Petani Tunas Harapan Desa Jago Dilatih Buat Eco Enzyme Berbasis Limbah Pertanian

SUARALOMBOKNEWS | Tim Dosen Program Studi Kimia Universitas Negeri Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat (NTB), bekerjasama dengan kelompok tani Tunas Harapan Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah yang diketuai H. Ahmad Wirahadi, S.Si melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Senin, 5 Mei 2025. Kegiatan ini mengusung tema ”Pelatihan Pembuatan eco enzyme berbasis limbah pertanian”.
Tim pengabdian Kimia Unram memilih Desa Jago sebagai lokasi kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahun 2025 untuk meningkatkan potensi Desa Jago sebagai salah satu Desa Agraris dengan lahan pertanian cukup luas, dimana kondisi ini didukung oleh ketersediaan air irigasi yang cukup melimpah yang berasal dari bendungan Batujai memungkinkan aktivitas petani Desa Jago semakin tinggi dalam pertanian.
Tingginya aktivitas pertanian di Desa Jago juga berdampak pada banyaknya limbah/sampah hasil pertanian yang seringkali dibiarkan begitu saja atau dibakar sehingga menimbulkan polusi.
Sampah pertanian dari sayuran yang rusak dan buah yang gagal panen atau rusak dibuang begitu saja, kurangnya inovasi masyarakat untuk pengolahan limbah pertanian, dan kemampuan masyarakat yang masih minim untuk menghasilkan produk dari limbah pertanian.
Kegiatan Pengabdian Kimia Unram dipimpin oleh Dr. Dhony Hermanto, bersama timnya yang terdiri dari Dosen Kimia, Dr. Nurul Ismillayli, Lely Kurniawati, M.Si. Saprini Hamdiani, Ph.D. Iwan Sumarlan, Ph.D dan laboran/PLP serta mahasiswa menawarkan adopsi teknologi dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan untuk pembuatan cairan eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, penyubur tanah, cairan pembersih peralatan rumah tangga, penjernih air dan berbagai macam manfaat lain.
Dalam kegiatan tersebut tim pengabdian Kimia Unram menjelaskan terkait teknologi pembuatan eco-enzyme menggunakan bantuan bakteri anaerob yang memfermentasikan limbah organik menjadi bahan baku terbarukan, memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan limbah sebelum penanganan. Eco-enzyme merupakan cairan zat organik kompleks serbaguna hasil fermentasi limbah organik yang dibuat dengan menambahkan gula merah atau molase dan air dengan pelaksanaan pembuatannya mencapai 3 bulan (fermentasi 90 hari).
Salah satu pemanfaatan cairan eco-enzyme ini adalah sebagai bahan baku pembuatan cairan pembersih lantai. Dalam pembuatan cairan pembersih lantai berdesinfektan diperlukan komposisi asam sitrat 7 persen surfaktan (linier alkil benzena sulfonat) 8 persen, builder (soda abu) 8 persen, miscellaneous (aroma pewangi) 4 persen, eco-enzyme 32% dan air 40 persen.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu Desa Jago bersih dari cemaran sebagai salah satu upaya untuk mengurangi volume limbah/sampah dan meningkatkan nilai ekonomi dari limbah/sampah tersebut. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jago dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hal in sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) poin 11 yaitu Sustainable Cities and Communities, poin 12 yaitu Responsible Consumption and Production serta poin 13 yaitu Climate Action. Pengelolaan limbah/sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi gas rumah kaca,” Dr. Dhony Hermanto. [SL NEWS – rul]

Tinggalkan Balasan