SHOPPING CART

close

Menu MBG Yang Disalurkan SPPG Kawo Lombok Tengah Diduga Tak Sesuai Standar, Subrata : Pemenuhan Gizi Atau Bisnis

Menu MBG SPPG Kawo Diduga Tak Sesuai Standar Gizi
Tokoh Pemuda Desa Kawo, Adi Subrata – Menu MBG yang disalurkan SPPG Kawo kepada siswa SMP Negeri 2 Pujut di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Senin (29/12/2025).

SUARALOMBOKNEWS | Salah seorang tokoh pemuda Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang juga wali murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), Adi Subrata menduga menu MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kawo kepada siswa SMP Negeri 2 Pujut di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, pada Senin, (29/12/2025), tidak sesuai dengan standar Gizi.”Menu MBG yang dibagikan berupa dua biji Pisang, sebungkus Roti, sebungkus jajan kering, Susu Frisian Flag 110 ml dan satu Jeruk. Jeruknya ada yang masih muda, rasanya kecut dan jika itu dikonsumsi oleh siswa yang mempunyai riwayat penyakit Asam Lambung, ya bayangkan saja efeknya akan seperti apa. Dan apakah menu itu yang disebut sebagai Makanan Bergizi untuk anak anak kita, lalu apa fungsi dan tugas Ahli Gizi yang ada di masing – masing SPPG, menurut kami menu MBG yang disalurkan SPPG Kawo itu jauh dari kata layak dan kami menduga tidak sesuai dengan standar Gizi,” sebut Adi Subrata, Selasa (30/12/2025).

Subrata mengungkapkan, tujuan program MBG Presiden RI, H. Prabowo Subianto sangat mulia, khususnya untuk generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. 

Namun, lanjut Subrata, pihak yang melaksanakan program MBG yang ada di SPPG diduga hanya mementingkan keuntungan pribadi dengan mengesampingkan kandungan Gizi dan kualitas menu MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat.” MBG ini pemenuhan Gizi atau Bisnis.? Kalau memang memang untuk pemenuhan gizi, kenapa menu MBGnya seperti itu, padahal pemilik dapur sudah punya untung sekitar Rp. juta per hari, petugas yang ada di masing – masing SPPG mulai dari Kepala SPPG, Ahli Gizi sampai dengan tukang cuci Ompreng sudah ada gajinya, tetapi kok menunya seperti itu. Kami juga menduga ada permainan harga bahan pokok untuk mendapatkan keuntungan oknum yang ada di SPPG. Kami sangat setuju dan mendukung penuh program MBG ini, karena tujuannya sangat mulia menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, kami minta kepada pak Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi kepada seluruh SPPG, jika ada yang ditemukan menyimpang, dicabut saja izinnya,” pintanya.

Dihubungi suaralomboknews.com melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa, (30/12/2025), terkait dengan menu MBG yang disalurkan  kepada siswa SMPN 2 Pujut, pihak SPPG Kawo, Manem mengaku, buah jeruk ada yang kecut, karena belum matang.”Karena jeruknya pedis (kecut) iya. Akan menjadi evaluasi kedepan, siap dikoreksi, karena banyak jadinya ada yang pedis (kecut) ada yang matang,” jawabnya singkat. [SLNews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Menu MBG Yang Disalurkan SPPG Kawo Lombok Tengah Diduga Tak Sesuai Standar, Subrata : Pemenuhan Gizi Atau Bisnis

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Januari 2026
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

STATISTIK