Terungkap Alasan Bule Australia Betah Tinggal di Lombok Tengah Sampai Mahir Berbahasa Sasak

LOMBOK TENGAH | Indonesia dikenal sebagai salah satu negeri yang memiliki berjuta keindahan. Dari Sabang sampai Merauke, keindahan alam Indonesia yang dipadukan dengan budaya masyarakatnya berhasil memukau siapa saja.
Sehingga tak heran jika ada banyak warga asing yang memilih Indonesia sebagai lokasi untuk berwisata, salah satunya ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Bahkan ada salah seorang Bule, warga negara Australia, Mr. Woulrick merasa betah tinggal dan ingin menetap di The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Hal itu diungkapkan Mr. Woulrick saat berbincang – bincang terkait adat dan budaya masyarakat Sasak Lombok dengan Owner / pemilik JM Hotel Kute, The Mandalika, Lalu Jilamin di JM Hotel Kute, Selasa, (20/9/2022).
Dalam kesempatan itu, Lalu Jilamin meminta Mr. Woulrick yang kini berganti nama menjadi Amaq (Bapak) Wahyu untuk menceritakan apa yang menjadi alasan Mr. Woulrick mau tinggal di Kute, Lombok Tengah dan belajar Bahasa Sasak Lombok Tengah bagian selatan.
Mr. Woulrick atau Amaq Wahyu pun langsung mengungkapkan perasaannya dengan menggunakan bahasa sasak Lombok Tengah bagian selatan dengan logat khas masyarakat Lombok Tengah bagian selatan. “ Kenapa saya belajar bahasa sasak Lombok, karena saya senang dengan masyarakat sasak Lombok, karena masyarakat sasak Lombok Ramah itu yang membuat saya betah disini,” ungkap Amaq Wahyu
“Keseharian masyarakat sasak Lombok menggunakan Bahasa Lombok Sasak untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman, sehingga saya ingin diam disini, jadi saya harus tahu bahasanya juga,” sambungnya
Lalu Jilamin juga bertanya kepada Bule Australia Amaq Wahyu, apakah bisa melantunkan pantun dan lagu Sasak Lombok.
Bule Amaq Wahyun langsung melantunkan pantun dan lagu Sasak Lombok dengan lancar. “ Pantun sasak, Lepang Nyontlak Elek Bawun Batu, Sae Sak Girang Lekang Endak Dengan Sadukn (Kodok lompat di atas batu, siapa yang suka berbohong tidak ada orang yang percaya). Lagu sasak, Sambel Colet Jhon Kursi Roda dan Erni,” ucapnya
Lalu Jilamin menceritakan kepada Bule Amaq Wahyu, bahwa pantun sasak yang dilantunkan Bule Amaq Wahyu merupakan pantun yang diajarkan oleh gurunya saat dirinya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).” Itu adalah pantun yang diajarkan saat saya masih SD dulu, sehingga guru mengajarkan muridnya supaya tidak suka berbohong, sehingga orang sasak tidak suka berbohong, orang sasak suka bekerja di sawah, berkebun,” sebutnya
“ Mr. Woulrick/Amaq Wahyu, baru 2 tahun tinggal di Lombok, tetapi sudah pintar berbahasa sasak Lombok, mengetahui dan menjalankan adat dan budaya sasak. Saya sangat bangga jadi orang sasak yang terkenal akan keramahtamahan juga jujur, toleransi tinggi, dan keindahan alam yang sudah pasti tidak ada saingan di dunia, dan saya harap semua lapisan masyarakat Lombok mendukung pariwisata biar lebih terkenal di mancanegara juga adat dan budayanya,” ujar Lalu Jilamin. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan