun di kawasan tersebut.

Menurutnya, Puja Mandala telah menjadi salah satu ikon internasional yang menunjukkan keberagaman dan kerukunan umat beragama.

ITDC, kata Pari, saat ini menaungi tiga kawasan pariwisata, yakni Nusa Dua, Mandalika dan Golo Mori di Labuan Bajo.“Nusa Dua saat ini sudah 53 tahun, sementara Mandalika mulai dikembangkan sejak tahun 2008,” katanya.

Ia menjelaskan, karakter pengembangan kedua kawasan tersebut memiliki perbedaan. Nusa Dua lebih banyak ditopang seni, budaya dan kegiatan MICE, sementara Mandalika mengembangkan konsep berbasis alam, olahraga dan pariwisata.“Kalau di Mandalika event yang ditampilkan adalah balap motor, namun Nusa Dua adalah MICE,” jelasnya.

Menurut Pari, Mandalika saat ini fokus pada konsep sport entertainment tourism, dengan fasilitas berkelas internasional seperti Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

ITDC juga terus mengembangkan berbagai bidang bisnis untuk membangun kepercayaan investor.

Saat ini, kata dia, terdapat 29 investor di kawasan Mandalika dan jumlah tersebut diharapkan terus bertambah.

Diusulkan 4 Hektar Untuk Enam Agama.

Sementara itu, Sekda Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya mengatakan, rencana pembangunan pusat ibadah lintas agama tersebut merupakan gagasan yang telah dipikirkan pemerintah daerah.

Ia menyebut Bupati Lombok Tengah sebenarnya diharapkan memimpin langsung pertemuan tersebut. Namun, agenda tersebut tidak dapat dihadiri karena penerbangan dari Jakarta menuju Bali dibatalkan akibat erupsi Gunung Krakatau.“Pemerintah daerah sudah memikirkan hal ini. Bupati Lombok Tengah sendiri berharap segera dibangun areal pusat ibadah umat beragama,” kata Lalu Firman.

Menurutnya, Pemkab Lombok Tengah telah berdiskusi mengenai lokasi yang dinilai strategis untuk pembangunan kawasan tersebut, salah satunya di kawasan ITDC Mandalika.“Kami berdiskusi tentang kawasan ibadah ini dan kami punya lokasi yakni kawasan ITDC. Mudahan ITDC memberikan kita lahan,” ujarnya.

Lalu Firman menyebut luas lahan yang diharapkan mencapai sekitar 4 hektare, atau lebih luas dibandingkan kawasan Puja Mandala di Nusa Dua yang luasnya sekitar 1,8 hektar.

Lahan tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membangun sarana ibadah bagi enam agama yang diakui negara, yakni Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Katolik dan Konghucu.“Kalau di Nusa Dua 1,8 hektar, sementara di Mandalika dua kali lebih luas. Kami usulkan 4 hektar untuk enam agama. Desain kawasan sarana ibadah akan kita bahas nanti,” ungkapnya.

Menurut Lalu Firman, salah satu hal yang menarik dari konsep Puja Mandala adalah tingginya sikap toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. “Yang luar biasa di Bali adalah tenggang rasa, saling hormat-menghormati dan menghargai antarumat beragama,” katanya.

Terkait pembangunan sarana ibadah, Lalu Firman mengatakan masing-masing umat beragama nantinya diharapkan dapat berperan dalam pembangunan rumah ibadahnya.“Siapa yang bangun? Yang bangun adalah umat beragama masing-masing,” jelasnya.

Diharapkan Dekat Sirkuit MotoGP.

Mengenai lokasi pasti, Lalu Firman mengatakan Pemkab Lombok Tengah masih menunggu keputusan dari pihak ITDC.

Namun, pemerintah daerah berharap lokasi tersebut berada di kawasan yang mudah diakses, khususnya dekat dengan kawasan premium Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.“Harapan Pemda yang dekat dengan premium Sirkuit MotoGP. Itu nanti sarana ibadah tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi memberikan kebanggaan bagi kita semua,” katanya.

Lalu Firman menilai keberadaan pusat ibadah lintas agama sangat penting mengingat kawasan Mandalika menjadi salah satu destinasi pariwisata internasional dan menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga berskala dunia.

Ia menyebut jumlah penonton MotoGP setiap tahun mencapai lebih dari 150 ribu orang. Namun, hingga saat ini fasilitas ibadah yang tersedia di kawasan tersebut masih didominasi sarana ibadah umat Islam.“Penonton MotoGP setiap tahun mencapai 150 ribu lebih, namun Pemda baru bisa menyediakan masjid, sedangkan sarana ibadah umat beragama lainnya belum kami siapkan,” ungkapnya.

Dengan adanya pusat ibadah lintas agama tersebut, pemerintah berharap seluruh wisatawan maupun masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan yang datang ke Mandalika dapat memperoleh ruang untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.“Mudah-mudahan segera terealisasi sehingga umat beragama lainnya bisa beribadah,” ujar Lalu Firman. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Puja Mandala Jadi Inspirasi, Pemkab Lombok Tengah Usulkan 4 Hektar Untuk Pusat Ibadah Enam Agama di The Mandalika

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2026
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

STATISTIK