SHOPPING CART

close

Dalam Dakwaan, Terungkap Kades Kateng Beri Info Soal Kepemilikan Lahan Bos Wallet ke Pelapor

JPU Kejaksaan Negeri Lombok Tengah
JPU, Herlambang Surya Arfa’i, SH.

LOMBOK TENGAH | Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah belasan hektar di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2019 lalu dan Terdakwa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yakni Bos Wallet dari Desa Katang, Lalu Ading Buntaran dan Notaris Chuk Wijaya mulai menjalani persidangan pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Rabu, (3/8/2022).

Sidang pertama kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta dugaan tindak pidana TPPU itu dipimpin oleh Hakim Ketua, Farida Dwi Jayanthi, SH.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa penuntut umum (JPU), kedua terdakwa didakwa  Pasal 378 tentang penipuan, atau pasal 372 tentang penggelapan, dan kedua, Pasal 3 undang-undang TPPU atau kedua pasal 4 TPPU junto 55 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Pelapor kasus ini yakni Handy yang bertindak sebagai pembeli tanah. 

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terungkap Kepala Desa (Kades) Kateng, Lalu Syafrudin selaku saksi dalam kasus tersebut memberikan informasi kepada pelapor Handy terkait dengan kepemilikan lahan terdakwa Lalu Ading Buntaran. “ Kalau menurut surat dakwaan, Kades sendiri yang memberi tahu kepada Handy bahwa lahan belum semuanya milik Lalu Ading. Kalau tidak dikasih tahu kades si Handy juga tidak akan tahu masalah lahan,” ungkap JPU, Herlambang Surya Arfa’i, SH usai persidangan.

Dalam surat dakwaan, posisi Kades Kateng, Lalu Syafrudin sebagai saksi. Namun JPU tidak bisa menyimpulkan apakah Kades Kateng menjadi saksi meringankan atau memberatkan terdakwa. “Kades Kateng disitu sebagai Saksi, kalau pemeriksaan di BAP Kepolisian pasti sudah, kalau tidak pernah diperiksa tidak mungkin jadi saksi dan Kades akan dihadirkan di persidangan. Untuk saksi meringankan atau tidak, nanti di Fakta persidangan saja,” Herlambang.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dikenakan Pasal 378 tentang penipuan, atau pasal 372 tentang penggelapan, dan kedua, Pasal 3 undang-undang TPPU atau kedua pasal 4 TPPU junto 55 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Dalam Dakwaan, Terungkap Kades Kateng Beri Info Soal Kepemilikan Lahan Bos Wallet ke Pelapor

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Agustus 2022
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

STATISTIK