Muncul Tambang Emas Ilegal di KEK Mandalika, Dewan Lombok Tengah Angkat Suara

SUARALOMBOKNEWS | Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Pantai Mosrak, Gunung Dundang yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terbongkar ke publik setelah peristiwa tewasnya salah seorang penambang emas ilegal berinisial H, akibat tertimbun material longsor saat tengah menambang yang terjadi pada Minggu, 30 November lalu.
Munculnya aktivitas tambang emas ilegal di KEK Mandalika itu mendapat respon dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, H. Lalu Ramdan.
Dalam waktu dekat ini, kata Lalu Ramdan, pihaknya akan segera memanggil Pemerintah Daerah (Pemda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Lombok Tengah untuk menjelaskan terkait tambang emas ilegal di KEK Mandalika tersebut.”Kami di dewan segera akan memanggil Pemerintah Daerah dan OPD terkait untuk menjelaskan aktivitas Tambang Emas Ilegal itu,”ucap Lalu Ramdan, Rabu (10/12/2025).
Dari informasi yang diterima, kata Politisi Partai Gerindra itu, tambang emas ilegal di KEK Mandalika itu berada di lokasi Taman Wisata Alam (TWA), sehingga perlu penindakan serius.
“Kita dorong pemerintah untuk bertindak tegas,” tegas Lalu Ramdan.
Lalu Ramdan mengungkapkan, penanganan di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan administratif dan teknis.”Tetapi mungkin psikologis, tahu sendiri teman-teman di lapangan, yang tidak bisa kemudian kita ‘stop’ orang ribuan. Ini kan juga harus ada pendekatan-pendekatan kultural yang harus dilakukan,” jelasnya.
Lalu Ramdan menekankan, upaya penertiban yang terburu-buru di lokasi penambangan berpotensi menimbulkan konflik.”Ini masyarakat banyak. Jadi kita butuh pendekatan persuasif, kultural itu. Jangan sampai ke sana kan mau dilempar,” ucapnya
Lalu Ramdan juga menyinggung tentang arah kebijakan pembangunan daerah yang selama ini terfokus pada sektor pariwisata.”Ini kan kita antara pariwisata dengan tambang, kita mau pilih yang mana? Kalau saya pilih pariwisata,” tuturnya
Lalu Ramdan menambahkan bahwa fokus pemerintah pusat hingga daerah adalah mengembangkan pariwisata, bukan pertambangan.
Munculnya tambang ilegal ini dianggap Ramdan bertentangan dengan kebijakan tersebut.
“Selama ini yang digalakkan oleh pemerintah pusat sampai daerah adalah pariwisata. Enggak pernah kita bicara tentang tambang. Tapi justru ada tambang, ini kan ilegal. Muncul-munculnya tambang ilegal ini kan ilegal,” ujar Lalu Ramdan. [SLNews – rul]

Tinggalkan Balasan